Waktu istirahat Devanka pada malam ini harus terganggu setelah mendapat telepon darurat dari Zevanya. Sebenarnya, Devanka tidak mau tahu urusan apapun kalau sudah masuk jam istirahatnya, tapi kali ini dia tidak memperdulikan waktunya yang tergangu dan langsung tancap gas begitu saja setelah mendengar suara tangis seorang gadis melalui ponselnya, ya tentu saja dia adalah Zevanya. Saat ini Devanka sudah hampir sampai ke Apartemen Zevanya, ia tidak sendiri melainkan bersama Leo dan Toni yang ikut mengawalnya di belakang. Devanka melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai karena Devanka takut sekali kalau terjadi sesuatu yang buruk pada gadis itu. Disisi lain, saat ini Zevanya masih duduk di lantai dengan kedua lutut ditekuk sambil menatap mayat, bau anyir dari dar

