Zevanya mengerjapkan matanya secara lamban selama beberapa kali, kepalanya sangat pusing, badannya terasa dingin dan kedua tangannya pegal – pegal. Begitu Zevanya membuka matanya secara sempurna, ia terkejut melihat di bagian kanan dan kirinya terdapat besi menjulang tinggi dan ada rantai yang mengikat tangannya. Wajar saja kalau kedua tangan Zevanya jadi terasa pegal dan agak sakit karena harus menumpu tubuhnya untuk tetap tegak. “ Tidak…tidak….tidak mungkin! “ Zevanya semakin lemas ketika melihat tubuhnya saat ini tidak mengenakan baju dan celana, ia hanya dibiarkan memakai bra dan celana dalam saja. Ada banyak pertanyaan di dalam fikiran Zevanya yaitu apa saja yang mereka lakukan pada saat membuka pakaian Zevanya dan apakah mereka menyentuhnya atau bahkan berhubungan badan dengannya

