Sebuah kartu undangan dengan desain yang cukup mewah mengukir nama Dito dan Dea membuat Dito mengernyitkan dahinya bingung. Pria itu pun meraih undangan yang berada di meja tersebut dan membaca isi undangannya. Matanya sontak membulat saat melihat sang pengirim yang hampir mustahil mengenalnya jika Dea tak berurusan dengan salah satu ahli warisnya. "De, undangan ini kamu dapat dari mana?" seru Dito dari ruang tamu. "Tadi ada yang antar ke sini!" balas Dea dengan suara yang sedikit dikeraskan, pasalnya wanita itu sekarang tengah berada di kamarnya. Dito pun mengerti. Ia melangkah ke kamar Dea, begitu pintu kamar wanita itu dibuka tampak Dea tengah sibuk dengan berbagai sketsa rancangan baru yang akan mulai diproduksi oleh butiknya bulan depan. Ditambah, beberapa hari belakangan ini

