- MENDAPATKAN IZIN? -

2925 Kata

Sudah tengah malam tetapi Zevanya masih terjaga. Bagaimana dia bisa tidur setelah membuat nyawa Iwan dan keluarganya hilang karena dituding sebagai pelaku yang ingin meracuni Devanka sedangkan pelaku sebenarnya kini masih hidup.   Sejak tadi Zevanya masih berdiri di dekat jendela, ia memandang ke arah luar yang sudah terlihat sunyi sepi, ia ingin menangis tetapi air matanya sudah lelah terus menetes. Zevanya benar – benar tertekan dan selalu terbayang – bayang wajah Iwan.   “ Pak Iwan, maafkan Zevanya. “   TES…   Akhirnya, air mata Zevanya mengalir juga. Zevanya menutup mulutnya agar tidak minumbulkan suara isak tangis karena takut menganggu adiknya. Tubuh Zevanya gemetar, ia menempelkan tangannya di dinding sambil terus menangis.   Tiba – tiba saja pintu kamar adiknya terbuka, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN