Perbincangan di Mobil

1080 Kata

Sepanjang perjalanan, Dea dan Bagas diselimuti oleh rasa canggung dan keheningan. Keduanya pun terlihat tak berniat sama sekali untuk memecahkan keheningan yang tercipta di antara mereka. Hingga, suara tangisan Sirius yang tiba-tiba memecahkan keheningan kedua orang tuanya. Air mata bayi itu mengucur dengan deras, bahkan wajahnya yang putih terlihat memerah. Sontak saja Dea kelabakan menenangkan anaknya. "Aduh, kamu kenapa Sayang? Kok tiba-tiba nangis kayak gini?" Wanita itu pun menaruh jari telunjuknya di bibir Sirius, dan sontak saja bayi mungil itu mengisap jari Dea seolah itu adalah sumber makanannya. "Kamu lapar, Nak?" tanya Dea yang tentu saja tidak bisa dijawab oleh buah hatinya. Dea pun dilanda kebingungan, botol s**u yang berada di dalam tasnya telah tandas tak tersisa. Siri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN