FELIX - 80

2106 Kata

  Rudolf dan Alena tertidur di sofa usai perbincangan keduanya tentang masa depan yang mereka berdua impikan. Alena meringkuk dalam pelukan Rudolf, di atas pangkuannya. Keduanya lelah dan tertidur. Waktu menunjukan pukul sepuluh. Rudolf menguap dan tatapan matanya jatuh pada ponsel-nya yang menandakan sebuah notifikasi masuk. Dengan susah payah Rudolf meraihnya dengan bergerak pelan tanpa membangunkan Alena. Mengulurkan tangannya untuk menggapai.   Sergei menunjukan reaksi malam ini.   Napas Rudolf seakan berhenti di tenggorokan. Pesan yang dikirim Nick. Rudolf langsung menoleh ke wajah Alena yang tertidur di atas dadanya. Rudolf membuka pesan lainnya.   Seseorang telah meledakkan kediaman Sergei Martinez, Sir.   “Tidak mungkin,” desis Rudolf dengan mata terbelalak dan membuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN