Zevanya merasa lebih damai ketika sudah berada dirumahnya, hari ini dia melewati begitu banyak kejadian menegangkan dan mengerikan. Bayang – bayang isi kepala dan bola mata pria tadi terus saja menghantui dirinya, tapi berkat kedua adiknya yang sejak tadi mengajaknya ngobrol, bayangan mengerikan tersebut sedikit memudar. “ Kak Zee? Dengan siapa tadi kakak datang ke sekolahan? “ tanya Ninis, ia ingat betul kalau kakaknya duduk bersebelahan dengan seorang pria. “ Sendiri. “ Bohong Zevanya. Saat ini dia duduk diantara Ninis dan Neo di atas sofa sambil menonton televisi. “ Lalu, siapa pria tadi yang duduk disebelah kakak? “ Ninis terus bertanya – tanya. “ Kakak tidak mengenalinya. “ Jawab Zevanya menutup – nutupi soal Devanka. “ Kenapa kak Zevanya langsung pulang sebelum ac

