Zevanya baru saja keluar dari kamar mandi, ia sudah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Wajah gadis itu terlihat memucat karena masih merasa terkejut dan begitu cemas atas apa yang sudah dia lakukan. Dia berjalan menghampiri Devanka yang saat ini duduk di sofa sedang berbincang – bincang pada Leo. Zevanya memperhatikan sekelilingnya saat ini sudah terlihat rapih dan bersih. Tidak ada noda darah, pisau dan mayat anak buah Roger. Kedua pengawal Devanka bekerja dengan sigap dan cekatan, tak sia – sia Devanka memiliki Leo dan Toni. Devanka memperhatikan Zevanya yang baru saja duduk disebelahnya, gadis itu meremas – remas jarinya sendiri sambil melamun. Melihat hal tersebut, Devanka jadi tidak tega meninggalkan Zevanya sendirian. “ Semua sudah beres, tuan. Ayo kita pulang.

