Devanka duduk sambil memandangi ke arah pintu masuk UGD dengan tatapan nanar, tidak ada yang bisa dia lakukan selain berdoa atas keselamatan Zevanya. Meski terlihat tenang, tapi sesungguhnya perasaan dan fikiran Devanka begitu semrawut bahkan saat ini Devanka tak henti – hentinya memijit kepalanya sendiri yang mendadak pusing karena sejak tadi terus saja memikirkan kondisi Zevanya. “ Leo, apakah Zevanya akan baik – baik saja? “ tanyanya terdengar tidak bersemangat. “ Zevanya wanita yang kuat, saya yakin dia akan bertahan hidup dan berhasil melewati masa – masa sulit seperti ini. “ Jawab Leo berusaha menenangkan Devanka. “ Apakah dia terluka parah? “ tanya Devanka lagi sangat penasaran akan kondisi gadis itu karena sampai detik ini dia belum melihat bagaimana keadaan pacarnya it

