Setelah pertemuan ku dengan pria besar sebelumnya, akhirnya aku pulang dan beristirahat. Namun sebelum itu aku menyempatkan diri untuk menemui Brain dan bertanya sedikit saja soal tikus dan juga dongeon yang ada di bawah tanah, itu mungkin bisa memberiku informasi tambahan dan bisa memilah siapa yang layak untuk ikut atau tidak.
"Tikus dan dungeon bawah tanah? Sepertinya aku tidak pernah mendengar hal yang seperti itu."
Sudah ku tebak, hal seperti itu sangat jarang ditemui, karena selama ini kamu selalu menghadapi monster di permukaan, dan tidak sekalipun kami menemui monster semacam itu.
"Memang apa yang kau pikirkan tentang mereka?" Tanya Brain penasaran. Apalagi ketika aku bertanya soal monster yang belum pernah terlihat sekalipun. Aku berusaha untuk tetap tenang dan mengendalikan diri untuk tidak menceritakannya, ini akan membuat beberapa orang heboh nantinya.
"Tidak ada, aku hanya penasaran dan mendengar rumor dari beberapa orang yang ada di kedai."
"Hahaha kau ini! Jangan terlalu dipikirkan rumor seperti itu, lebih baik pikirkan saja bagaimana kita mendapatkan kunci untuk masuk ke dalam ruang bos terakhir."
"Itu yang sedang aku pikirkan." Padahal secara tidak langsung dongeon itulah yang akan memberikan kunci dan jalan untuk menuju ruang bos lantai ini. Aku masih menahan diri, menceritakannya malah akan membuat heboh dan merugikan ku sebagai orang yang memiliki informasi tersebut.
"Huaaah!" Aku menguap karena rasa kantukku, sebelum akhirnya aku menatap Brain dan memilih untuk undur diri. Aku sudah merasa lelah. Dan aku ingin kembali ke rumah sewaktu.
"Sepertinya aku akan berisitirahat hari ini."
"Apa kau sudah selesai?" Tanya Brain.
"Yah sepertinya begitu."
"Baiklah, sampai jumpa besok. Dan jangan lupa jam sebelas siang kita akan melakukan pengujian pada tubuhmu, aku akan secara langsung menjadi tim penguji untuk mu."
Aku menatapnya dengan bosan. Pengujian adalah satu tindakan yang sering dilakukan untuk melihat sejauh mana kita berkembang, Felix memaksaku untuk melakukan pengujian karena melihat keberhasilan ku untuk keluar dari hutan larangan, dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi padaku. Apakah aku mengalami kebangkitan kedua. Ataukah aku hanya beruntung saja.
Felix menganggap jika aku sudah berkembang. Namun berbeda dengan Brian, dia mengatakan jika aku hanyalah pemburu beruntung yang bisa keluar dari dalam hutan larangan. Hingga akhirnya mereka membuat keributan yang cukup besar di sana dan berakhir membuat pertaruhan antara siapa yang akan benar nanti tentang diriku.
Aku sendiri tidak terlalu memikirkan apa yang mereka lakukan, tapi di ruang penguji nanti, aku akan sedikit menyembunyikan salah satu senjataku agar tidak terlalu menarik perhatian mereka, itu akan sangat merepotkan jika terjadi.
"Baiklah aku akan dapat sebelum jam sebelas besok."
Brain tersenyum mendengar ucapanku. "Terima kasih!"
Aku melambai sebagai jawaban sebelum akhirnya aku berlalu pergi, karena hari sudah hampir larut. Bahkan Augus dan Jess sepertinya sedang berisitirahat karena hampir satu hari ini mereka tidak bersuara sedikitpun, apalagi ketika aku bersama orang lain.
***
Pagi datang, dan aku baru saja terbangun ketika Jess membangunkan ku. Dia memanggil ku di dalam kepala dengan suara yang sedikit keras.
"Ada apa Jess?" Aku beranjak sembari menguap, menggantung kakiku di atas ranjang sebelum akhirnya aku turun.
(Sudah pagi. Akan sampai kapan kau tidur?)
"Kau tahu? Aku bisa menghabiskan pagimu dengan tidur sampai jam sebulan."
(Itu terlalu malas untuk seorang pemburu sepertimu.)
"Aku hanyalah manusia, dan aku juga butuh beristirahat untuk mengurangi resiko kematian ku." Aku beranjak, menyambar handuk yang tergantung di sandaran kursi kayu yang ada di kamarku. Sebelum akhirnya aku masuk ke dalam kamar mandi. Aku membersihkan diri pagi ini dengan segera.
Setelah selesai aku segera mengganti pakaianku dan meninggalkan kamar. Karena kondisi fisik yang sudah mulai membaik, Aku memberi tahu Brain jika sebentar lagi aku akan datang, tapi sebelum itu aku sepertinya akan mampir ke warung makan dan mengambil sarapan ku pagi ini.
[Hooaamm! Selamat pagi!] Ucap Augus yang sepertinya dia baru saja terbangun dari tidurnya.
"Ini sudah hampir siang, kau tahu!"
[Siang? Bagiku entah siang atau malam, waktu beristirahat adalah sesuatu yang nikmat, dan aku tidak akan membuang kenikmatan itu hanya karena hari sudah siang!]
"Huh? Apa-apaan prinsip itu. Bagaimana bisa kau tidak disiplin dengan waktu?"
[Untuk apa? Bagiku istirahat buang cukup saat tubuh lelah adalah suatu hal yang aku butuhkan.]
"Yah. Terserah kau saja lah!" Aku segera menggunakan sepatu sebelum akhirnya aku keluar.
Hari ini aku ingin keluar dan melihat-lihat pusat Kota sebelum aku datang ke gedung serikat untuk melakukan penilaian. Dan untuk menyembunyikannya dari Brain, Aku mengatakan kepada mereka bahwa Aku hanya ingin mencari udara segar dan sekedar mengisi perut kosong ku pagi ini.
Aku sengaja berjalan kaki dari daerah apartemen ku ke arah distrik komersial. Namun, sebenarnya ada hal yang ingin aku tuju dan ingin aku lihat sebenarnya, tapi karena aku bertujuan untuk sarapan, maka aku memilih untuk mampir ke sebuah kedai dan menyantap bubur ayam pagi ini, sebelum akhirnya aku keluar dan memutuskan untuk menghabkaiskan waktu hanya untuk melihat-lihat apa yang ada di sekitar tempat ini.
Sebenarnya, aku penasaran dengan semua benda dan senjata yang ada di distrik komersial. Namun melihat harga yang tertera di sana membuat ku sedikit merasa merinding. Aku memilih untuk tidak menghabiskan uangku di sana.
Aku yakin, jumlah uang Aku akan berkurang lebih banyak lagi ketika aku masuk dan melihat isi di dalamnya, karena bagaimana juga distrik komersial adalah satu kumpulan yang berisi segala jenis senjata yang ada, dan akan sangat sulit untuk menghilangkan minat membeli di dalam diri.
Dan jangan lupakan Augus, dia pasti akan meminta banyak inti core untuk dirinya sendiri.
Mengingat inti core. Aku penasaran. Apakah Jess juga membutuhkannya.
"Hey Jess, apa kau juga membutuhkan inti core seperti Augus membutuhkannya?"
Aku penasaran, karena jika semua Egi membutuhkan inti core. Maka sepertinya aku akhir mengumpulkan banyak uang dan membeli setiap inti core yang ada di dalam distrik, tapi untuk menghindari kekacauan, sepertinya aku akan meminta bantuan Brain lagi.
(Hem ... Aku tidak terlalu membutuhkannya, karena sepertinya inti core tidak banyak berguna untukku.)
Entah kenapa mendengar hal itu membuat ku sedikit lega, setidaknya tabungan ku akan sedikit aman untuk hal ini.
(Tapi, untuk meningkatkan kekuatan dalam diriku, aku sepertinya butuh beberapa senjata dan item yang harus aku serap, agar aku bisa mengambil keterampilan mereka dan menggabungkannya.)
Langkahku berhenti seketika. Tunggu ... Apa yang dia katakan barusan? Apakah dia menyebut senjata dan item?
"Kau bilang senjata dan item?" Tanyaku kembali karena aku masih bingung dengan hal itu.
(Tentu saja.)
Baiklah, kali ini sepertinya tabunganku akan benar-benar habis hanya untuk mengembangkan mereka berdua, atau setidaknya aku harus lebih banyak berburu lagi untuk mengambil banyak jarahan di dalam Raid.
"Sepertinya kalian datang hanya untuk memeras ku!"
Aku mendengus kasar, dan setelahnya aku memilih untuk berjalan menuju satu tempat yang sepertinya akan cocok untuk hal ini. Jadi aku memutuskan untuk pergi ke pasar loak tempat aku membeli beberapa senjata tumpul sebelumnya. Saat itu, ketika Aku datang ke warung yang penjaga tokonya sombong, pakaianku kotor sehingga aku tidak diperlakukan sebagai tamu.
Namun, sebagai seorang yang mendapat dukungan dari Flame red dragon, aku mulai memperbaiki penampilan ku, apalagi ketika aku sering bertemu dengan Felix seyelahnya. Kini penampilan pribadi ku sudah lebih baik dari sebelumnya, dan bisa dikatakan lumayan jika hanya untuk masuk ke dalam pasar loak seperti ini.
Bahkan sekarang jika aku memasuki tokonya, Aku mungkin tidak akan diperlakukan seperti terakhir kali. Ketika aku melihat kios sambil berjalan-jalan, aku sengaja untuk melihat-lihat dan berpikir untuk mencari barang murah, Aku menggunakan skill Appraisal. Bahkan jika Aku tidak memiliki pengetahuan tentang item, Aku dapat melihat nilainya.
Itu adalah keuntungan bagiku. Dan bisa memberikan senjata yang bagus untuk Jess.
[Apa kau berpikir untuk mencari sengaja di tempat busuk ini?]
"Diamlah, aku sedang melihat senjata yang ada, dan melihat kegunaannya, jadi jangan terlalu berisik."
[Terserah kau saja.]
Aku tidak ingin kelepasan hingga membuat orang berpikir jika aku aneh, karena terkadang, berbicara dengan Augus mampu membuat ku emosi. Aku lebih memilih untuk menahan diri dan terus berjalan untuk melihat semua senjata yang ada dengan appraisal.
Jika Aku melakukannya dengan baik, Aku dapat membeli barang dengan kondisi yang bagus dengan harga murah. Dan dengan itu aku bisa mengambil beberapa status yang bagus untuk Jess.
Seperti halnya Augus. Jess juga memiliki kemampuan untuk untuk menyerap kemampuan, hanya saja bedanya, dia menyerap kemampuan dari setiap senjata, dan Augus menyerap dari monster yang sudah dia kalahkan.
Aku tertarik pada satu benda yang ada di toko pinggir jalan. Itu terlihat sangat elegan walau tertutup dengan debu dan sedikit tanah di dalamnya. Aku mencoba untuk melihatnya sebelum akhirnya aku tersenyum kecil di sana. Aku bisa melihat kualitas barang antik hanya dengan mataku.
Bahkan tanpa melakukan itu, ada berbagai hal yang bisa Aku lakukan. Hanya saja kali ini aku tidak ingin salah, maka aku akan mencoba menggunakan [Appraisal] kepada piring besar yang elegan di tangan Aku.
"Ah, ini luar biasa. Piring yang retak dipulihkan dengan indah. Meskipun Aku tidak memahaminya, ini memiliki peningkatan mana dan dua energi yang berbeda, ini akan sangat bagus jika aku gunakan untuk Jess."
Namun sebelum aku membelinya, aku mendengar samar-samar penjaga toko tengah asik menawarkan barang yang sepertinya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalamnya.
"Tentu saja, itu adalah senjata yang bagus, bahkan ketajaman di dalamnya benar-benar berguna untuk menebas Munster hutan sekalipun."
"Kau lihat ini? Warna hitam pekat dengan corak indah di dalamnya adalah bukti jika senjata ini benar-benar kuat."
Aku melihat, dan setelahnya tanpa senagaja aku menggunakan Appraisal kearah senjata itu.
"Senjata yang bagus. Walau kualitasnya tidak benar-benar bagus, sebagai senjata itu sangat terampil untuk memolesnya kembali. Dan menunjukkan bahwa pedang itu bagus, dan secara tidak langsung pedang itu sangatlah buruk di dalamnya." Aku mengucapkannya dengan santai.
Saat itu, penjaga toko yang sedang bernegosiasi dengan pelanggan di sisiku, langsung menoleh dan memelototiku dengan ekspresi tegas.
Selain itu, pelanggan menjadi marah setelah mendengar suara ku, memilih untuk mendorong kembali piring yang ingin dia beli dari penjaga toko. Dan setelah dia mengatakan dia ditipu, penjaga toko menjawab bahwa dia tidak ditipu, dan perdebatan besar pun dimulai.
Ini adalah … situasi yang tidak menyenangkan. Aku pergi sebelum terjebak di dalamnya.
"Hampir saja, itu benar-benar berbahaya."
[Berhati-hatilah mulai sekarang. Orang dengan keterampilan Penilaian cenderung tidak disukai oleh pedagang.] Ucap Augus tiba-tiba. Berusaha untuk memperingatkan atas kecerobohan yang aku lakukan.
"kau tahu, aku tidak terlalu suka dengan orang yang berbohong kepada orang lain demi keuntungan mereka sendiri."
[Meskipun apa yang kau lakukan benar, mereka melakukan itu untuk makan. Keadaan mereka mengharuskan mereka untuk berbohong.]
Aku terdiam dan mencoba untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Augus, tempat ini sangatlah sepi dari pengunjung, sudah jelas jika keberadaan mereka akan kalah ketika distrik komersial dibangun, tampaknya normal bagi mereka untuk menjadi seperti itu, apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini.
Aku memilih menarik diri dan kembali melanjutkan putaran kios Aku, ketika Aku menemukan sesuatu yang menarik.
Benda itu ada di rak, di samping topi dan helm. Itu terlihat sangat menakutkan, tetapi pada saat yang sama anehnya mengundang.
Aku menggunakan [Penilaian] di atasnya.
Topeng Tengkorak Daya Tahan: 20
Kemampuan orang lain untuk mengenali pemakainya terhalang, dengan pemakainya tampak seperti orang yang berbeda bagi mereka.
Itu adalah benda yang bagus. Aku bisa menggunakannya untuk menyerap dan memberikan pada Jess!
Augus bahkan setuju dengan ideku.
(Kamu menemukan sesuatu yang bagus. Ini dibuat lama sekali untuk pesta dansa. Itu barang antik, tapi itu akan berfungsi jika kamu memasukkan kekuatan magis ke dalamnya.) Ucap Jess tiba-tiba, aku tersenyum atas pengetahuan yang dia miliki, ini akan sangat berguna dan bagus untukku.
Dan yang pasti itu cukup murah, dengan harga sekitar 40 koin tembaga. Aku memutuskan untuk membeli topeng tengkorak ini.
Alasannya karena ini diperlukan untuk berburu monster di malam hari. Saat aku pergi berburu hampir setiap hari dengan wajah asli, itu pasti akan menjadi rumor cepat atau lambat di antara para pemburu. Aku sudah mengatakannya bukan. Aku akan mempertahankan gelar pemburu lemah yang ada di dalam diriku.
Untuk orang sepertiku, yang ingin menyembunyikan identitasnya saat berburu, kemampuan menghalangi pengenalan topeng tengkorak bisa sangat berguna.
Aku melewati lebih dari 40 koin tembaga untuk membelinya dari penjaga toko tua. Aku membungkusnya dengan kain dan menyimpannya di dalam saku dadaku. Aku membeli sesuatu yang bagus. Karena ini adalah Royal Capital, barang langka sering mengalir, bahkan di tempat-tempat seperti pasar loak.
Mulai sekarang, mungkin baik untuk datang ke sini secara teratur untuk mencari barang murah. Yah, dengan itu, aku harus segera pergi ke serikat karena waktu sudah tidak banyak lagi. Jika Aku tinggal di sini lebih lama lagi, aku mungkin menemukan sesuatu yang lain yang aku inginkan dan akhirnya membuang-buang uang ku.
===
Tidak sampai satu jam aku sekarang sudah berada di depan gedung serikat flame red dragon, aku berdiri untuk sebentar, membiarkan beberapa orang yang lalu lalang menatapku dengan tatapan mengejek, menghujat, dan bahkan merendahkan.
Aku membiarkan mereka menari-nari dengan pikiran mereka. Karena itu adalah hal atas semua orang yang ada di tempat ini. Aku membiarkannya.
Karena saat ini, tidak terlalu penting memikirkan hal itu, aku bahkan tidak tahu apa yang akan mereka lakukan kepadaku, tapi melihat kondisinya sepertinya aku akan mendapatkan beberapa tes fisik. Dan sebelum itu aku sudah memperingatkan kepada Jess dan Augus untuk menyembunyikan kekuatan mereka. Itu akan berguna dan membuat keterampilan mereka tidak terhitung.