Sepulang sekolah Liam dan Laura kembali lagi berkumpul di rumah laki-laki itu. Mereka berencana membahas langkah selanjutnya sebelum nanti malam Liam kembali bekerja. Mereka sudah duduk manis ditemani dua gelas jus melon dan juga camilan yang lumayan banyak. Keduanya sama-sama saling menatap ke depan seolah memikirkan gagasan masing-masing. "Kalau cuma berdua, gue rasa kita bakalan kesulitan." Liam setuju, laki-laki itu memang belum bisa memecahkan semua misteri kematian keluarganya dikarenakan dia hanya seorang diri. Paman satu-satunya harapan Liam pun nyatanya memilih kasus itu ditutup. "Gue nggak tahu harus minta bantuan siapa lagi." Gadis yang kini rambutnya dijepit jedai itu sedikit murung. Tangannya memutar-mutar bolpoin di atas meja sambil kembali memikirkan rencana mereka.

