Toni masuk ke dalam kamar Devanka tanpa permisi dan itu membuat Devanka kaget sekaligus kesal. Devanka yang lagi beristirahat di atas kasur menatap kedatangan Toni dengan sinis. “ Ada apa, Toni? Kenapa kamu tidak ketuk pintu dulu? kena—“ “ Zevanya dalam keadaan bahaya, tuan. “ Potong Toni, dalam sekejap Devanka tertegun. “ Leo bilang kita harus segera pergi ke Apartemen karena ada penyusup yang sedang berusaha mencelakai Zevanya. “ Tambah Toni. “ Breengsek! “ Devanka lompat turun dari kasurnya, ia berjalan keluar kamar meninggalkan Toni. “ Cepat Toni! “ teriak Devanka karena lelaki itu masih berada di dalam kamarnya. “ Iya, tuan. “ Toni berlari mengejar Devanka. DRT…DRT… Ponsel Toni bergetar, lelaki itu pun segera mengangkat telepon masuk dari Leo. “ Bagaimana,

