Pintu mobil SUV mewah itu terbuka dengan suara dentingan yang halus namun terasa berat di telinga Amindita. Sepasang sepatu pantofel hitam mengkilap menapak di atas aspal yang sedikit berdebu di depan warung tenda Lalapan Khas Lamongan itu. Praditya turun dengan aura yang sama sekali tidak sinkron dengan kepulan asap sambal terasi dan aroma ayam goreng di sekelilingnya. Bahkan parfum mahalnya saja seakan tak ada harga dirinya dengan bau sedap bumbu. Ia masih mengenakan kemeja kerja mahal tanpa jas, lengan kemejanya digulung hingga sikut, memperlihatkan jam tangan yang harganya mungkin bisa membeli seluruh ruko di deretan ini. Langkah kakinya yang lebar membawanya masuk ke kolong tenda. Kehadirannya seketika membuat suasana warung yang tadinya riuh oleh obrolan tukang ojek dan karyawan si

