19

1429 Kata

Suasana penthouse yang biasanya sunyi dan elegan kini berubah menjadi medan drama baru. Akibat "perang harga diri" di warung Pak Soleh tadi, Praditya harus menerima konsekuensi yang cukup memalukan bagi seorang CEO Ararya Group. Ia sudah mendekam di dalam kamar mandi kamar utama selama hampir tiga puluh menit. "Mas... sudah belum kamar mandinya?" Amindita mengetuk pintu kaca buram itu dengan tidak sabar. Handuk sudah tersampir di bahunya, dan ia sudah merasa gerah setelah seharian bergelut dengan debu kantor dan asap lalapan. "Apa sih... sebentar!" sahut suara dari dalam, terdengar sedikit tertahan dan berat. "Aku mau mandi, Mas... gerah banget ini," keluh Amindita lagi, dahi dan lehernya sudah mulai terasa lengket. "Di kamar mandi lain kan bisa! Kenapa harus di sini?" balas Praditya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN