Bersatu

1043 Kata

Kedua mata Bagas sontak membulat sempurna dibuatnya setelah mendengar ucapan Mamanya. Ada rasa tak rela ketika Mamanya berkata akan mengambil Dea dan anaknya dari hidupnya. Sangat tak rela. “Mama gak bisa gitu dong! Itu kan anak dan istri Bagas, kok Mama mau bawa mereka?!” ucap Bagas tak terima. Mama Bagas pun menatap sinis ke arah Bagas, membuat nyali pria itu menjadi menciut. “Kamu tahu? Pernikahanmu dan Dea adalah sebuah dosa, kamu menikahi dia bersaudara yang sedarah!” Dea pun menatap Bagas dengan lekat, mereka sama sekali tak memikirkan hukum pernikahan mereka di mata agama saat menyetujui perjanjian tersebut. Wajah Dea seketika pucat dan keringat dingin mengucur dari dahinya. “Aku... aku sama sekali tidak tahu tentang itu, Ma,” cicit Bagas dengan suara yang hampir menyerupai sebu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN