“Apa kabar, Sergei? Seperti kau berusaha untuk tetap hidup. Aku suka itu.” Kamar rumah sakit tampak sedikit lebih gelap dari sebelumnya. Pria itu menyentuh Sergei. “Aku ingin meihat kau bernapas dengan usahamu sendiri,” ujar suara samar itu sambil menarik turun ventilator yang terpasang di tubuh Sergei. Sosok itu menjulang di dekat tubuh Sergei yang kaku. Sergei merasakan dirinya sulit bernapas, ia tidak mampu bergerak saat pria itu menyentuh matanya, membuka kelopak matanya sementara napasnya terasa sesak. Sergei hanya dapat menyaksikan bayangan di atas tubuhnya sebelum sosok itu menyorotkan cahaya terang di mata Sergei, membuatnya buta total dalam sekejap. Sergei hanya dapat menyaksikan bayangan putih di matanya, tanpa objek lainnya sambil mencoba untuk tetap bernapas. Kini, sosok g

