Zevanya, Devanka, Leo, Toni dan si penjaga makam mulai memasuki Blok A. Suara burung hantu menggema ditengah kesunyian, harum bunga melati bercampur mawar menusuk indra penciuman serta nyamuk – nyamuk nakal mulai hingap di kulit siapapun yang berada disana. Devanka terlihat tegang, tanpa sadar dia melingkarkan tangannya di lengan Zevanya saat suara – suara gesekkan pepohonan saling beradu menimbulkan bunyi – bunyi yang seharusnya biasa saja tetapi jadi terdengar mengerikan. Zevanya melirik tangan Devanka yang sudah melekat pada lengannya, ia mengulum bibirnya menahan senyuman, dalam hatinya dia tergelitik karena untuk pertama kalinya melihat Devanka sangat tegang seperti ini. “ Hati – hati, jangan diinjak kuburannya. “ Celetuk Zevanya memperingati Devanka saat melewati beberapa

