36. Akibat ulah Riska

1706 Kata

Hari-hariku berlalu begitu hambar. Hubunganku dengan Riska pun bagaikan kopi tanpa gula. Meskipun usianya sangat jauh dibawahku tapi ia tak mau mengalah, selalu saja egois dan keinginannya harus terkabulkan. Aku sampai bosan terus menerus mendebatnya. Selalu saja kehamilannya yang dijadikan alasan. Lama kelamaan aku jadi tak betah di rumah. Entah sejak kapan akupun jadi sering memperhatikan rumah Mila dari kejauhan. Melihatnya dengan anak-anak tersenyum saja sudah membuat hatiku damai. Ya, setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, kusempatkan diri melihat mereka. Anak-anakku sudah rapi dengan seragam sekolah TK yang baru. Mereka berdua terlihat ceria. Begitu pula dengan ibunya, wajahnya tampak sumringah, tak ada rasa lelah meskipun sembari menggendong Alina dan membawa bungkusan kresek bes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN