Itu adalah sebuah peningkatan yang sangat luar biasa, terlepas dari bagaimana aku harus belajar merelakan semua keterampilan yang sudah lama kami kumpulkan, tapi melihat perkembangan dan kemampuan Augus yang sekarang sudah membuatku merasa sangat puas sekarang.
"Aku tidak tahu kau akan memiliki keterampilan seperti ini."
[Itulah aku. Aku memang terlahir sebagai yang terkuat.]
Aku bisa mendengar suara congkak dan nada sombong dari Augus yang sudah mencapai tingkat selanjutnya, saat ini dia berada di level 61 dan mungkin itu adalah syarat yang ditentukan untuk naik ke peringkat selanjutnya, seperti halnya kebanyakan pemburu yang akan naik peringkat dan mendapatkan keterampilan baru serta kemampuan yang baik dua kali lipat. Augus mendapatkannya.
Sedangkan aku?
Aku hanyalah mendapatkan bonus dari apa yang Augus dapatkan, tapi terlepas dari semua itu. Aku banyak mendapatkan keuntungan dari pertarungan kami ini. Dari sebuah pengalaman baru. Dan juga fisik yang mulai terbentuk dari pertarungan demi pertarungan yang aku lalui.
Dan yang terpenting ....
Aku mendapatkan Jess. Dia adalah Ego yang mampu membuka segala pengetahuan yang ada, dan dengan kemampuan dasar yang dia miliki. Aku bisa mengetahui banyak hal. Tentang apa saja monster dan juga bagaimana cara mengalahkannya.
Bisa dikatakan jika Jess adalah ahli strategi yang aku miliki, dan dengan kehadirannya, maka aku tidak perlu sebuah tim untuk melakukan sebuah Raid. Terkecuali, jika aku harus mengalahkan bis lantai, sepertinya itu membutuhkan tim yang solid dan benar-benar kuat.
Dan aku tidak termasuk di dalamnya.
"Ngomong-ngomong, apa peningkatan yang kau alami tadi sama seperti kebanyakan yang dialami oleh pemburu lainnya?"
Aku masih penasaran bagaimana cara kerja dua ego ini. Apakah mereka juga termasuk dari para pemburu yang ada di menara, ataukah mereka lebih memiliki keterampilan spesial yang membuat mereka terlihat berbeda, tapi sejauh ini. Aku merasa jika mereka memiliki kesamaan dengan kami para pemburu.
(Pada dasarnya kami juga sama seperti para pemburu yang lain.) Jess mulai menjelaskan, berbeda dengan Augus, dia lebih banyak menjawab pertanyaan ku dari pada mengabaikannya.
(Hanya saja kami berbeda, jika para pemburu harus berusaha sangat keras untuk mencapai level yang ditentukan agar bisa naik peringkat, maka kami hanya perlu banyak pengalaman dan kekuatan jiwa dari pemilik kami.)
(Jika pengalaman kami cukup, dan jiwa pemilik kami sudah mencapai tahap yang sesungguhnya maka kami akan naik peringkat seperti halnya para pemburu yang sudah mencapai batasan mereka.)
"Dan apa itu ada hubungannya dengan kenapa aku mengalami keterlambatan, atau bahkan tidak pernah bisa berkembang lagi?"
Aku bertanya-tanya akan hal itu. Menara bukanlah tempat untuk bermain. Dan orang sepertiku, tidak akan pernah diakui untuk masuk ke jajaran para pemburu dan juga orang-orang yang memiliki keterampilan bagus lainnya. Jika bisa dikatakan aku adalah sebuah beban yang mungkin saja hanya menjadi sebuah penghambat untuk orang-orang menyelesaikan setiap lantai.
Namun terlepasnya dari semua itu. Aku tidak pernah menyerah, bagiku. Bisa masuk ke dalam menara dan mendapatkan berkah dari dewa adalah yang yang cukup bagiku. Ini tidak lebih sebagai kesempatan yang aku dapatkan ketika aku bisa menjelajahi dunia menara ini.
(Aku tidak bisa menjawab untuk pertanyaan itu.)
[Simpelnya, kau ditakdirkan untuk memiliki kami, dan kau tidak perlu bersusah-payah untuk mencapai batasan yang kau miliki hanya agar bisa naik peringkat, karena kami sebagai Egi dan senjata mu, akan menjadi tameng dan unjung tombak kekuatan yang kau miliki.] Augus menjawab dengan kalimat yang terdengar sangat sombong dan ringan, seolah keberadaan mereka adalah hal yang sudah ditakdirkan untuk bersama ku.
"Lalu, apa yang akan terjadi jika aku kehilangan kalian?" Pertanyaan itulah yang terus mengganjal di benakku. Jika aku kehilangan mereka saat berada ditengah-tengah pertarungan, maka secara otomatis kekuatan yang aku miliki tidak akan berguna. Karena pada dasarnya kekuatanku sangat berpengaruh dengan kebersamaan mereka. Tanpa mereka berdua maka aku hanyalah pemburu level satu yang tidak memiliki keterampilan apapun.
Augus maupun Jess tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ku dengan lantang, mereka hanya diam dan tanpa bersuara, hingga akhirnya aku memilih menarik pertanyaan ku karena menurutku itu adalah pertanyaan yang konyol.
"Tapi apapun yang akan terjadi. Nanti aku tidak mau terlalu memikirkannya, aku hanya akan berusaha untuk berada di dekat kalian dan menggunakan kalian sebagai ujung tombak kekuatan ku."
Setelah mengetahui apa yang terjadi pada Augus, aku mulai beranjak untuk keluar dari hutan terlarang ini. Terlebih waktu yang aku gunakan sudah hampir habis, dan aku tidak ingin jika Felix datang menyeret ku seperti anak kecil.
Dia akan benar-benar menjatuhkan harga diri ku ketika aku terlambat sedikit saja untuk memberi dirinya kabar
"Huh! Sepertinya urusan kita di tempat ini sudah selesai, dan sepertinya sekarang adalah saatnya kita kembali."
Aku sudah mendapatkan Jess, dan juga beberapa inti core yang memiliki ukuran sangat besar. Dan jangan lupakan kapak peringkat langka yang aku dapatkan dari Minotour tadi. Itu akan memberikan ku banyak uang ketika aku kembali nanti.
Aku sudah menyimpan hasil jarahan yang aku dapatkan ke dalam tas, tak lupa aku juga membawa semua barang yang aku dapat dari desa goblin yang untuk sekarang ini, semua barang itu menjadi buruan paling langka diantara para pemburu.
[Apa kau akan kembali begitu saja?]
"Tentu saja, aku akan kembali sebelum si naga api sialan itu mendatangi ku dan menyeret ku dengan paksa."
(Siapa yang kau bicarakan?) Tanya Jess yang terlihat bingung dengan percakapan kami.
[Kau akan melihatnya ketika kita kembali nanti. Dan ketika kita melihatnya nanti, ku harap kau sudah menyiapkan mental mu.]
Aku terkekeh pelan saat Augus berusaha untuk menakut-nakuti Jess yang belum pernah melihat Felix secara langsung.
(Apa kau berusaha menakuti ku?)
[Tidak, aku hanya mencoba mengingatkan mu sebelum kau benar-benar terkejut nanti.]
"Sudahkah kalian jangan terlalu berisik." Aku mencoba untuk menghalau mereka. Dan setelahnya aku memilih jalan yang mengharuskan ku untuk melewati daerah Hobgoblin. Tempat yang mungkin saja masih memiliki beberapa Hobgoblin yang tersisa dan bisa saja mereka menyerang kami secara bersamaan.
Aku ingin mengatakan itu sebelumnya. Namun Saat aku berbelok ke kiri, ada anak panah yang hampir menyerempet wajahku. Jika Aku terlambat menggerakkan kepala, itu mungkin menempel di kepalaku. Suara dan kecepatan anak panah itu sangat sulit untuk dihindari, aku bahkan hampir saja terkena anak panah yang memiliki akurasi sangat baik di sana.
Hanya ada satu orang yang mampu melancarkan serangan dari jarak sejauh itu. Hobgoblin Archer, para prajurit di Royal Capital juga menyebut monster yang merepotkan ini sebagai Poop Archer. Mereka memiliki akurasi dan penglihatan malam hari yang memungkinkan untuk berburu di saat gelap. Dan itu adalah kelebihan serta hal yang merepotkan untuk para pemburu.
Kemungkinan besar saat aku bertarung melawan raja Goblin, Pemanah Hobgoblin ini terbangun, dan mengintai apa yang aku lakukan sembari menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan seperti sekarang.
Karena mereka mampu menjaga jarak yang konstan untuk menyerang, itu adalah pertarungan yang buruk melawan senjata jarak dekat. Selain itu, serangannya juga memiliki efek melemahkan. Aku harus memutar otak untuk mencari lokasi keberadaannya dan melakukan serangan balasan dengan segera.
[Apakah itu Hobgoblin?]
(Aku yakin seperti itu, karena hanya mereka yang memiliki pemanah handal di malam hari.)
Aku segera merubah Augus menjadi senjata Laras panjang yang umumnya sangat jarang orang mengetahui hal ini, itu adalah sniper. Aku sendiri tidak pernah memakai senjata ini sebelumnya, tapi dari sekian banyak latihan dan serangkaian pertarungan yang aku dapatkan, senjata ini sepertinya akan mudah untuk di taklukkan, apalagi sekarang Augus sudah naik peringkat, dan itu akan memudahkan aku untuk mengendalikannya.
Aku menghindari tembakan yang masuk dengan menjadikan beberapa pohon di sisiku sebagai perisai dan menyembunyikan tubuhku di baliknya. Aku bisa mencari arah lokasi tembakan dan mengangkat Augus untuk membidik walau itu gelap.
(Dalam kegelapan, posisi Hobgoblin Archer sulit dideteksi.) Ucap Jess yang membuatku menghela napas sebelum menunggu dia melancarkan serangan, aku memikirkan bagaimana cara untuk membuat goblin tersebut menembakkan anak panahnya lagi. Sebelum aku mendapat sebuah ide.
[Itu akan sulit.] Ucap Augus pelan, dia sudah siap di tanganku, dan tidak ada lagi keluhan yang aku dapatkan ketika aku mencoba untuk menggunakan senjata baru. [Bagaimana kau bisa membidik Monster buang bahkan kau sendiri tidak mengetahui keberadaannya?]
"Tenanglah, aku memiliki ide untuk ini."
Aku mengambil tanduk Minotour dari ruang penyimpanan ku, setelahnya aku melempar ke sisi terbuka di sebelah kiri untuk memancing perhatian dari Hobgoblin di sana untuk menembakkan anak panahnya.
Melihat bagaimana tanduk Minotour yang memancarkan aura kuncup kuat, menurutku itu akan mampu untuk menarik perhatian dari Hobgoblin di sana. Dia akan mengira jika aku akan berlari untuk menghindari serangannya.
Dan benar saja, tepat ketika aku melempar tanduk Minotour, anak panah melesat dan hampir mengenai tanduk itu. Aku segera mencari keberadaan lokasi dari anak panah itu. Sebelum akhirnya aku membidik secara acak pada lokasi yang ditentukan.
Setelah itu, aku langsung menembaknya dengan kemampuan badan mana yang begitu kuat, sehingga tanpa perlu menunggu peluru mana melesat. Menembus beberapa pepohonan dan setelahnya bar notifikasi menunjukkan hasilnya.
Sistem : anda mengalahkan Hobgoblin Archer. Poin pengalaman di tambahkan untuk Jess dan Augus.
Lagi dan lagi. Yang mendapat poin pengalaman hanyalah mereka berdua. Sedangkan aku hanya mendapatkan pengalaman secara nyata untuk melawan para monster yang ada.
Sudahlah. Meratapi nasib tidak akan membuatku naik peringkat dan menjadi kuat. Mungkin aku ditarikan untuk bertarung dengan cara ini.
Aku segera bergerak, merubah Jes menjadi pedang dan membiarkan Augus menjadi sniper, ini akan memberikan ku sebuah perlindungan, jika saja ada Hobgoblin lainnya yang menyerang.
Ketika aku mendekat, aku melihat mayat Hobgoblin yang tergeletak tak berdaya dengan luka tembak yang cukup besar dibagikan perutnya. Aku tentu tidak percaya jika ini adalah sebuah keberuntungan, maka itu nyata, karena ini adalah kali pertama aku menggunakan sniper, dan aku sudah bisa menguasainya, bukankah itu gila?
Tidak ingin terlalu lama, aku langsung mengambil keterampilan penglihatan malam yang dimiliki oleh monster ini. Itu akan sangat berguna untukku.. aku langsung merubah Augus menjadi sebuah pedang. Sebelum akhirnya aku membiarkan Augus melahap semua energi dan keterampilan yang dimiliki oleh Hobgoblin ini.
(Keterampilan Augus diaktifkan)
(Endurance +170, Physical Strength +230, Magic +110, Spirit +110, Agility +350 telah ditambahkan ke status)
(Penglihatan Malam telah ditambahkan ke keterampilan)
(Penguasaan busur telah ditambahkan)
Itu adalah keuntungan yang aku dapatkan, bahkan setelah Augus naik peringkat, aku bisa menggunakan keterampilan yang dia miliki dan meminjamnya.
Namun aku penasaran dengan keterampilan busur, apakah itu akan berguna untukku? Karena pada dasarnya, dari pada pengguna busur aku lebih baik menggunakan senjata api, karena itu lebih simpel.
Aku berusaha untuk melihat dan membaca kegunaan dari busur tersebut.
Aku membuka bagian informasi dan melihat penjelasan dari keterampilan busur itu.
Beberapa saat aku membaca, aku sedikit terkejut, karena apa. Penguasaan busur kemungkinan aku untuk bisa melakukan serangan hanya dengan melihat satu target dan menembaknya secara acak, maka secara tidak langsung, anak busur akan mengikuti pergerakan target yang aku tentukan. Itu sangatlah berguna jika memang menjadi nyata, apakah aku harus menggunakan a busur mulai sekarang?
Karena penasaran, aku ingin langsung mencobanya, aku segera merubah Augus menjadi sebuah busur. Sebelum akhirnya aku mencari titik target yang ditentukan. Aku mengincar sebuah batang pohong yang ada jauh di depanku. Aku berpikir untuk menggunakan keterampilan penglihatan malam agar aku bisa kemungkinan untuk melihat ke arena sekitar. Lalu setelah menemukan targer aku segera berbalik dan menarik busur dengan anak panah yang terbuat dari mana.
Setelah cukup yakin aku langsung menembakkan anak panah, yang kemudian melesat lurus ke depan dan berbelok tak lama setelahnya. Hingga akhirnya aku berbalik untuk memastikan, anak panah yang aku Lesatkan sukses mengenai target yang menjadi bidikan ku.
Itu luar biasa, dari pada menggunakan pistol ini lebih berguna dari dugaan ku aku bisa melukai beberapa target untuk melumpuhkan, dan setelahnya aku bisa menghabisi mereka menggunakan sniper. Ini benar-benar akan menjadi sangat berguna nantinya.
Aku bisa sering menggunakan Busur Hitam ini. Selama Aku bisa menembakkan panah, itu tidak akan pernah gagal untuk mencapai target.
Dikatakan beberapa monster dapat menggunakan sihir untuk meluncurkan serangan jarak jauh. Dengan Pedang Hitam saja, aku bisa mati sebelum bisa mendekati mereka, jadi dengan memiliki keterampilan yang mampu melakukan serangan jarak jauh seperti busur ini, aku bersyukur untuk itu.
Aku juga berburu monster sendirian, jadi aku tidak akan bisa bertahan kecuali aku melakukan semuanya sendiri. Semakin banyak kartu yang Aku miliki, maka akan semakin menguntungkanku.
Dan aku mendapatkan skill Night Vision dari Hobgoblin Archer, jadi aku bisa berjalan seperti siang hari bahkan dalam kegelapan. Nah, ini adalah keuntungan yang aku dapatkan ketika perjalanan pulang, sungguh. Aku tidak menyangka akan mendapatkan keterampilan sebagus ini.
Sebelum melanjutkan perjalanan aku menyempatkan diri untuk memotong kedua telinga Hobgoblin yang memiliki harga jual cukup tinggi.
Keberadaan Hobgoblin Archer hanya sedikit jumlahnya di hutan ini. Jika
Aku membawanya ke fasilitas Exchange di Royal Capital, Aku bisa mendapatkan sejumlah besar uang sebagai hadiahnya.
Tapi, jika Aku mengambil ini, ada beberapa masalah yang mungkin terjadi. Namun, jika Aku menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang lain… Misalnya, jika Aku menyumbangkannya ke panti asuhan tanpa meninggalkan jejak. Mungkin itu akan baik-baik saja.
Di daerah kumuh tempat Aku tinggal sebelum Aku pindah dengan ke lantai dua, ada sebuah panti asuhan yang miskin. Di sana memiliki cukup banyak anak yang terlantar karena orang tuanya mati dalam pertarungan melawan monster dan karena hal itu mereka terlantar hingga akhirnya mereka di kumpulkan dalam satu tempat untuk mendapatkan tempat yang layak. Sayangnya kurangnya perhatian dan banyak pemburu yang serakah, membuat panti itu terlantar dan menjadi tempat yang kumuh. Aku bisa membantu mereka dengan memberikan telinga ini agar, pengurus mereka yang mana adalah salah satu pemburu bisa menjual dan mendapatkan hadiah untuk mencukupi kebutuhan dari anak-anak.
Dari jendela yang retak di sana, aku bisa memasukkan kedua telinga Raja Goblin ke dalam tas yang tertulis sebagai sumbangan dan membuangnya. Itu adalah hadiah kecil dariku, karena jika membawanya dan meminta tolong Felix untuk menjualnya, itu akan sangat memakan banyak waktu. Dan pajak, belum lagi kabar yang akan beredar bisa saja menekan serukan Flame red dragon dalam sebuah masalah.
Hobgoblin adalah monster yang hanya ditemukan di hutan terlarang. Dan akan sangat merepotkan, karena sampai detik ini hanya beberapa orang saja yang bisa keluar dengan selamat dari hutan terlarang.
Terlebih, aku ingin anak-anak di panti asuhan makan makanan yang layak sampai perut mereka kenyang dengan ini. Dan mendapatkan tunjangan untuk beberapa hari ke depan.
Yah, aku sudah menyelesaikan semuanya sebelum fajar menyingsing.
Aku berhasil keluar dari hutan terlarang dan diam-diam aku turun ke lantai satu sebelum Felix dan brain mencari ku, setidaknya aku masih memiliki waktu satu hari sebelum Felix turun tangan untuk menyeretku kembali.