Bab.9 Kedatangan ibu suri

1094 Kata
Satu hari telah berlalu , matahari yang begitu cerahnya, menyapa pagi ini . Namun Yuki terlihat seperti memikirkan sesuatu. Kenzi yang saat itu baru kembali dari lari paginya , dia melihat raut wajah istri kesayangannya nampak memikirkan sesuatu. Kenzi pun mendekat dan memeluk erat Yuki sembari memberikan kecupan hangat di sekitar wajah Yuki. "Sayang kenapa wajahmu seperti ini hmm, apa ada masalah?"tanya Kenzi dengan lembut "Aku ingin kita memiliki anak, enam tahun sudah kita menikah, tetapi Tuhan sepertinya belum mengijinkan kita, padahal kita berdua tidak ada masalah apapun, dokter mengatakan kita semua sehat." "Heii, sejak awal aku tidak pernah mempermasalahkan soal anak, biarlah mengalir apapun rencana Tuhan nanti, mungkin Tuhan mau kita benar - benar siap dulu, ya sudah sebentar, aku angkat telepon dulu ya." "Iya." [Halo, iya Masaaki ada apa?] [Hmm, ada kabar dari Tanaka, kalau ibu suri mau pulang] [Apa! Tetapi untuk apa dia datang, mengapa dia tidak memberikan kabar padaku] [Besok malam diperkirakan jadwal kedatangan ibu suri di bandara Tokyo, Tuan Kenzi] [Aku hanya mengkhawatirkan Yuki, karena dia belum pernah bertemu ibu suri] [Saran saya, lebih baik Tuan Kenzi ceritakan saja pada Nyonya Yuki, tentang ibu suri] [Aku tidak berpikir kalau ibu suri akan pulang, dia itu kan sudah menetap di Amerika, entah mau berbuat apa dia kembali ke Tokyo] [ Ya biar bagaimana pun ibu suri itu istri dari ayah angkat Tuan, walau dia mungkin tidak ramah, sejak kecil dia juga ikut mengurus tuan] [Ya aku tahu akan hal itu, ini pasti ada kaitannya dengan keturunan, aku dan Yuki hingga saat ini belum diberikan ijin memiliki keturunan, ini pasti bisa menjadi masalah bagi ibu suri] [Ya sudah itu saja tuan, nanti malam beliau sendiri yang meminta saya untuk menjemputnya di bandara] [Baiklah Masaki terima kasih untuk informasinya] Setelah menerima telepon dari Masaki, mendadak wajah Kenzi tidak tenang, dia memikirkan kedatangan ibu suri yang mungkin akan bisa membuat masalah bagi rumah tangganya bersama Yuki. Waktu begitu cepat bergulir, tak terasa malam pun tiba, tak lama suara mobil terdengar di halaman rumah Kenzi. Benar saja itu mobil Masaki, terlihat seorang ibu - ibu paruh baya namun masih terlihat cantik dia lah ibu suri , ibu angkat dari Kenzi yang selama ini menetap di Amerika. Kenzi yang saat itu berada di ruang tamu dengan sigap menemui ibu angkatnya itu, sedangkan Yuki saat itu masih berada di klinik miliknya. "Selamat malam ibu , mengapa ibu tidak memberi kabar padaku jika mau datang." "Kau pikir kau ini siapa bisa mengaturku, kau ini hanya sekedar anak angkat , suamiku yang mengadopsimu dulu, ingat kau itu bukan anak kandungku, lalu bagaimana bisa kau menyerahkan white mansion kepada Masaki, apa maksudmu! Kau lebih memilih tinggal di rumah sederhana seperti ini, entah apa yang ada dipikiranmu itu. Kau ini bodoh sekali Kenzi." "Oh masalah itu karena aku sudah tidak mau lagi meneruskan bisnis ayah lagi bu." "Kau ini bodoh atau apa hah, kau tumbuh dan besar serta semua kekayaan dan kekuasaan ini, semua karena bisnis ayah angkatmu, kau lebih memilih menikah dengan gadis biang onar itu, walau aku tidak hadir tetapi aku tahu semua kebodohanmu setelah kau mengenal gadis biang onar itu, kau menjadi lelaki lemah, aku ingin kau kembali urus semuanya, kau itu sudah kami angkat tetapi kau tidak mau mengabdi pada ayah dan ibumu ini, tidak tahu diri kau ini, lalu kau sudah menikah dengan gadis biang onar itu, mana keturunan kalian tidak ada kan." "Ibu, dia bukan lagi gadis biang onar, dia sudah menjadi dokter muda dan saat ini sudah buka klinik sendiri." "Kau pikir aku peduli , tetap saja dia itu tidak layak bagiku, dia sampai kapan pun akan tetap menjadi wanita urakan hanya bisa buat keonaran, apa bagusnya sampai kau begitu bodoh memilihnya untuk menjadi istrimu." "Dia yang membuatku bisa hidup normal bu." "Normal! Ingat Kenzi, kau lupa dulu kau selalu direndahkan karena kau miskin, lalu apakah dengan kemiskinan hidupmu akan normal, aku tidak mau tahu, kau harus menceraikannya, kau harus kembali meneruskan bisnis ayahmu ini, aku ini sudah tua, aku tidak bisa memegang bisnis ini, kau sebagai anak angkat yang kami besarkan kau harus tetap mengabdi, kau jangan lupa semua yang kau miliki saat ini semua berkat bisnis ayahmu itu, dan saat istrimu pulang dari klinik, katakan padanya aku ingin bicara secara empat mata dengannya." "Aku sudah berjanji padanya jika aku tidak akan kembali lagi ke dunia kelam. Bagiku saat ini menjadi CEO Golden University dan Golden Property sudah cukup, aku tidak lagi mau beurusan dengan bisnis kotor lagi bu." "Aku bilang tidak perlu membantahku , suka atau tidak suka, kau harus menceraikannya dan kau harus kembali ke dunia bisnis itu." "Bu, aku mohon , jangan pernah memintaku untuk menceraikannya, aku sangat mencintainya bu." "Tidak! Kau pikir aku perduli dengan air matamu itu, jika kau tidak segera menceraikannya dan tidak kembali menjalankan bisnis ayahmu, maka jangan salahkan aku, jika aku akan membuat wanita kesayangangmu itu hancur, kau jangan lupa aku pun masih punya akses anak buah dengan sekejap bisa aku buat wanitamu itu lenyap, jika kau mau dia tetap selamat maka ceraikan dia dan kembali jalankan bisnis ayahmu." Satu jam berlalu, akhirnya Yuki pun pulang, dengan keceriaan memeluk erat Kenzi, tanpa dia sadari ibu suri memperhatikannya dari arah ruang tamu. Sekejap suara ibu suri membuat Yuki terpaku. "Lepaskan tanganmu dari tubuh anak angkat ku, baru pulang kau rupanya, duduk kataku!" "Ibu suri, salam kenal dariku." ucap Yuki sembari mencium tangan ibu suri. "Tidak perlu mencium tanganku, aku sudah muak dengan keberadaanmu di sini." "Apa salahku ibu suri." "Salahmu sangat fatal, untuk itu malam ini juga , kau kemasi semua barang - barangmu. Kau dan Kenzi juga harus bercerai , lusa pengacaraku akan mengurus perceraian kalian berdua". "Aku sangat mencintai Kenzi, itupun sebaliknya. Aku tidak mau bercerai." "Kau masih tidak sadar juga rupanya, karena kau yang lebih dulu menggoda anak angkatku, semenjak mengenalmu dia menjadi lelaki lemah dan bisnis yang sudah memberikan kekuasaan dan kemegahan ini harus rela dia lepaskan karena kau yang memintanya, kau pikir kau ini siapa , kau bukanlah bagian hidup dari Kenzi , aku dan suamiku yang membesarkan Kenzi dengan bisnis ini semua." "Ibu tapi usaha sekolah dan properti sudah lebih dari cukup untuk semua keperluan keluarga ini. Aku hanya ingin Kenzi memiliki usaha yang bersih agar tidak ada masalah dengan hukum nantinya." "Kau pikir Golden University dan Golden property berdiri dari mana, dua usaha ini berdiri dari uang suamiku, uang dari bisnis terlarang semua ini , kau hanya orang luar , bukan siapa - siapa , aku bilang cepat kau keluar dari sini." Yuki pun sembari menahan air mata dia segera memasuki kamar dan mengemasi semua barang - barangnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN