Alena menarik napas, ia meneguk air dalam gelas yang di genggamnya. Alena mencoba untuk menenangkan dirinya dengan lebih baik sebisa yang ia mampu. Alena merasakan tubuhnya bergetar, beberapa jam di dalam ruang bersama Rudolf, dan yang lainnya, mengulang masa yang sudah berlalu seakan menarik Alena pada masa kelamnya. “Anda baik-baik saja, Mrs. Felix?” tanya Clancy yang tiba-tiba muncul dari belakang Alena membuat Alena berjingkat karena terkejut. Alena tampak cemas dan tangannya sedikit gemetar di bawah tatapan Clancy. “Aku tidak baik-baik saja Clancy. Semuanya seakan terbuka lebar dalam ruangan itu.” Alena menunjuk pada ruang kerja Rudolf yang berisikan Rudolf, Eva dan Nick. Kecemasan yang terbit di wajah cantik Alena. “Anda yakin jika Mrs. Felix pernah menemui Ibu Anda di rumah k

