35. Bagaikan bumi dan langit

1603 Kata

Aku menghela nafas kasar, tak ada niatan untuk menanggapinya. Mereka berempat berkumpul bersama sembari memakan cemilan yang Riska beli di minimarket. "Rumahmu kok kotor dan berantakan gini, Kal!" tegur ibu lagi saat ia berjalan ke belakang menuju dapur. "Tanya aja sama Riska! Dia yang di rumah aja." "Emmh maaf Bu, aku memang belum beres-beres. Bawaannya lemes Bu, kan aku lagi hamil," sahut Riska dengan nada suara manja. "Iya bener. Orang hamil muda itu harus banyak istirahat. Kal, harusnya kamu cari ART saja. Jadi rumahmu ada yang ngurus gak berantakan gini." "Tidak, Bu. Dulu Mila aja bisa mengurus rumah ini dengan baik. Apalagi ada si kembar, dia juga hamil Alina, tapi dia tak malas dan mengeluh seperti Riska!" sanggahku lagi. Aku jadi makin paham, perbedaan sifat Riska dan Mila san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN