Suara bel yang ditekan dengan tidak sabar sebanyak tiga kali membuat Eva Tylor berjjingkat sebelum beranjak dari kursi di ruang makan yang ia duduki. Eva melangkah cepat ke arah pintu lalu memutar knop pintu. Eva belum pernah menrima tamu sepagi buta sekarang. “Hi Eva,” sapa seorang pria dengan suara serak dan tatapan lurus sebelum keduanya tersenyum. “Hi, Aiden,” balas Eva sambil menggeser pintunya untuk memberi jalan pada Aiden sebelum Eva menutup pintu di belakang langkahnya. Ruang apartemen yang tampak sepi. “Kau tinggal sendirian?” tanya Aiden sambil melepaskan coat yang dikenakannya ke atas sofa di ruang tamu apartemen yang ditinggali Eva. “Aku mengundangmu ke sini bukan untuk bernostalgia, Mathis,” seloroh Eva dan Aiden memutar tubuhnya untuk berhadapan langsung dengan Eva y

