- TANAH KUBURAN -

1910 Kata

Daun kelor, pisang mas, kedua bahan itu sudah dibeli oleh Devanka yang kini ditemani oleh ketiga orang kepercayaannya yang tak lain, Zevanya, Leo dan Toni. Mereka bertiga kini sedang beristirahat di rumah makan untuk melepas lelah sekalian isi perut.   “ Sekarang, kita akan pergi kemana lagi, tuan? “ tanya Toni yang baru saja menghabiskan makanannya.   “ Karena sekarang sudah malam, sebaiknya kita pulang saja dan lanjut besok. “ Ucap Devanka melihat saat ini sudah pukul delapan malam. “ Saya akan antar Zevanya pulang. “ Imbuhnya.   “ Loh, kita kan, belum dapat tanah kuburan? “ tanya Zevanya mengingat bahan apa saja yang mereka perlukan tersebut masih ada yang kurang.   “ Ini sudah malam, besok saja. Lagipula, pasti kamu pengen cepet pulang karena kedua adikmu dirumah sendirian, kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN