Di antara para Warrior, Goblin Loving Lich-san—Corpse, dikatakan akan mulai menyerang manusia cepat atau lambat. Karena bagi monster, manusia adalah makanan favoritnya. Mereka benar-benar gila ketika mer ia menyebarkan isu yang belum memiliki k jelasan yang tepat untuk hal ini. Terkadang aku sendiri heran dengan apa yang di inginkan mereka.
Satu sisi, aku membutuhkan isu mereka, tapi di sisi lain. Aku juga tidak nyaman saat mereka menganggap aku akan menyerang mereka dengan tingkah yang brutal. Dan satu hal lagi. Mereka tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan boleh lich ini. Dan menganggap jika lambat lain aku akan segera menyerang mereka ketika para goblin habis.
Meskipun itu monster yang tidak biasa, mereka menganggap lich pasti akan mulai menargetkan manusia… Bahkan untuk pengunjung biasa di bar, para pejuang yang duduk di sebelahku mengatakan itu dengan wajah yang dipenuhi kegelisahan dan mabuk dalam keputusasaan.
Penjaga toko bar mengatakan karena waktu kemunculan The lich Adalah sekitar tengah malam, belum ada dampak pada distribusi logistik. Namun, jika rumor menyebar di luar kota, maka ceritanya akan berbeda. Akan banyak penjaga yang meminta biaya lebih hanya untuk mengawali mereka demi keselamatan barang dagangan mereka, Dan untuk hal itu, harga akan melonjak cukup tinggi, Jika kuantitas mandek, harga beli akan naik, yang dapat memberikan tekanan pada manajemen bar.
Aku meminta maaf kepada penjaga toko dalam pikiran ku, karena secara tidak langsung aku adalah penyebab dari kekacauan ini. Aku tidak berpikir jika rumor yang beredar akan terus berkembang seiring berjalannya waktu, dan hal itu membuat cakupan orang-orang yang mengambil keuntungan untuk mereka sendiri meningkat pesat, dan masalahnya berujung pada satu ekosistem yang akan terus anjlok. Aku tidak bisa berbuat banyak untuk hal ini. Masalah lain pun aku dapatkan ketika aku berada di dalam serikat, aku harus mengerjakan beberapa misi yang sedikit menyangkut tentang rumor lich ini.
"Kau yakin?" Aku bertanya kepada resepsionis yang memberiku tugas untuk menyelidiki rumor yang beredar tersebut.
Konyol. Aku di perintah untuk menyelidiki aku sendiri. Dalam kasus ini, lich yang mereka anggap jahat dan menyusahkan adalah orang yang berdiri di hadapan mereka.
"Aku hanya meneruskan perintah dari atasan."
Aku menghela napas pelan. Ini adalah sebuah misi yang tidak bisa aku hindari.
"Rumornya, lich mulai menyerang manusia malam tadi. Dan ada satu kereta pengangkut yang di rampok olehnya hingga membuat bangsawan Royal mengalami kerugian buang cukup banyak."
Aku termenung. Bukankah ini lucu? Semalam aku hanya bergerak untuk menghabisi goblin saja. Namun kenapa ada sesuatu yang janggal di sini.
"Serikat ingin kau menyelidiki kasus ini. Karena jika dibiarkan maka akan menjadi masalah yang serius."
Aku tidak memiliki banyak pilihan selain menerima kasus ini. Karena bagaimana pun juga aku penasaran dengan sosok yang menyamar sebagai diriku untuk berbuat kejahatan, bukankah ini merugikan banyak orang?
Aku tidak berpikir jika dampak yang aku berikan akan seperti ini, sama saja seperti menjatuhkan orang karena rumor yang aku ciptakan.
"Aku akan menyelidiki hal ini."
Tidak ada yang bisa bertanggung jawab selain aku, sebab jika hal ini diteruskan maka hanya akan menimbulkan polemik yang panjang. Untuk itu aku akan membereskannya seorang diri. Aku berjanji akan menangkap siapapun yang ada di balik semua ini. Dan menggunakan nama lich untuk membuat kekacauan.
Namun beruntungnya aku. Ketika aku mulai menyelidiki masalah ini, salah satu sahabatku menghubungi ku dan mengajak untuk bertemu, itu adalah masalah internal yang mengatakan jika dia memiliki bisnis yang penting untuk di bahas. Untuk itu, keesokan harinya, Aku memiliki bisnis yang tidak dapat Aku hindari.
Aku diundang oleh Roxy untuk menemaninya ke wilayah timur. Di mana di sana lich palsu berkeliaran dan menyebabkan masalah. Malam tadi ketika aku tidak beroperasi mereka mulai menyebabkan kekacauan lagi. Dan jumlah yang dirugikan bertambah menjadi kurang lebih dua kereta berisi gerbong makanan dan senjata. Aku sedikit geram karenanya. Dan berkat Roxy aku bisa menyelidiki hal ini.
=====
"Kamu terlihat murung, apakah kamu tidak suka datang ke wilayah itu…?"
Di kereta, Roxy memperhatikanku sambil cemberut. Hanya kami berdua yang ada di dalam sini. Kami memang menjalankan misi yang berbeda, dan aku tidak mengatakan pada Roxy tentang apa yang aku kerjakan, aku hanya mengatakan jika aku akan membantunya, dan di tempat ini dia terlihat tidak suka dalam perjalanan ini. Padahal dia mendapat misi dari serikat dagang untuk mengantarkan barang dagangan ke timur.
Namun demikian, pikiranku telah mengembara ke hal-hal lain. Aku masih memikirkan cara bagaimana bisa menarik perhatian lich dan orang-orang yang ada di dalamnya, dengan sedikit permainan yang menonjol serta. Strategi untuk mencabut tunas kelompok itu hingga ke akar. Aku tidak ingin rumor yang aku ciptakan malah disalah gunakan oleh mereka.
"Tidak, aku hanya tidak suka jika harus kembali dalam kondisi seperti sekarang ini."
Baiklah, timur adalah kampung halaman Roxy, dan itu membuat dirinya setidaknya lebih semangat dari sekarang, tapi sepertinya ada masalah dengan dia. Karena itu juga dia terlihat murung sekarang.
"Apakah kamu tidak menantikan waktu ini datang?"
Tidak, tidak baik. Aku tidak bisa merusak momen bahagia ketika Roxy kembali ke rumahnya. Kenapa juga aku mengatakan hal seperti itu, yang mana akan menambah suasana keruh yang ada.
"Itu tidak benar. Aku benar-benar menantikannya!"
"Apakah itu benar?"
Dia menatapku dengan mata ragu. Apakah Aku benar-benar menunjukkan wajah yang tidak tertarik sebelumnya.
"Itu benar! Saatnya panen anggur sekarang. Aku tidak sabar untuk bergabung memanen anggur bersama!"
"Yah, kamu mengingatnya."
"Tentu saja."
Setiap tahun ketika dia kembali ke wilayah itu, Roxy memanen anggur bersama orang-orang di sana. Itu adalah salah satu dari sedikit acara di mana dia bisa berinteraksi dengan orang-orang di dalam wilayah itu.
Timur adalah sentral anggur yang terbaik. Dan keluarga Roxy adalah salah satu orang yang memiliki pengaruh besar dengan masalah anggur dan keuangan, untuk itu banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Itu berkaitan dengan anggur dan juga lich.
Aku melihat kearah sekitar. Berusaha untuk mendeteksi kejanggalan yang aku rasakan, sampai saat ini belum ada pergerakan, Jess tidak mengatakan apapun, dan Augus masih tenang di tempatnya. Itu berarti belum ada pergerakan yang berarti.
Perjalanan berjalan seperti biasanya, tidak ada yang aneh ataupun mengganggu. Selama perjalanan tidak ada satupun yang menghalangi dan itu membuat ku sedikit heran. Sepertinya malam ini aku tidak akan bisa menangkap lich palsu dan membongkar identitas mereka.
Perjalanan berlalu, Sejak kami turun dari kereta, Aku sedikit melupakan tentang lich, dan merasa senang karena Aku sangat diperhatikan.
Wilayah keluarga Roxy terletak di jurang pegunungan di timur kota. Sekarang musim gugur, tetapi ketika menjadi musim dingin, pemandangan berubah menjadi lanskap bersalju yang keras.
Namun, sebagai hasil dari perbaikan tanah yang berulang dari generasi ke generasi dengan orang-orang, itu menjadi tanah yang kaya dan produktif. Untuk mempersiapkan musim dingin yang keras, mereka tidak hanya memanen dan menimbun hasil panen, tetapi mereka juga mengirimnya ke kota dalam jumlah besar dan menjadikan mereka pedagang yang cukup kaya, untuk itu mereka membutuhkan banyak pengawal untuk hal itu. Dan penjagaan ketat untuk pengiriman bahan pangan.
Selain anggur, masih ada banyak produksi yanh mampu menyumbangkan berbagai produk pertanian ke kota, hal itu dikatakan sebagai kebanggaan keluarga Roxy.
"Aku telah mendengarnya dari Roxy sampai Aku mengerti. Hidangan ini tampaknya sangat lezat!"
"Fufufu, Takdir selalu membawakan cerita tentang makanan. Memang benar, bisa memiliki kelimpahan…. Selalu ada monster yang mengincar tanaman. Aku kembali ke wilayah untuk menaklukkan mereka."
"Monster, ya?…. Mereka benar-benar muncul di mana saja."
Saat aku menyatukan kedua alisku, Roxy tertawa sambil meletakkan tangannya di mulutnya.
"Ini merepotkan. Namun, jika kita mengalahkan mereka kali ini, mereka tidak akan keluar sampai tahun depan. Karena juga salah satu dari pemburu, itu tidak masalah sama sekali."
"Seperti yang diharapkan. Memang, monster macam apa mereka?"
"Kobold!"
Kobold… Jika aku tidak salah, itu adalah monster yang memberi kesan seperti anjing berjalan. Ukuran mereka lebih besar dari ku.
Itu adalah monster dengan peringkat lebih tinggi dari Goblin. Kudengar mustahil untuk menaklukkan mereka jika pemburu bukanlah orang yang berada di level 30 ke atas.
Selain itu, kesadaran kelompok mereka kuat, ketika teman mereka dalam kelompok diserang, mereka akan melolong dan memanggil bala bantuan satu demi satu. Bahkan jika Kamu menyembunyikan diri di semak-semak atau sesuatu, Kamu akan segera ketahuan karena penciuman hidung mereka yang sangat tajam. Juga, mereka memiliki kepribadian yang ulet dan tidak akan melepaskan mangsa begitu saja.
Memilih mereka sebagai lawan, sudah pasti mereka adalah monster yang sangat merepotkan.
Ketika Aku memikirkannya, aku mendengar Augus melenguh dan mengatakan jika perutnya terasa lapar.
Guuuu….
"Ada apa? Apakah Kamu lapar? Kamu baru saja makan beberapa saat yang lalu." Aku bertanya dalam kepala, itu adalah hal yang memalukan, bukankah beberapa saat lalu aku sudah berburu untuk mendapatkan beberapa makanan untuk dirinya, dan sekarang. Dia mengeluh lapar di saat yang tidak tepat.
[Kau lupa, kapan aku terakhir makan, ini sudah hampir dua malam aku tidak makan!]
Aku tidak bisa menjawab. Apa yang Augus katakan benar adanya. Untuk beberapa alasan, Aku hanya mengkonsumsi goblin untuk waktu yang lama. Dan itu sedikit tidak berguna untuk Augus yang sampai saat ini sudah naik level cukup pesat.
Sudah waktunya, dorongan untuk mengkonsumsi jiwa yang berbeda muncul. Sepertinya aku akan mencoba kobold. Entah seperti apa dia akan memberikan esensiesi untuk Augus. Dan aku berharap itu akan bertambah cukup banyak. Karena bagaimanapun juga aku membutuhkan kekuatan mereka agar Augus segera kenyang dan melakukan kenaikan level.
"Tenanglah, malam nanti kita akan berburu seperti yang kau inginkan."
[Aku harap begitu.]
Aku mengangguk sembari menanyakan sesuatu pada Roxy. Melakukan perbincangan sebentar untuk mengumpulkan informasi tentang kobold yang mana itu akan berguna untukku.
Aku setidaknya harus mencari bos kobold untuk mencari inti core yang berukuran cukup besar. karena dengan itu Augus akan merasa kenyang untuk jangka waktu yang cukup lama.
"Untuk apa kamu menanyakan kobold?"
Aku yang gugup mencoba menipunya dengan senyum kecut. "Aku hanya penasaran dengan monster itu."
"Aku tidak bisa terlalu menjelaskan, dan lebih baik kau tidak berurusan dengan mereka, itu hanya akan membuatmu terjebak dalam masalah yang tidak pernah berakhir...." Aku mendengarkannya dengan seksama, bahkan ketika Roxy menghela napas di sana. "Karena jika kamu tidak mengalahkan akarnya, maka mereka akan terus datang dan menyerang. Itu akan sangat merugikan mu saat itu terjadi."
"Aku tidak bisa memberitahu mu lokasi keberadaan kobold, karena itu akan berbahaya, tapi jika kamu memang sangat penasaran. Maka kebun anggur akan menjadi tempat mereka muncul."
Setelah itu, Roxy benar-benar harus pergi karena masih memiliki urusan dengan keluarganya, dan aku hanya bisa diam sembari memandang luasnya kebun anggur di luar jendela, jika memang apa yang dikatakan Roxy benar, aku bisa saja keluar dan mencari kobold itu seorang diri, hanya saja kondisinya seperti tidak menguntungkan untukku. Aku berpikir jika aku akan berburu nanti malam saja.
Diam-diam aku keluar rumah untuk melihat secara langsung kebun anggur dari jarak dekat. Dan berharap aku bisa menemukan sedikit informasi tentang kobold yang akan aku buru kali ini. Berharap boleh saja, dan berkerja keras adalah kunci untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Sepanjang mata memandang, kebun anggur yang membentang ke sisi lain gunung terlihat sangat luas. Buah ungu matang di banyak pohon dan semua itu membuat orang-orang akan berkeinginan untuk memetik secara langsung, pin dengan diriku. Hanya saja ada aturan yang tidak memperbolehkan makan buah anggur secara langsung sebelum di proses sedemikian rupa, entah apa yang membuat anggur di tempat ini seperti itu. Namun aku tetap saja mengikuti peraturan, karena peraturan di buat tentu karena ada bahaya di belakangnya.
Aku berjalan menyusuri kebun, membawaku ke sudut tebing di mana menjadi akhir dari kebun ini. Tebing ini cukup tinggi dengan sisi yang terjal dan tidak bisa di daki oleh orang-orang biasa, aku hanya bisa mengangkat kepalaku untuk melihat secara langsung bagian atas tebing yang terlihat begitu tinggi.
Tidak ada yang aneh di tempat ini, itulah yang membuatku berpikir jika tempat ini masih dalam jangka aman.
Aku meneruskan perjalanan untuk melihat lebih jauh sisi tebing yang ada. Itu akan berguna untuk melihat sejauh mana luas kebun yang ada di sebelah ku. Dan bagaimana mereka membuat pertahanan untuk menghindari kobold yang masuk.
(Tempat ini terasa aneh.)
"Kau merasakannya juga?" Aku memang merasakan keanehan yang terjadi di tempat ini. Selain udara yang sedikit mencekam, ada satu hal yang terasa janggal ketika aku berusaha berjalan di sekeliling kebun anggur, itu terasa begitu sunyi dan dingin. Rasanya ada yang aneh akan hal ini.
(Mereka seperti menyembunyikan sesuatu di tempat ini.)
"Entahlah. Aku tidak ingin terlalu menuduh!"
Aku terdiam sebentar saat merasakan aura yang berasal dari sudut kiri, aura ini benar-benar asing dan tidak seperti para penjaga yang ada. Aku tidak tahu dan karena rasa penasaran inilah yang membuat aku memaksakan diri untuk menyusuri lebih dalam lokasi arah dari aura itu berasal.
(Ini monster, aku tidak pernah merasakan aura monster sekuat ini!)
"Aku tahu itu, aku juga merasakannya, dan dari sudut aku bisa merasakan bagaimana aura ini meledak!"
Aku yang penasaran mulai menyamarkan aura keberadaanku, aku terus berjalan hingga akhirnya aku merasakan aura yang sangat kuat dari ujung kebun, aura yang semakin kuat dan terus menguat ini membuatku tak bisa berkata-kata, dia terus menekan diriku. Dan membuatku harus menggunakan Augus untuk memperkuat diriku.
Hanya saja, ketika aku sampai di pusat energi kekuatan yang begitu hebat. Aku tidak menemukan apa-apa. Mereka seolah menyembunyikan dari penglihatan para pemburu dan membuatnya bisa di samarkan dari kondisi tertentu.
"Aku tidak menemukannya."
(Ada sihir penghalang yang menghalangi aura itu.)
Sihir penghalang, itu adalah sebuah belenggu yang sengaja diciptakan untuk menghalau sesuatu. Dan siapapun yang mencipta sihir belenggu biru pasti ada kaitannya dengan semua ini. Aku berusaha mencari tahu, dengan tangan dan bantuan Jess aku berusaha untuk melihat secara langsung lokasi yang menurutku memiliki penghalang di hadapanku.
Hingga tak lama setelah itu, ketika Jess menghilangkan keberadaanya, aku bisa merasakan sebuah penghalang yang menghalangi telapak tanganku. Aku mencoba menekan, dan karena aku hanyalah pemburu level satu. Hal itu mampu membuatku masuk dan menerobos penghalang itu sendiri.
Aku mampu terdorong masuk dan mendapati sebuah ruang aneh yang di dalamnya penuh dengan energi jahat yang mampu menekan diriku. Aku berusaha bertahan dengan keterampilan ku sebagai pemburu level satu. Karena ketika aku menggunakan Jess maupun Augus. Itu akan membuat mereka segera menyadari keberadaan ku.
=====
Ruangan ini seperti sengaja disembunyikan oleh orang luar, karena ketika aku menyusuri lebih jauh, aku mendapatkan berbagai macam peralatan dan juga senjata yang sepertinya adalah bahan selundupan. Karena setahuku, para pemburu di kota timur tidak pernah memproduksi senjata seperti ini.
Aku tidak berani mengacak-acak bagian senjata karena itu akan sangat berbahaya jika mereka menyadari keberadaan ku.
Aku memilih meninggalkan senjata itu dan mulai berjalan masuk, melihat lebih dalam untuk mengumpulkan lebih banyak informasi.
Sejauh aku berjalan aku hanya menemukan sejumlah senjata yang cukup banyak, dari mulai pedang tombak, busur panah, dan juga kapak, dan jangan lupakan armor serta perisai yang ada. Tempat ini adalah tempat yang sangat lengkap.
Hingga semakin jauh aku berjalan, aku melihat dua orang yang masing-masing dari mereka memiliki seorang pengawal yang mana itu adalah pemburu yang cukup kuat, mereka berdua sedang terlibat dalam sebuah pembicaraan yang cukup serius.
"Aku sudah mengirimkan semua persenjataan yang kau minta, dan aku berharap kau segera mengirim uang untuk pelunasan."
"Katakan pada tuanmu. Aku akan segera mengirim semua kekurangannya, dan katakan juga. Pada malam bulan purnama, aku menginginkan beberapa kobold menyerang ke kebun anggur, aku akan melakukan p*********n pada malam bulan purnama."
"Seharunya kau tahu ada biaya tambahan untuk melakukan tugas itu."
Sang pria yang membeli persenjataan itu mengeluarkan koper yang berukuran cukup besar. "Ini sebagai yang muka untuk p*********n kobold yang di janjikan."
Dalam diam aku sudah mengira jika ada seseorang yang memang ingin melakukan kudeta pada kota ini, apalagi dengan hasil kebun yang melimpah, dan tidak akan pernah kekurangan uang sekalipun, mereka pasti akan berpikir jika menguasai tempat ini pasti akan membuat mereka kaya.
Aku harus memikirkan cara untuk menggagalkan semua rencana mereka. Dan pertama-tama aku harus pergi dari tempat ini. Malam nanti aku akan bergerak, mulai dari tempat ini dan mencari orang yang bertanggung jawab penuh pada kobold.
Aku akan menghancurkan semuanya, dan membiarkan Augus melahap para kobold yang ada.
===
Malam berlalu, dan aku sudah siap untuk menjalankan rencanaku.
Pertama-tama aku akan mengunjungi ruang tersembunyi itu, dan setelahnya aku akan membakar semua isi senjata serta semua armor yang ada di sana. Aku akan membersihkan tempat itu.
Dan benar saja, ketika aku sampai tempat itu tidak lagi kosong seperti sebelumnya. Malam adalah tempat yang rawan dan banyak gangguan yang akan terjadi. Untuk itu orang-orang di sana melakukan penjagaan ketat dan membiarkan para pemburu level 15 ke atas berjaga.
Aku memilih untuk mengendap-endap. Dan setelahnya aku menghabisi satu persatu pemburu yang berjaga dengan cara mematahkan leher mereka, serta membuat mereka tak sadarkan diri untuk beberapa saat.
Setelah dua pemburu berhasil aku tumbangkan, aku segera membakar seluruh tempat ini tanpa tersisa, ini adalah hal yang ceroboh memang, tapi aku melakukannya agar tidak ada hal yang tak diinginkan terjadi. Bahkan setelah membakar seluruh persenjataan yang ada, aku pun segera bergegas pergi dan mempersiapkan untuk pertemuanku dengan beberapa kobold yang ada.
Aku menyusuri pinggiran tebing dengan harapan agar aku bisa bertemu dengan kobold secara langsung, aku berpikir jika bisa bertemu dengan mereka, maka aku bisa saja membuat Augus kenyang malam ini.
Dan perjalanan pun tak sia-sia. Aku bisa menemukan mereka di sudut kebun anggur dengan wujud yang sama seperti perkataan Roxy, mereka memiliki tubuh tinggi besar, dengan wajah yang menyeramkan dan juga raut yang ganas.
Aku berdiri menghadang mereka. Dan seketika itu juga dua kobold bertujuan lebih besar dari tubuhku menatapku dengan tajam.
Mereka berpikir mungkin bisa mengalahkan ku dengan mudah. Karena aku seorang diri. Namun siapa yang menyangka jika aku akan mengalahkan mereka hanya dengan satu kali yang tebas. Bahkan sebelum aku menggunakan kekuatan Jess untuk membantuku.
Aku menghabisi dua kobold sekaligus dengan sekali serang, dan itu mengakhiri perburuan ku malam ini. Aku membiarkan Augus untuk melahap energi dia kobold di sana dan setelahnya aku membersihkan sisa mayat dari dua monster ini agar tidak menimbulkan kecurigaan nantinya.
Setelah dirasa puas, aku segera kembali ke penginapan, dan menantikan hari esok untuk melihat bagaimana raut dari
Orang yang bertanggung jawab dengan semua kekacauan itu. Aku penasaran siapa yang ada di balik dari rencana pemberontakan ini. Bahkan mereka selalu rutin mengirimkan kobold untuk menakut-nakuti para penjaga di malam hari. Aku berpikir aku akan bertindak sendiri sampai semuanya selesai. Selain mendapatkan keuntungan, aku juga bisa meningkatkan Augus dan membuatnya kenyang dalam beberapa waktu.