Dea dengan didampingi oleh pengacaranya berjalan memasuki ruang persidangan, terlihat di dalam sana Bagas dan kedua orang tuanya telah duduk di tempat yang disediakan untuk mereka. Setelah beberapa minggu lalu menghadiri meditasi yang tak menggoyahkan keyakinan Dea untuk berpisah, kini wanita itu pun berjalan dengan mantap memasuki ruang sidang tersebut. Tak ada perasaan takut atau pun menyesal di dalam hatinya. Suara langkah kaki Dea terdengar memecahkan keheningan ruangan tersebut, Bagas pun mengalihkan pandangannya dan menatap Dea lekat. Wanita itu terlihat cantik dan anggun dengan dress putih tak berlengan dengan panjang yang menjuntai hingga mata kakinya. Ia memasang senyum terbaik di wajahnya, mendudukkan bokongnya di kursi yang bersebrangan dengan Bagas. Beberapa menit kemudia

