If you ever leave me, Baby Leave some morphine at my door Cause it would take a whole lot of medication To realize what we used to have, we don’t Have it anymore… Jari-jari yang menari di atas tuts piano itu berhenti. Tangannya terkepal erat kontan memukul deretan tuts alat itu dengan geram, menghasilkan nada kasar yang mengentak irama. Ia berdiri dengan gusar membuat bangku yang tadi didudukinya berdecit dan berubah posisinya. Vano berdiri di hadapan dinding kaca besar yang nyaris seluruhnya tertutupi dengan embun. Angin yang berembus kencang membuat tirai transparan di hadapannya bergelombang mengikuti arah angin. Menyentuh ujung jemari kakinya dengan lembut seolah menggelitik untuk tak menghiraukannya. Namun pikirannya telah terpaku. Membeku pada sosok gadisnya. Langit tengah m

