Pandangan mata Dea mengelilingi tempat yang terasa asing baginya itu. Untuk pertama kalinya, Dea kini menginjakkan kaki di Bandara Internasional Paris Charles de Gaulle. Ratusan orang tampak berlalu lalang di hadapan Dea. "Dea, yuk kita langsung cari teman Kakak yang jemput kita," ajak Dito yang baru saja datang dengan membawa koper miliknya dan Dea. Dea pun hanya menganggukkan kepalanya seraya menggendong Sirius yang terlihat tidur lelap dengan headphone yang melekat di kedua telinganya. Tangan Dea yang terbebas dari gendongan Sirius pun memegang lengan kakaknya, takut jika ia terpisah dengan pria itu. Bisa-bisa Dea menjadi gila kalau terpisah dengan Dito, seorang diri di negeri yang asing baginya. Apalagi dengan statusnya yang seorang janda saat ini. Mungkin saja dia akan diculik o

