Lobi lantai teratas Ararya Group yang tenang mendadak terasa mencekam saat denting lift berhenti dan pintu terbuka, menampakkan sosok wanita paruh baya yang masih terlihat luar biasa awet muda. Nyonya Gayatri melangkah keluar dengan dagu terangkat, memancarkan aura aristokrat yang kental. Ia mengenakan terusan sutra dari desainer ternama, tas kulit buaya yang harganya setara mobil mewah melingkar di lengannya, dan perhiasan berlian yang berkilau tajam di bawah lampu kristal kantor. Kecantikannya memang tak lekang oleh waktu, namun matanya memancarkan kedinginan yang sama dengan Praditya—sebuah garis keturunan yang tak bisa dibantah. Alih-alih mengikuti arahan Wira untuk menuju lounge di lantai sepuluh, Gayatri dengan langkah angkuh berjalan lurus menuju meja sekretaris utama. "Di mana p

