Ketiganya masih berdiri sambil berhadap-hadapan. Keadaan yang kian bergulir tanpa arah bagai bola panas. Napas Enrique yang acak-acakan dan tatapan yang masih nanar tertuju pada Kate dan Nolan bergantian. Ketegangan yang seakan melingkupi ketiganya. “Aku harap kau datang bukan untuk menuduh putra ku ada di balik keputusan Louisa,” tandas Kate dengan suara yang terdengar tegas. Tarikan napas Enrique yang terdengar keras dan disusul dengan hembusan napas setelahnya. Enrique mencoba untuk mengembalikan kendali dirinya di hadapan Kate dan Nolan. Bayangan Louisa yang bersimbah darah seakan bagai tikaman yang lebih menyakitkan bagi Enrique. Napas Louisa yang pendek-pendek dan wajahnya yang kian pucat seakan membawa Enrique pada tepian kehidupan. “Aku tahu kau mencinta Louisa, Cody.” Suara

