Tepat jam 06.00 malam mereka sudah siap menuju acara pernikahan Diana, Arya sangat tampan dengan balutan tuxido hitam sedangkan Safira sangat lucu dan menggemaskan dengan gaun biru mudanya.
"Arya mau kemana?" Tanya Hera ibunya Arya. "Arya mau pergi ke nikahan Diana mah." Ucap Arya sambil memangku Safira.
"Sama Safira? Kalau Safira ngantuk gimana nak? Kasian ahh.. Safira jangan diajak biar sama mamah aja dirumah."
Hera bangkit dari duduknya dan mengabaikan acara tv yang sedang ditontonnya.
"Safira gamau nenek. Safira pengen sama ayah. Safira ga bakal nakal kok."
Safira mengeratkan pelukannya pada Arya, sungguh ia ingin pergi kesana.
"Huftt. baiklah, jaga Safira baik-baik. Awas aja kalau Safura kenapa-kenapa." Ucap Hera.
"Iya mah, Arya janji. Arya pergi dulu ya."
Arya dan Safira pamit pada Hera kemudian pergi keluar rumah. Mereka berangkat menggunakan mobil putih kesayangan Arya. Tak butuh waktu lama mereka telah tiba ke tempat acara berlangsung, gedung putih tempat janji suci menikah mereka ucapkan.
Arya mengedarkan pandangan untuk mencari temannya Topan, ia tersenyum saat sosok yang ia cari tertangkap oleh indra penglihatan. Topan tersenyum sembari menghampiri Arya.
"Hai brother!!!" Ucapnya, mereka ber-tos ria -- ciri khas mereka jika bertemu.
"Wah. Safira sudah besar ya" Topan mengelus-elus pipi Safira sementara Safira hanya tersenyum manis, tak lama kemudian seorang wanita muda menghampiri mereka.
"Ohh... kenalin res, ini calonku." Topan memperkenalkan Arya pada wanita tersebut, Arya hanya tersenyum ramah sembari memperkenalkan diri.
"Safira sama om ayo. Kita ngambil makan." Topan merebut Safira dari gendongan Arya.
"Makanan? Safira mau eskrim." Ucap Safira lucu, sambil beralih dari pangkuan ayahnya.
"Ayo kita cari eskrim." Ajak Topan, wanita disampingnya mencoba mendekatkan diri dengan Safura -- ia terlihat sangat menyukai anak-anak.
"Pinjem Safira ya Arya, nanti saya balikin lagi kok."
Topan tersenyum sambil meninggalkan Arya yang terdiam, ia bingung harus ngomong apa.
"Ayah, nanti kalo Safira udah ngambil eskrim nya. Tasya balik lagi nanti, dadah ayah!!!" Safira melambaikan tangannya pada Arya, mereka menghilang tertutup kerumunan para tamu undangan.
Arya percaya pada Topan, temannya itu tak pada anaknya namun rasa khawatir seorang ayah selalu ada walaupun ia percaya pada Topan.
"Apa tak apa jika aku titipkan Safira pada Topan? Bagaimana jika anakku menyusahkan mereka."
Arya khawatir, ia memutuskan untuk mencari anaknya walaupun anaknya baru dibawa beberapa menit oleh Topan.
Acara akan segera dimulai dan Arya belum bertemu dengan Safira, hatinya sudah tak karuan kali ini. Ia duduk seorang diri saat janji suci Diana akan segera dimulai. Arya sama sekali tak menikmati acara pernikahan ini, matanya terus beredar mencari anaknya yang dibawa oleh temannya itu.
Setelah acara selesai, Arya berdiri dari duduknya dan mencari anaknya lagi. Ia menerobos beberapa tamu hingga menabrak seorang wanita yang tengah memegang minuman.
"Ahh. maaf nona, aku tak sengaja." Arya membungkuk dan menatap wanita dihadapannya.
"Ga apa-apa kok." Wanita itu tersenyum manis.
"Tapi bajumu basah nona."
Arya membuka jasnya dan menyodorkannya pada wanita tersebut, wanita dengan perawakan putih, langsing dan manis itu menggeleng kuat. Merasa sangat bersalah, Arya memakaikan jasnya pada wanita itu.
"Sekali lagi maafkan aku."
Arya kembali membungkuk kemudian pergi mencari anaknya lagi, wanita itu terlihat tersipu malu. Arya menemukan Safita bersama Topan saat mengecek nya keluar gedung, hatinya sudah lega kali ini.
"Safira!!" Panggil Arya, anaknya yang sedang asyik minum dan duduk dibangku taman langsung berlari ke arahnya.
"Ayahhhh!!" Teriaknya sambil memeluk ayahnya, Arya memangku anaknya itu dan menghampiri Topan dan wanitanya.
"Topan, aku pamit pulang duluan oke. Happy wedding buat kakakmu." Arya tersenyum, kemudian berlalu pergi.
"Siap boss, maaf bikin khawatir karena minjem Safira lama hahaha...." ucap Topan sambil terkekeh diakhir.
"Calm bro, ditunggu undangannya oke." Arya tersenyum miring sambil menoleh ke arah Topan.
Arya dan Safira pulang dari acara tersebut, Safira sudah lelah hingga ia tertidur dimobil. Arya hanya tersenyum simpul sembari membenarkan posisi tidur anaknya sambil fokus menyetir.