Epilogue

640 Kata

Suasana di gedung itu semakin remain dan terasa hangat. Sepasang kekasih telah mengikat sebuah janji pada Tuhan dengan ketulusan dan penuh kasih. Mereka saling tertawa bahagia, bertatapan dengan penuh sayang, membuat para tamu yang hanya melihatnya pun turut merasakan kebahagiaannya. Bahkan sebagian dari mereka begitu iri kepada pasangan itu. “Cepatlah Nancy, jangan sampai kita melewatkan kesempatan berfoto dengan mereka!” Nancy membenarkan high-heels yang dikenakannya. “Oh Aline! Dengarlah sabdaku, bahwa sesungguhnya wanita yang penyabar itu akan mendapatkan jodoh yang tampan seperti Vano!” gerutu Nancy, ingin sekali menggigit heels yang membuatnya repot! “Oh, Nancy. Kurasa Vale bukan tipe yang penyabar,” cicit Kelly membalasnya seraya melengos pergi, membuat Nancy melotot penuh ke ara

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN