kekuatan baru

1870 Kata
Dongeon tower 4 Hari di mana Alea berpikir dirinya akan mati, malah dia mendapatkan sebuah kemampuan yang dirinya saja tidak tahu apa. Bertahan selama tiga tahun dengan rank F membuat dia benar-benar tak habis pikir jika dirinya akan mendapatkan sebuah kekuatan saat hidupnya akan berakhirnya. Utusan dewa, apakah itu lelucon, apakah dewa memberinya sebuah kekuatan baru? Entahlah. Saat ini Alea merasa sangat tenang, dengan mata tertutup dan keadaan yang seolah hening tanpa ada ketakutan, kesakitan yang dia rasakan, apakah ini yang selama ini dia cari? apakah ini yang dinamakan kedamaian? Apakah Alea benar-benar mati dalam penyergapan terakhir, apakah hidupnya hanya sampai di batas ini saja? Semua pertanyaan itu menggema di kepalanya, dia yakin dia sudah mati sekarang, percuma mendapat kekuatan di saat hidupnya benar-benar tak bisa diselamatkan lagi. Apakah sistem sebodoh itu memberikan dirinya kekuatan di saat terakhir? Yah, mungkin sistem atau dewa itu sendiri yang bodoh karena sudah memberikan sebuah Rahmat di saat yang tidak tepat. Kenapa juga mereka baru memberikan dirinya kekuatan, kenapa tidak sedari dulu mereka memberinya sebuah berkah untuk menjadi lebih berguna. "Karena kau bodoh!" Tunggu, apakah Alea baru saja mendengar sebuah suara? Apalah ada seseorang di sekitarnya? Apakah dia masih hidup. Dia membuka matanya perlahan, lalu melihat sekeliling yang terlihat kosong dan... Hitam. Tidak ada satu benda yang bisa dia lihat. Ah mungkin saja mimpi, dia bermimpi ada yang mendengar suaranya harinya dan pikirannya, makanya ada suara lain yang seolah masuk kedalam kepalanya. "Benar-benar bodoh untuk menjadi seorang tuan dari kekuatan yang agung ini!" Suara itu disertai dengkusan kecil yang membuat Alea mengedarkan pandangannya, dia mencari ke segala arah dan kembali tidak menemukan apa-apa. "Tentu saja kau tidak akan menemukan diriku, kau terlalu bodoh untuk bisa melihat sosok ku yang agung." "Berhentilah mengataiku bodoh, tunjukkan saja wujud mu dan aku akan menghajar mu!" Sentak Alea yang merasa ketenangannya terganggu, padahal dia sudah mendapat apa yang dia inginkan, kematian dan ketenangan yang selalu dia dambakan selama ini. "Pada dasarnya kau bodoh, itu alasan kenapa kau tak bisa melihatku dan tidak pernah tau kita di mana." "Sialan!" Dengkus Jojo tak suka di setiap ucapan pria itu. Suaranya terkesan angkuh dan menyebalkan, apakah dia manusia atau dia hanya seorang yang akan mendatangi dirinya setelah mati. "Dan bodohnya lagi, kau belum mati bodoh, kamu masih hidup dan ada di alam bawah sadar mu sendri, itulah kenapa aku mengatakan kau bodoh, kau terlalu bodoh untuk mengerti betapa agungnya kekuatanku hingga kau tak sadar, kau adalah makhluk bodoh yang beruntung memiliki diriku, hanya saja kau terlalu bodoh hingga pemikiran tak sampai untuk mengetahui keagungan kekuatanku." Satu kalimat panjang dari celoteh pria yang mampu di dengan oleh Alea adalah. "Bodoh, bodoh, Bodoh, bodoh. Dan bodoh." Apakah orang ini tidak memiliki kalimat lain selain bodoh. "Karena kau bodoh! SIALAN!" teriak suara itu yang berhasil membuat telinga Jojo berdenging keras. "Sakit sialan!" "Bodoh! Kenapa kau begitu menyebalkan, lihat saja, beri aku nama dan akan ku hancurkan kau saat itu juga! Bodoh sialan!" "Diam lah, jangan berteriak di telingaku!" "Kau terlalu bodoh untuk ku diamkan!" "Aku tidak bodoh sialan!" "Bodoh. Kau bodoh!" "Berhenti mengatai aku bodoh!" "Maka beri aku nama dan aku akan berhenti mengatai mu bodoh!" Alea terdiam saat itu juga, dia memikirkan sesuatu, lalu saat itu juga ada bar notifikasi sistem yang muncul di hadapannya, ah sepertinya memang dirinya belum mati, benar apa yang di katakan oleh pria itu, dia belum mati. Alea membaca semua yang ada di dalam keterangan bar notifikasi. Membaca semua dari awal hingga satu keterangan yang mengatakan jika tubuhnya tengah koma. Apakah itu artinya dia benar-benar koma dan saat ini dia tengah berada di alam bawah sadarnya. "Sudah ku katakan sedari tadi, kau belum mati bodoh!" "Kenapa kau selalu menggangguku dengan ucapan bodoh dan bodoh. Apa kau tidak bisa berhenti?" "Tidak sebelum kau memberiku nama!" Sistem : ego memintamu untuk memberikan nama. Ego yang memiliki pemikirannya sendiri membutuhkan nama dan keyakinan dalam diri mu untuk menemukan wujud yang sesuai, beri dia nama dan dia akan setia melayani mu. Sistem : apa kau ingin memberi nama untuk ego? Alea terdiam sejenak, ego yang bisa berpikir dan membantu dirinya, membutuhkan nama keyakinan dalam dirinya untuk menentukan wujud aslinya. Apakah ini sebuah kemampuan baru yang terlahir dari anugrah dewa yang dia terima saat sekarat beberapa waktu lalu? Apakah ini berarti dia memiliki kesempatan untuk terus berjuang dan berkembang. Jika iya, maka Alea tak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada, jika memang ini jalan menuju sebuah kekuatan yang bisa membantu semua orang, maka Alea tak akan menyerah, dia akan mengambil kekuatan ini untuk terus berkembang dan membantu mereka yang jelas membutuhkan bantuannya. Sistem : pilih nama untuk ego mu sendiri. Alea terdiam sejenak, lalu sesuatu terpikir dalam benaknya, ya dia bisa memberi nama egonya dengan sesuatu yang mudah untuk di ingat. "Augus, aku akan memberi namamu Augus!" "Apa? Kenapa harus Augus sialan, apa tidak ada nama lain yang bisa kau berikan!" Alea membiarkan egonya berteriak protes, abaikan saja, sebanyak apapun egonya berteriak tidak akan mengubah pendiriannya, dia suka nama Augus, terserah jika dia tidak suka sekalipun, Alea akan tetap menggunakan nama itu. Sistem : silahkan tulis nama untuk memverifikasi nama ego anda. "Jangan coba-coba tau aku akan menghancurkan mu setelah ini!" Sekali lagi Alea mengabaikan ucapan ego itu dan menuliskan nama sesuai dengan apa yang dia inginkan, Augus. Sistem : anda sudah memberi nama ego anda. Setiap kenaikan level ada maka ego akan ikut naik level, ego bisa menyerap semua kekuatan yang anda inginkan dan menjadikan sebagai kekuatan miliknya sendiri. Ego bisa memberi Anda kekuatan dan membantu anak naik level dengan pesat. Syarat skill : tidak ada. Mana yang di gunakan : tidak ada. Waktu cooldown down : tidak ada. Alea membaca semua informasi yang ada dan tercengang saat melihat skill ini bisa dia gunakan berapa kali pun dia inginkan. Sungguh apakah ini yang namanya berkah yang dewa berikan untuk dirinya. Apakah Alea bisa menjadi sosok yang berguna setelah ini? Sistem : tentukan bentuk ego yang anda inginkan. "Apakah aku bisa merubah bentuk ego yang aku inginkan?" Sistem : ego dapat berubah menjadi sesuatu yang anda inginkan saat level ego naik dan mencapai skill tertentu yang membuat kemampuannya berkembang. Alea terdiam, jadi dia bisa menjadikan kemauannya ini sesuai seperti apa yang dia inginkan, apakah itu berarti tidak ada batasan kekuatan saat ego miliknya naik level. "Tentu saja, sudah ku katakan berapa kali, aku ini hebat, dan kau terlalu bodoh untuk menyadari hal itu." "Diam dan berhenti memanggilku bodoh!" Ucap Alea sembari terdiam. Sistem : ego akan menuruti semua perkataan tuannya dan Tak bisa lepas sebelum pemiliknya mati. Jojo membaca lamat-lamat apa yang sistem katakan, sepertinya dia memiliki keuntungan untuk itu. Alea terdiam sembari memikirkan apa yang akan dia lakukan nanti. "Sialan, jangan berpikir sesuatu yang tidak perlu atau aku akan membunuhmu nanti." "Diam, kau bisa diam tidak! Lebih baik tutup mulutmu dengan kain supaya kau tidak membuat telingaku berdenging!" Ucap Alea yang tanpa dia sadari Augus terdiam karena ucapannya, hening dia rasakan dan hanya gelap yang dia lihat, tulisan sistem kembali muncul. Sistem : Selamat kau telah memiliki ikatan dengan sebuah ego, kembangkan dan raihlah level tinggi untuk menunjukkan kemampuan mu. Sistem : tentukan bentuk dasar ego yang kau inginkan. Ah Alea hampir saja lupa dengan hal ini, dia harus menentukan bentuk seperti apa untum Augus. Dia terdiam sebentar mencoba memikirkan sesuatu benda yang berguna untuk dirinya. Lalu pikiran tertuju pada sebuah pedang yang selama ini menjadi hal yang paling dia butuhkan untuk bertarung, Jojo selalu mengandalkan pedang untuk bertahan dan menyerang. Lalu kenapa dia tidak menerapkan pada ego dan membiarkan dia menjadi sesuatu yang berguna jika dia diberi kesempatan untuk hidup lagi. Lalu tak lama setelahnya setelah dia membayangkan sebuah pedang, kumparan cahaya terlihat di hadapannya. Alwan terdiam menyaksikan semua itu. Apakah ada yang salah dengan proses yang tengah berlangsung? Tidak, semua ini tentu saja berjalan dengan normal, Alea bisa merasakan bahwa kekuatan itu hadir, hadis dalam bentuk sebuah cahaya yang kini berubah menjadi kilatan dan menyerap semua kegelapan ini, kegelapan yang tak bertepi selayaknya ilusi berubah menjadi sebuah kuil tua yang Alea pijak. Apakah aneh? Tentu saja, semua berubah seketika dari kegelapan tiada ujung, berubah menjadi sesuatu yang mencengangkan, apakah Alea baru saja mendapat apa itu kekuatan? Entahlah hanya saja dia merasakan semuanya, tubuh lemah tak berdaya, dia masih saja terbaring di tempat terakhir dia ingat, sebuah tempat di mana dia berpikir hidupnya akan berkahir. Dia melihat status fisiknya di layar notifikasi, perlahan-lahan bar kehidupannya naik dengan sangat lambat, lalu cahaya dengan kilatan tadi berubah membesar dan hampir saja akan meledak, tapi apa yang Alea pikir tidak terjadi, cahaya tadi berubah menjadi sebuah pedang hitam dengan bilah di kedua sisinya, sungguh tajam dan kuat biasa kuat. Tangannya bergerak perlahan, berusaha menyentuh benda yang melayang di hadapannya itu, tangah lemah tak berdaya itu bergetar, dia ingin menyentuhnya, kekuatan itu harus menjadi miliknya, apapun itu dia harus mendapatkannya. Sistem : ego telah terbentuk sesuai keinginan anda. Black dragon sword : memiliki ketahan api kegelapan, mampu menebas semua benda, dan memiliki kekuatan yang luar bisa. Dapat menyerap segala benda yang menurutnya mampu menambah kekuatannya. Attack +150 Defense +75 Speed +230 Statistik khusus : dapat memulihkan HP tuan 25/detik Alea tidak percaya dengan statistik pedang itu. Dia bahkan bisa Merakan perlahan demi perlahan tubuhnya dapat kembali bergerak, sakit yang dia rasakan berubah menjadi kekuatan dan hilang saat itu juga. Alea yakin, inilah kekuatan yang dia dapatkan. Sistem : utusan dewa, Title ini memiliki kemampuan untuk menyerap pin kontribusi lawan atau musuh yang dikalahkan, semakin kuat musuh yang kau kalahkan, semakin cepat juga level mu bertanbah. Statistik tambahan : dapat menyerap kekuatan lawan dan skil musuhl yang kau kalahkan, menjadi skill tetap secara acak. Begitu banyak rentetan sistem yang keluar di hadapannya, dia tidak yakin semua hal ini menjadi kekuatan barunya, apakah ini mimpi? Ataukah dia mendapat semua anugrah dari dewa. Entahlah, Alea hanya bisa memastikan semua itu dengan bertarung, dia tidak akan tahu seperti apa kekuatan yang dia dapatkan. Setidaknya dia masih memerlukan waktu kurang lebih satu jam untuk memulihkan semua stamina dan bar kehidupannya. Staminanya terkuras habis karena pertarungan tadi, dan kini dia tidak bisa melakukan apa-apa selain berbaring dan menunggu. "Apakah aku bisa menjadi kuat dengan kekuatan ini, Augus?" "Cih!" Dengkus pedang yang masih melayang di hadapannya ini. "Seenaknya saja kau menyuruhku diam, dasar bodoh!" Sentak Augus dengan nada marah. "Salah sendiri kau terlalu berisik!" "Aku berkata apa yang seharunya aku katakan, aku tidak munafik seperti hodupmu!" "Masih mau mengatai ku?" Tanya Alea dengan suara pelan. "Lupakan!" "Maka jawab pertanyaan ku, apakah aku bisa berkembang setelah mendapat kekuatan ini?" "Sungguh, kau terlalu bodoh atau memang kau bodoh, hah!?" "ucapkan bodoh sekali lagi maka ku pastikan kau tidak akan berbicara selamanya!" "Cih!" Augus jelas tidak bisa membantah kalimat sang tuan, perintah Alea adalah mutlak baginya. "terserah! Aku sudah mengatakan berapa kali dan kau masih saja meragukan ucapan ku, kau akan tahu setelah kau merasakan sendiri." "Ya ya ya, kau terlalu cerewet seperti mendiang kakekku!" Alea mendengkus pelan, kini pergelangan tangannya sudah bisa dia gerakkan, maka yang Alea lakukan setelahnya adalah menutup kedua matanya dengan pergelangan tangannya. Dia ingin beristirahat sejenak dari rasa letih ini, dan memikirkan semuanya nanti setelah dia benar-benar pulih. Terlebih Alea masih harus menyesuaikan kekuatan yang baru saja dia dapatkan, tidak mungkin dia akan menguasainya dengan mudah setelah mendapatkan kekuatan itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN