Aku berjalan mengendap-endap mengikuti langkah dari raja goblin itu, dan dari sana aku bisa melihat, walau aku harus menahan rasa mual di perutku karena apa yang aku lihat benar-benar seperti binatang.
Sia masih menikmati makanannya. Dan itu adalah hal paling gila yang pernah aku saksikan, di mana aku melihat secara langsung proses seorang monster yang sedang makan. Aku memilih diam dan memperhatikan.
Jika aku ingin mengalahkannya, maka aku harus mencari titik buta dan kelemahan dari raja goblin ini. Karena jika menyerang secara langsung maka aku hanya akan mengantarkan nyawa saja. Aku harus mengincar titik buta di punggungnya, dan itu sepertinya adalah strategi terbaik.
Karena ini adalah petak bunga di ruang terbuka, tidak ada halangan untuk bersembunyi ataupun melindungi diri dari serangan brutal itu.
Sambil mengawasi penampilan Raja Goblin, aku bergerak maju sambil menyembunyikan diriku dari pohon ke pohon. Dan kemudian, Aku berhasil sampai tepat di belakangnya. Pohon raksasa yang layu menutupiku, jadi aku hanya bisa melihat bahu Raja Goblin.
[Bergerak perlahan dari sini] kata Augus yang saat ini masih belum aku rubah, dia masih dalam bentuk Cincin dan Aku hanya mengangguk sembsri memperhatikan dengan seksama, sebelum akhirnya aku melangkah, memasuki petak bunga.
Sepertinya aku cukup beruntung, Raja Goblin tampak sibuk dengan makanannya. Dia benar-benar menikmati tanpa ada sebuah gangguan yang datang, dan menyadari hal itu detak jantung ku naik karena ketegangan ini, Aku diam-diam menarik napas. Karena sebentar lagi ini akan menjadi pertarungan ku yang kedua. Sebisa mungkin aku harus menyiapkan mental untuk menyelesaikan semuanya.
Perlahan demi perlahan akhirnya aku berhasil mencapai pohon layu. Dari sini aku bisa mendengar suara mengunyah dari sisi yang berlawanan. Itu adalah perbuatan yang seharunya tidak aku dengar, karena membayangkannya saja sudah membuat tubuhku terasa ngilu.
(Al, lakukan langkahmu sekarang!) Jess tiba-tiba berteriak di kepalaku dan saat itu juga aku melihat dengan seksama. Benar apa yang dikatakan Jess, ini adalah kesempatan yang bagus untik melakukan serangan.
Aku mulai mengambil bentuk pedang untuk Augus dan melalui bonus keterampilan yang dia miliki aku langsung melompat. Saat itu juga aku bergerak dan menebas pedang hitamku ke bahu kanan yang terlihat dari pohon raksasa. Itu adalah sasaran empuk yang pernah aku dapatkan, dan dengan mudah pedang hitam yang memiliki ketajaman luar biasa mampu menggores dengan mudah, bahkan menembus bahu itu bagaikan kertas.
Gyaa—!?
Lengan kanan yang seukuran batang kayu berhasil aku potong.
Aku sedikit merasa lega saat mengetahui serangan pertamaku berhasil menembusnya. Di saat aku hampir lengah Augus langsung berteriak dan mengembalikan perhatianku.
[Monster itu belum mati. Mundur sekarang!]
Saat Augus berteriak, aku sedikit terlambat, karena saat itu raja goblin sudah menoleh dan menatap ke arahku. Luka yang aku sebabkan tadi perlahan pulih.
Sial! Aku terlambat! Bahkan saat aku melompat ke belakang, Raja Goblin sudah mengambil tindakan dengan mengangkat gadanya dan mengayunkannya ke pohon layu dimana aku berada beberapa saat yang lalu.
Kekuatannya luar biasa, tanah bergetar dan banyak batu beterbangan.
Aku mungkin akan mati jika terkena itu.
"Itu berbahaya. Aku beruntung nasib baik masih berpihak kepadaku, aku benar-benar selamat."
(Masih terlalu dini untuk merasa lega. Dia akan datang.) Jess memperingatkan aku lagi. Dan kali ini aku harus lebih berhati-hati, aku mencoba melihat dan mempelajari, sebelum akhirnya aku terpaku pada bekas luka yang ada di lengannya, itu adalah satu-satunya kesempatan yang aku miliki untuk memotong lengan itu dan membuatnya lengah.
Aku mengambil Augus, laku bersiap dengan kuda-kuda yang aku miliki sebelum akhirnya aku melompat tinggi-tinggi dan berusaha untuk menghindari tangan yang memegang gada.
Tepat saat aku sampai di lengan itu. Aku merubah Augus menjadi pedang besar bergerigi dan langsung menebasnya, menggerakkan maju mundur untuk bisa menembak pertahanan tulang keras dari lengan itu.
Hanya dua kali, dan aku berhasil menebas lengan itu. Aku segera melompat mundur dan menghindar saat dia berusaha untuk memukulku.
Setelah kehilangan lengan kanannya, Raja Goblin yang berdarah meraung, dan dia mengangkat gada dengan tangan kirinya, dia terlihat murka di sana kemarahan menguasai dirinya dan membuat dia tak bisa fokus dengan musuh yang sebenarnya.
Dia mulai memberikan serangan, Saat aku berpikir untuk menghindarinya, Jess berkata,
(Jangan menghindar.)
[Apa kau gila! Itu terlalu berbahaya untuk Alea!] Bentak Augus yang membuatku semakin ragu. Aku masih diam ketika mereka mulai memiliki pendapat yang berbeda.
(Percayalah padaku, aku bisa melihat pergerakan dari raja goblin ini. Dia bukanlah apa-apa tanpa salah satu lengannya.)
"Apa kau yakin?"
Aku harus berusaha untuk percaya pada semua rekanku. Tidak terkecuali Jess. Walau dia baru, tapi aku harus yakin jika dia berada di pihak ku.
(Gunakan aku, dan kau akan melihatnya secara langsung.)
Aku terdiam, ini adalah kali pertama aku menggunakan dua senjata sekaligus, untuk itu aku tidak yakin, tapi apa yang dikatakan Jess membuatku sangat penasaran, aku terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya aku memutuskan.
"Baiklah."
Aku membayangkan Jess menjadi sebuah pedang panjang. Dan setelah itu wujudnya menjadi nyata, dia berada di tangan kiri, dan Augus berada di tangan kananku.
Begitu aku mengaktifkan Jess, aku merasa jika bonus kemampuan yang aku miliki bertambah beberapa kali lipat, dan juga aku memiliki kemampuan yang berputar di kepalaku.
Dan terl pas dari semua itu. Entah apa yang terjadi sebenarnya, tapi aku bisa melihat dengan jelas pergerakan dari raja goblin. Itu terlihat sangat lambat dan nyata.
"Aku bisa melihatnya."
(Maka lakukanlah.)
Percaya pada kalimat Jess, aku mulai melangkah maju dan menciptakan sebuah serangan dari dua senjataku, ini adalah pilihan yang bagus, bahkan aku bisa melihat s tiap pergerakan yang akan dilakukan oleh raja goblin itu. Aku menghindari gada yang diayunkan ke arahku, dan karena hal lite aku bisa mengambil momentum dan segera melancarkan serangan yang akan aku arahkan pada lengan Goblin itu.
Satu gerakan saja aku berhasil memotong lengan itu dengan kedua pedangku. Ini adalah hal yang mudah, bahkan tongkat raja Goblin meluncur dan jatuh ke tanah ketika aku berhasil memotongnya.
Sungguh ketajaman yang luar biasa. Aku melompat mundur untuk melihat keadaan, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk memberikan serangan terakhir yang bertujuan untuk menyelesaikannya.
Aku berlari sangat cepat dan melanjutkan serangan dengan kecepatan dan keterampilan yang aku dapatkan dari dua ego ini. Kecepatan yang sebanding ketika aku mengangkat pedang hitam sambil melompat tinggi, di barengi dengan pedang putih. Aku segera mengarahkan kedua pedangku ke arah d**a dari raja goblin itu dan memberikan luka yang cukup dalam.
Gyaa!!
Raja Goblin mengangkat suaranya dan berlutut. Darah hitam mulai bercucuran keluar dari tubuhnya, itu adalah luka yang cukup fatal untuk raja monster sekalipun.
Aku mengambil langkah dan melihatnya.
"Apakah itu bagus?" Aku bertanya pada keduanya.
[Lumayan.]
(Tentu saja, tapi sepertinya kau terlalu terburu-buru untuk menyelesaikannya.)
[Bukankah semakin cepat malah semakin bagus?]
(Apa yang kau katakan ada benarnya, tapi tingkah yang ceroboh malah akan membuat kelemahan pemilik dan malah membuatnya mencipta kesalahan yang fatal. Itu sangat sering terjadi.)
Aku diam mendengarkan Jess. Dia selalu benar setiap kali memberikan alasannya kepadaku. Dan apa yang dia katakan benar-benar masuk akal.
Aku membayangkan, apa jadinya ketika aku tadi membuat kesalahan ketika aku berusaha mengakhiri ini dengan cepat. Satu kemungkinan yang terjadi adalah. Aku akan mendapatkan luka yang cukup serius atau bahkan aku bisa mati di tempat ini. Terlepas dari apa yang aku miliki. Kedua ego memanglah kuat, tapi apakah aku bisa mengimbangi kekuatannya? Bahkan sampai detik ini pun aku masih jauh tertinggal, aku masih level satu dan mereka bisa naik dengan pesat.
Itulah yang membuat aku harus berhati-hati mulai sekarang. Jika aku ceroboh maka aku mati.
"Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Lebih baik bertanya dari pada membuat kesalahan lagi. Aku harus menyayangi nyawaku sendiri. Karena aku masih memiliki tujuan yang sangat panjang untuk semua ini.
(Berhati-hatilah, seharunya kau tahu karena kau sudah bisa melihat apa yang akan terjadi setelahnya.)
Aku mengangguk kecil sembari memperhatikan raja goblin yang masih terduduk di sana. Dia mendapat luka yang cukup serius. Dia sudah tidak akan memberi perlawanan lagi.
Aku berjalan ke depan, dengan Augus di tanganku, aku sudah be siap untuk mengakhiri ini dan menyerap semua keterampilannya. Aku berdiri di hadapannya dengan tatapan yang menatap tubuh tak berdayanya. Aku tidak menyangka jika aku bisa menyelesaikan ini dengan mudah. Bahkan raja goblin sekalipun bisa aku kalahkan walau dengan stamina yang tidak memadai.
Aku mengangkat pedang dan bertujuan untuk mengakhiri ini. Namun apa yang aku lakukan membuat goblin itu tak bergeming sekalipun. Bahkan ketika tubuhnya dipenuhi luka, dia menatapku tajam saat aku menusukkan pedang hitamku ke wajahnya.
Perasaan dan suara yang tidak menyenangkan telah ditransmisikan dari tanganku, tetapi aku tidak mempermasalahkannya dan terus mendorong Augus lebih dalam agar bisa menyerap semua jiwa dari raja goblin.
Aku membiarkan Augus untuk menikmati hidangan keduanya, sebelum akhirnya aku menarik dia dari sana, dan mengibaskan darah Raja Goblin yang menempel pada bilah tajamnya.
(Keterampilan Augus diaktifkan)
(Endurance +21000, Physical Strength +24000, Magic +5230, Spirit +4560, Agility +11200 telah ditambahkan ke status)
(Pemulihan Otomatis telah ditambahkan ke keterampilan)
Dalam pertempuran, sebagian besar lawan kami biasanya berada di peringkat yang sama dengan kami. Ada perasaan tegang yang tidak ada dalam perburuan monster ini. Mungkin itu perasaan sekarat, perasaan kita mungkin sekarat dalam pertempuran.
Oleh karena itu, rasa pencapaian dari memenangkan pertempuran dan bertahan hidup menjadi lebih besar dari biasanya.
Ini mungkin kesenangan nyata dari berburu monster.
Saat perasaan tegangku berkurang, Augus mengatakan itu kepadaku saat aku sedang duduk untuk memulihkan tenaga ku.
[Kau melakukannya dengan baik. Dengan ini aku sudah menyimpan cukup banyak status. Dan sepertinya sudah saatnya kita melakukannya, mari kita buka peringkat pertamaku.]
"Peringkat pertama?" Aku belum mengerti dengan apa yang dikatakan Augus, dia seolah berkata jika dia akan berevolusi menjadi sesuatu yang lain.
[Bentuk baruku. Dengan mengorbankan semua status yang aku miliki sebagai penawaran, formulir baru untuk perubahan pertamaku Akau aku dapatkan, dan itu dapat meningkatkan seluruh keterampilan yang aku miliki. Bagaimana menurut mu? Apakah Kau ingin mencobanya?]
Aku terdiam dan tak langsung menjawab. Aku harus memperhitungkan apa yang akan terjadi. Dan apa yang akan dikorbankan untuk selanjutnya, aku harus melihat apa yang akan aku dapatkan jika aku mengorbankan semua itu.
"Berapa banyak status yang dibutuhkan?"
[Titik awalnya adalah ketika kau bertemu denganku untuk pertama kalinya. Kamu harus menawarkan semua kekuatan yang diperoleh dari sana hingga sekarang, sehingga Kamu dapat membuka kunci peringkat pertamaku]
Dengan kata lain, meskipun Aku telah memperkuat Augus dengan usaha keras, untuk meningkatkan keterampilan dan level dari Augus si Pedang Hitam, Aku harus mengorbankan semuanya untuk dapat membuka keterampilan tingkat selanjutnya?
Selain itu, dikatakan bahwa status di peringkat pertama mengambil biaya dari statusku saat ini, jadi itu berarti peringkat kedua, peringkat ketiga dan seterusnya akan memerlukan banyak status untuk mendedikasikan lebih banyak keterampilan yang lebih baik. Itu juga tergantung pada status mental pengguna sebagai pemicu, jadi aku tidak tahu apakah aku bisa membukanya ketika ada sesuatu yang hilang.
Kurasa aku tidak punya pilihan…
Astaga, saat aku mendengarkan berapa banyak kekuatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan Augus ke tahap selanjutnya, dia berkata [Itu karena aku sang Keserakahan, jadi aku sangat rakus.] Dia berkata dengan lantang untuk menjawabku.
Dan itu mengapa dia terlihat sangat rakus ketika dia menyerap seluruh keterampilan yang ada dan seluruh status yang dimiliki oleh monster yang dia serap. Tidak heran ketika Augus mendapatkan julukan sang keserakahan. Dan itu menjawab kenapa dia bisa menyerap apapun yang sudah dia kalahkan.
[Kau ingin membuat dirimu lebih kuat, apakah kau ingin membuatku lebih kuat juga, pilihlah! Aku akan mengatakan ini, Kamu tidak akan menyesal jika Kau mulai fokus untuk menguatkan Aku.]
Yah, kurasa tidak perlu bagiku untuk memikirkannya. Augus adalah pasangan ku dan dia akan berperan banyak ketika dia mencapai titik selanjutnya. Jika ada kemungkinan untuk memperkuat kami berdua, maka kami akan menjadi lebih dapat diandalkan di masa depan. Itu yang aku harapkan.
"Lalu. Apa kekuatan mu akan memiliki efek untuk Jess?"
(Sepertinya tidak, aku tidak terhubung dengan senior, dan mungkin cara kamu menjadi kuat akan sedikit berbeda.)
"Lalu apakah kamu juga memiliki tahapan yang sama seperti Augus."
(Aku rasa begitu.)
Aku mengangguk, sepertinya itu adalah syarat yang wajib dipenuhi untuk mereka berkembang. Karena semakin mereka berkembang, maka mereka akan semakin bertambah kuat.
"Baiklah, jika memang kita harus mengorbankan kemampuan yang sudah kita kumpulkan untuk meningkatkan kemampuan mu. Maka lakukan itu."
[Seperti yang aku harapkan, dan sekarang aku akan mengambilnya tanpa ragu!]
Apakah pengakuan ku diperlukan sebagai persetujuan? Augus hitam mulai bersinar, aku merasakan hampir semua bonus yang aku dapatkan dari kemampuan Augus perlahan mulai meninggalkan tubuhku pada saat yang bersamaan.
Augus bersinar dan mulai menggelap secara bersamaan, lalu ketika semua sudah menghilang, perlahan aku merasakan sesuatu yang lain. Sensasi yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya, dia mulai memberikan reaksi. Dan kemudian, ketika cahaya padam, aku bisa merasakan sosok baru terlahir dari keberadaan Augus.
Dia menjadi nyata. Dan itu semakin bertambah kuat. Aku tak bisa berkata-kata untuk itu.
[Ini adalah formulirku di peringkat pertama. Selanjutnya, Aku akan membantu mu untuk mendapatkan tingkat selanjutnya.]