33. Kabar mengejutkan

1512 Kata

Udah satu minggu, Mila dan anak-anak belum pulang juga. Aku mulai kalang kabut. Kondisi rumah tanpa Mila sudah seperti kapal tanpa nahkoda. Padahal ada Riska, tapi sepertinya ia tak cakap untuk mengurus rumah. Rumah dibiarkan kotor berdebu, berantakan disana-sini, bahkan bekas tidur pun masih berantakan, selimut di bawah, sprei yang asal-asalan serta letak bantal yang tak beraturan. Baju kotor masih teronggok manis di keranjang baju kotor. Aaarrrggh! Kerjanya ngapain aja sih dia, masa beresin rumah sendiri aja gak becus! "Riska, kenapa baju gak dicuci-cuci. Itu udah numpuk lho, kotor, bau! Harusnya dicuci disetrika! Baju kantorku dah gak ada gantinya lagi kalau dibiarkan tanpa dicuci seperti itu, bisa jadi sarang tikus dan nyamuk!" selaku kesal. "Aku capek!" sahut Riska dengan enteng.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN