"Dea, kamu tinggal saja di sini. Ini juga rumahmu," ajak Dito lembut. Dea tampak ragu menganggukkan kepalanya, tetapi ia tetap menerimanya. Kalau tidak tinggal bersama kakaknya, ia mau tinggal di mana lagi? Tak mungkin ia kembali ke rumah peninggalan keluarga Calya, bisa-bisa Bagas akan datang dan mengambil Sirius dari hidupnya. "Jangan merasa sungkan, Dea. Ini rumah kita, mama dan papa juga pasti mau kita kembali bersama di rumah ini," tambah Dito yang mengetahui adanya keraguan di sorot mata adiknya itu. Ia pun beranjak dari duduknya. "Ayo Kakak antar ke kamar kamu." Ia berjalan mendahului Dea yang tengah menggendong Sirius. Keduanya melangkah menaiki tangga menuju lantai dua, di sana terlihat ada tiga pintu yang berjejer. Dito pun mendekat ke pintu yang berada di tengah, membu

