Leo dan Zevanya berjalan menghampiri Devanka. Gadis itu langsung berhadapan dengan Devanka untuk bicara. Devanka menatap Zevanya sekilas, kemudian matanya menoleh ke arah pintu masuk halaman, ia menunggu kedatangan kedua adiknya Zevanya karena dia bingung kenapa saat ini yang hadir hanya Zevanya saja. “ Nyari siapa? “ tanya Zevanya kepada Devanka. Devanka memandang Zevanya yang kini menatapnya dengan sorot mata penuh amarah. “ Mana kedua adikmu? “ tanya Devanka seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia tak mau menatap Zevanya terlalu lama. “ Lihat aku, dev. “ Zevanya memegang pipi Devanka dan mengarahkan wajah lelaki itu agar menatapnya. “ Kasih tau aku kenapa kamu ingin membunuhku? “ tanya Zevanya dengan perasaan campur aduk. Dia marah, kecewa tetapi juga takut kala

