Kota London yang telah berubah gelap saat Clancy keluar dari dalam taksi dan berjalan masuk ke dalam sebuah bar yang terlihat ramai. Clancy masuk tanpa kesulitan meski antrian di belakangnya begitu panjang. Mereka bersorak dan memaki saat mengetahui seseorang dapat dengan mudah masuk lebih dulu tanpa melewati barisan. Dentuman musik yang menghentak dan sorot lampu warna-warni yang berputar-putar bersahutan dengan suara teriakan kencang dan riuh rendah pengunjung di lantai dansa. Clancy terus berjalan sampai ia mendapati sesosok pria yang sama dengan yang ia temui beberapa waktu lalu. Malam ini pria berpotongan cepak dengan rambut pirang terang tampil lebih santai meski sepucuk senjata tetap tersemat di pinggangnya. Clancy mengambil duduk tepat di sebelahnya. “Kenapa kau memintaku untuk

