Usai tangis itu pecah, Danis membimbing Rea menuju mobilnya. Ia membukakan pintu untuk Rea. Keraguan tampak jelas di wajah perempuan itu. Ia menatap Danis meminta persetujuan. Danis menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Tanpa membalas senyum itu, Rea duduk di kursi penumpang tepat di sebelah Danis. Sebelum ikut masuk ke dalam mobil, Danis mengeluarkan handphonenya untuk memberi kabar pada Ranisa agar keluarganya tak perlu merasa khawatir lagi. "Halo kak, iya Rea udah ketemu. Tolong kabarin mama dan ibu." Jelas Danis secara langsung. Ranisa mengiyakan permintaan Danis. Ia bersyukur adiknya ttidak apa-apa. Danis mengakhiri panggilan setelah tidak ada yang ingin ia bicarakan pada kakak iparnya itu. Danis kembali memasukan handphonenya ke dalam saku celana. "Jangan melamun." Ucap Danis

