Rudolf masih berdiri di ambang pintu yang terbuka lebar sedangkan Alena berdiri di tengah ruangan dan merasakan tubuhnya lelah secara mental. Semua yang terjadi terasa bagai sentakan, menyadarkan dirinya akan semua kehidupan masa lalu sang suami. Alena sadar jika suaminya memiliki hubungan yang mendalam dengan Louisa, dan kini jelas ia tak lagi mencintai Louisa. Semua ucapan Rudolf terekam jelas di kepala Alena. Setiap patah kata meski semua terucap dengan penuh emosi dan amarah. Kecewa dan rasa sakit yang terpancar dari dalam diri Rudolf. Alena juga menyaksikan bagaimana letupan luka masa lalu Rudolf yang menggerus jiwanya dengan menyaksikan wanita yang dicintainya berkhianat di belakangnya. “Alena. Sayangku.” Suara lembut Rudolf jadi terdengar lantang di ruang sepi yang hanya ada mer

