Tamparan Keras

1087 Kata

“BAGAS!” Suara pekikan yang begitu menggelegar langsung menyapa telinga Bagas dan Dea yang yang saja tersadar dari pingsannya. Mereka berdua pun sontak melepaskan tautan tangan mereka yang saling menyatu di atas kasur. Menatap Mama Bagas dengan tatapan takut. “Mama, jangan teriak-teriak. Ini rumah sakit loh, yang ada kita diusir keluar sama satpam,” peringat Papa Bagas yang muncul di belakang istrinya. Pria itu hanya bisa berdecak kesal seraya menggelengkan kepalanya melihat perilaku istrinya yang sangat berlebihan ketika menyangkut masalah Dea dan bayinya. Tetapi, Mama Bagas tak mempedulikan ucapan suaminya, ia tetap melonggos masuk ke dalam pavilium mewah tersebut. Terdapat tiga buah sofa, kulkas, televisi dan satu ranjang tambahan di samping ranjang Dea. Ia pun segera menghampiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN