34. Sidang Perceraian

1708 Kata

Aku meraih amplop dari tangan Riska. Amplop putih berlogo pengadilan agama. Dadaku makin bergemuruh hebat saat membacanya. Surat panggilan sidang perceraian. Jadi, Mila menggugatku cerai? Tidak, ini tidak mungkin kan? Dari mana ia mendapatkan uangnya? Nekat sekali Mila! Ini tidak akan kubiarkan! Aku harus ketemu dengan Mila dan membicarakan masalah ini. Aku tak ingin berpisah dengan Mila dan juga anak-anak. "Mas, kamu mau kemana? Baru juga balik dah mau pergi lagi?" tegur Riska. "Aku cari Mila dulu." "Hhhh, dia lagi dia lagi! Kapan sih kamu bosen ngurusin dia, Mas? Dia terus yang kamu pikirin!" "Riska, kamu tahu ini apa? Ini surat panggilan sidang! Mila menggugatku cerai! Ini tak bisa dibiarkan, aku tak ingin kehilangan anak-anak." "Kenapa risau begitu mas? Kau kan akan punya anak d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN