Devanka mengajak Zevanya untuk duduk dibangku halaman, ia masih merasa bersalah karena tadi hampir saja menghabisi nyawa gadis itu. Devanka tak henti – hentinya mengusap pipi Zevanya, tatapan matanya begitu sendu ia lemparkan pada gadis itu. Satu hal yang Devanka syukuri yaitu karena Leo tidak memberitahu kepada Zevanya sebuah fakta bahwa Devanka yang sudah membunuh kedua orang tua Zevanya karena jika itu terjadi, sudah pasti Zevanya akan membenci dirinya dan Devanka pun tidak memiliki kesempatan untuk bersama gadis itu seperti saat ini. “ Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika tadi aku benar – benar membunuhmu, Zee. “ Kata Devanka penuh penyesalan. Lelaki itu meraih tangan Zevanya, lalu dia ciumi punggung tangan gadis itu berkali - kali. “ Jika kamu mati, maka hati dan perasaank

