Zevanya duduk bersebelahan dengan Devanka, sedangkan Toni bersama Leo. Toni sudah berkenalan dengan Zevanya agar lebih akrab. Kini, mereka sedang membicarakan apa saja yang harus di lakukan, terutama kepada Zevanya. “ Malam ini, saya akan mengawal pak Yohanes ke café. Nanti, kamu duduk di salah satu kursi yang tak jauh dari pak Yohanes. “ Terang Toni kepada Zevanya. “ Setelah itu apalagi? “ tanya Zevanya. “ Nanti saya akan memberitahu pak Yohanes bahwa ada perempuan cantik sedang duduk sendirian. “ Lanjut Toni mendapat tatapan tajam dari Devanka. “ Perempuan cantik? Apa kamu sedang berusaha menggoda Zevanya? “ celetuk Devanka dengan nada sewot. “ Tidak, tuan. “ Toni jadi sedikit gugup karena ucapannya tadi yang terdapat unsur memuji kepada Zevanya mengakibatkan Devanka

