“Oh aku senang sekali kau kembali, Valecia.” Tasya memeluknya erat. Vale tersenyum tipis menanggapinya seraya membalas pelukan itu dengan tak kalah eratnya. “Aku minta maaf soal—” “Ssshhh, sudahlah. Aku juga perempuan, aku mengerti Val.” Tasya mengibaskan tangannya, lantas menampilkan senyum termanisnya. “Baiklah, lebih baik kau membantuku memasak. Biarkan mereka berbincang soal pria.” Tasya terkekeh seraya Vale tersenyum menanggapinya. Pandangannya beralih pada dua lelaki tampan yang tengah larut dalam perbincangan serius. Entahlah, sepertinya Vale tidak akan mengerti apa yang mereka bicarakan. Sorot matanya menatap lurus pada sosok Vano. Dirinya tanpa sadar mengulaskan senyuman manis walaupun Vano tidak melihat ke arahnya. Vale sangat bersyukur dipertemukan olehnya. Lelaki itu me

