FELIX - 51

2750 Kata

Jarum jam menunjukkan pukul tiga dini hari saat bayangan gelap yang seakan melintasi sisi ranjang Alena, membuatnya terbangun dengan mata terbelalak lebar. Tersentak kaget saat telinganya mendengar tarikan napas berat dan panasnya napas yang mengenai kulit. Suara bisikan yang masih jelas diingat oleh Alena. Ia merasakan keningnya basah, dan napasnya tersedat. “Ya Tuhan, aku hanya bermimpi,” gumam Alena tanpa merubah posisi tidurnya yang miring dan Rudolf tepat berada di belakangnya. Hembusan napas kasar dari hidung mancung Rudolf. Alena merasakan dirinya tak bisa bergerak dengan lilitan tangan dan kaki milik suaminya yang tampak tertidur pulas. Rudolf membenamkan wajahnya ke dalam tengkuk leher Alena. Langit malam yang terlihat begitu gelap tanpa bintang dan Alena dapat melihatnya dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN