dongeon tower 57

2756 Kata
Dongeon tower 57 Huaahhh! Aku benar-benar merasa lelah. Seketika itu juga aku berpikir untuk membaringkan diriku di atas pasir dan berguling-guling. Sungguh sesuatu yang terasa begitu nyaman. Bahkan aku sendiri bisa terus melakukan ini seharian, selain rasa hangat, aku juga bisa mengurangi rasa penat di sini. aku terdiam beberapa saat kemudian lalu berbaring terlentang dengan tatapan menatap langit gelap di atas sana. Sebenarnya aku tidak lelah secara fisik, hanya saja sepertinya mental ku terkena ketika melakukan semua ini. Sambil menahan rasa lapar dari skill [Gluttony], aku harus terus berburu jiwa-jiwa Sandmen dengan sabar. Ini benar-benar memuakkan. Ketika aku harus berusaha menekan semua keterampilan ini untuk sesuatu yang layak. Aku tidak sanggup menahan rasa lapar itu terus berlanjut. Aku segera melepaskan topeng yang aku kenakan, lalu fokus untuk menekan rasa lapar yang terus memberontak. [Sudah aku katakan bukan. Kamu akan kesulitan untuk menahannya jika kamu menggunakan topeng itu.] "Diamlah, aku sedang fokus untuk sekarang!" Aku mendengkus pelan saat Augus mengatakan itu secara tiba-tiba, dia mengucapkan itu seolah-olah menghina ku. Aku yang merasa kesal berusaha untuk mengabaikannya. Di tempat ini. Bukan hanya lapar saja yang aku rasakan, tapi saat udara panas mulai menyusup aku tidak bisa melakukan apa-apa selain bertahan. Rasanya seperti merasa sangat haus tetapi hanya bisa minum setetes air, dan setelah menunggu sangat lama. Meskipun Aku benar-benar haus, akhirnya aku bisa mendapatkan kesempatan. Setelah rasa lapar mulai bisa aku Kendalikan, aku segera mengambil air dari ruang penyimpanan, dan setelahnya aku minum sebanyak yang aku inginkan sekaligus, perasaan marah dari kesulitan semacam itu adalah hal yang harus Aku tanggung. Ini bukanlah apa-apa karena sebenarnya aku sudah sangat terbiasa dengan kondisi seperti ini. Sebenarnya jauh sebelum aku datang ketempat ini, aku sudah melatih tubuhku agar bisa menghadapi segala macam situasi yang aku dapatkan di dalam lokasi perburuan. Hanya saja melakukan perburuan di Padang pasir yang gersang selama berjam-jam membuatku sedikit frustasi, itulah kenapa aku mengatakan jika sebenarnya aku mengalami lelah fisik. "Augus! Kupikir kita harus segera menyelesaikannya… Aku ingin kembali ke kota sebelum fajar." [Memang, Pertama kali selalu yang paling sulit. Akan merepotkan jika kamu menjadi gila dan mengamuk, jadi aku juga sudah mempertimbangkannya.] Karena Augus secara tidak langsung berperan sebagai supervisor Ki, sudah memberi Aku izin, maka mari kita mulai berburu sandmen dengan sungguh-sungguh. Masih ada waktu sampai siang hari, dan itu seharusnya cukup untuk sedikit memuaskan skill [Gluttony]. Skill ini benar-benar membuatku sedikit kewalahan, bukan karena kekuatannya, tapi karena efek yang dia miliki, sejujurnya saja aku agak benci jika harus merasakan efek kelaparan yang menggila seperti itu. bahkan jika aku tidak mulainya dari sekarang, aku tidak yakin jika aku akan benar-benar memuaskan skill Gluttony. Tanpa menunggu lama aku langsung melesat, tidak peduli dengan kondisi yang ada. Yang aku pikirkan sekarang adalah, semua ini harus segera selesai. Baiklah, ayo pergi. Kekuatanku meningkat karena keadaan kelaparan yang sudah berada di tahap sedang. Aku akan mendapat tambahan statistik yang aku miliki. Kemampuan pertahanan ku juga terus meningkat seiring kondisi kelaparan yang meningkat, dan seperti biasa setelah semua persiapan selesai aku segeea berdiri dan mengendus……pada titik ini, aku bahkan bisa mengetahui arah monster di sekitar hanya dengan menggunakan hidungku. Semua indera yang aku miliki akan naik begitu pesat dan tajam ketika aku berada di tahap ini, bukan hanya penciuman, tapi juga pandangan ku yang meningkat sangat pesat saat ini. [Perhatian langkah mu. Sisi bagian kanan, ada 3 sandmen agak jauh dari kita.] Seketika itu juga aku bersiap. Augus, benar aku bisa merasakan aroma yang berasal dari sisi kanan. Dan di sana dengan mataku aku bisa melihat sadmen yang berdiri di sana. Aku segera melesat dan berlari ke arahnya, ini akan terasa sangat cepat. Karena efek dari mempertahankan terus-menerus kondisi setengah kelaparan. Aku kira aku telah menguasainya, tapi melihat bagaimana efek kekuatan ini membuatku sedikit menahan diri. Yah, aku sudah agak terbiasa dengan itu. Hanya satu mata yang menjadi merah selama keadaan setengah kelaparan, dan itu membuat sensitivitas dari pandanganku meningkatkan, aku bisa melihat apapun dengan mata kiri ku. jadi aku hanya bisa membuat makhluk berlevel lebih rendah tersentak. Namun akan berbeda cerita ketika kedua mataku akan menjadi merah jika aku memasuki kondisi kelaparan sepenuhnya, dan pada saat itu, aku bisa mengalahkan siapa pun dengan statistik lebih rendah dariku hanya dengan menatap mereka. Itu adalah kemampuan yang sangat menguntungkan, aku berpikir bisa melakukannya dengan mudah, hanya saja tidak seperti hanya ku pikirkan, mode kelaparan sesungguhnya hanya membuatku semakin kesulitan mengendalikan, diri. Walau aku berharap aku bisa melakukannya tapi aku harus berpikir kembali untuk melakukan hal itu, dan dalam keadaan setengah kelaparan aku harus bersyukur ketika aku bisa membuat musuh di bawahku ketakutan. Aku terus bergerak dengan kecepatan yang aku bisa, hingga tak lama setelahnya aku bisa melihat tiga sandmen dengan kondisi setengah tubuhnya sedang berjalan keluar dari pasir. Dengan hati-hati aku melihat sekelilingku. Mungkin karena aku terlalu banyak berburu sandmen, membuat aku merasa biasa saja dengan kondisi ini, bahkan melihat sosoknya secara langsung saja tidak membuatku takut, jika di pikirkan kenbali, kira-kira berapa banyak yang sudah aku buru… Aku berhenti memikirkannya, setelah hitungannya melebihi 50, jadi aku tidak tahu angka yang akurat. Jika seseorang berburu terlalu banyak, situasinya akan terbalik dan binatang buas akan mulai takut akan kehadiran kita, seperti hukum alam, yang kuat yang akan bertahan, dan karena kondisi ini membuat para sadmen mungkin saja akan ketakutan ketika aku melihat ke arah mereka. Bahkan melihat keberadaan ku saja sudah membuat mereka berpikir kembali untuk menghadapi secara langsung, mereka akan memilih untuk lari dan menjauh. Itulah sebabnya kenapa mereka tidak ada disekitar ku. Karena mereka takut akan keberadaan ku. Aku melihat para sadmen mulai berlari dan masuk ke dalam pasir, tidak ingin kehilangan kesempatan, aku segera mengejar mereka. Aku akan berburu hingga skill [Gluttony] terpuaskan, dan aku bisa bernapas dengan lega. Jadi jangan berpikir bahwa berlari ke pasir akan menyelamatkanmu dariku, itu hanyalah tindakan yang sia-sia dan tidak akan berguna untukku. Pada kondisiku saat ini, Aku harus berburu setidaknya 30 sandmen untuk membuat skill Gluttony benar-benar terpuaskan, bahkan aku tidak yakin apakah 30 akan membuat dia benar-benar terpuaskan. Untuk itu aku harus memastikannya sendiri. Lebih baik segera bergerak dan bekerja dari pada terus memperhitungkan tanpa ada sebuah hasil. Sayangnya, sadmen yang ada di tempat ini hanya berjumlah tiga saja, dan itu akan sulit untuk memastikan. Sepertinya aku harus bergegas, karena setelah aku selesai dengan 3 ini, Aku masih harus berburu 27 lagi. Aku harus memburu mereka sebelum mereka bisa melarikan diri ke tanah. Akan sangat sulit dan merugikan jika sampai aku kehilangan mereka. Aku segera mengarahkan busur hitam, menambahkan material sihir api di di dalamnya. Kemudian ditembak. Anak panah berhasil mengenai Sandman hingga membuat mereka terbakar karena efek api dari busur panah kegelapan. Dua yang tersisa mulai panik dan sebisa mungkin untkk melarikan diri setelah melihat itu. Tidak mungkin mereka bisa melakukannya, karena aku sudah melepaskan dua anak panah setelah melihat mereka mulai panik. Ini yang aku pikirkan sebelum semuanya menjadi runyam. Aku tersenyum kecil saat dua panah berhasil mengenai dua lainnya, ini berarti aku sudah mendapatkan tiga sandmen yang mana tinggal mencari lebih banyak lagi untuk menyelesaikan perburuan ini. Keterampilan Kerakusan Diaktifkan. Durability+5280, Strength+2670, Magic+3990, Spirit+5280, Agility+300 akan diterapkan ke statistikmu. Sambil mendengar suara notifikasi berdering di kepalaku, aku menatap kobaran api yang melahap tiga sandmen di sana. Seperti yang Aku pikirkan, mereka tidak membuat ku kenyang. Aku benar-benar masih harus berburu 27 lagi … "Aku pikir ini akan melelahkan." [Apakah kau mulai mengeluh? Haha, Oi Loki! Lihatlah bagaimana tuanmu ini mengeluh. Padahal di sudah mendapatkan kekuatannya dan dengan ini dia bisa terus berkembang!] "Ck! Berhentilah mengejekku! Aku benar-benar kesal dengan suara rendah mu itu!" [Kau pikir aku apa! Aku tidak memiliki suara rendah seperti yang kau bicarakan!] "Maka berhentilah mengoceh!" Aku benar-benar dibuat kesal oleh Augus, di terkadang bisa diandalkan, tapi terkadang juga keberadaannya justru membuatku merasa muak. Apalagi saat dia merasa dirinya adalah yang terkuat. Baiklah. Abaikan saja celoteh Augus, aku harus fokus dan mulai.mencsri target buruanku, ini tidak akan sulit, apalagi melihat bagaimana kondisi dari busur Augus. Ini akan menjadi sangat mudah. Selama itu cukup besar, Aku akan bisa menyelesaikannya dengan satu tembakan. Sambil memikirkan hal seperti itu, ketika aku mendaki bukit pasir, hidung ku mencium aroma yang enak. Aroma seperti ini…. Aku sudah menciumnya sebelumnya. Itu mirip dengan kobold, yah dia adalah monster tingkat Mahkota yang menginvasi wilayah Heart. Monster yang menjadi santapan pertama ku dan karenanya juga aku berkembang sejauh ini. "Augus, apa kamu merasakannya? Aku merasa seperti ada monster tingkat mahkota di sekitar sini." [Apa sekarang kau membutuhkan ku? Bukankah kau menyuruhku untuk diam?] Oh apakah dia merajuk? Apakah karena ucapanku dia mulai marah? Ck, sungguh kekanak-kanakan sekali dia. "Apa kau marah? Ayolah jangan ambil hati semua ucapanku." [Apa kau mulai merayuku?] "Berhentilah merajuk. Atau aku akan benar-benar menghukum mu!" [Ck! Selalu saja dengan ancaman! Bisalah kau berhenti melakukan itu! Ancaman mu tidak akan berpengaruh padaku!] Oh jadi dia benar-benar menantang ku sekarang? Baiklah mari kita lihat siapa yang menjadi pemimpin di sini! Aku segera mengangkat busur Augus, lalu bersiap-siap untuk melemparnya di atas tanah, tapi sebelum aku selesai melakukannya Augus menjerit dengan keras! [Hey bodoh apa yang kau lakukan, hah!" "Jawab saja apa yang ingin ku tahu. Atau kau akan tahu akibatnya!" [Baiklah Baila, tapi hentikan itu!] "Jadi?" [Seperti yang kamu duga. Dia adalah monster dengan level yang sama seperti kobold. dan sepertinya dia akan menjadi hidangan utama hidangan yang sempurna. Selain dia memiliki jiwa monster yang kuat, Kamu juga dapat berlatih cara bertahan, Seperti memukul dua burung dengan satu batu! Jangan dibutakan oleh kekuatan skill [Gluttony] seperti sebelumnya, dan yang jelas berhati-hatilah.] "Hem sepertinya kamu benar. Itu adalah…kenangan yang tidak menyenangkan. Namun jangan anggap pertarungan ini akan sama, karena kali ini aku punya pengalaman untuk melawan sandmen." Aku mulai yakin dengan kekuatan ku sekarang, aku sudah memperkirakannya dan setelanya aku segera bergegas untuk maju. Saat maju dengan mengandalkan baunya, aku mendengar suara pertempuran yang intens. Itu adalah suara serangan yang sangat kuat dan tak terkendali, bahkan dari jarak sejauh ini aku bisa mendengarnya dengan sangat jelas. Siapa yang berkelahi? Agar tidak menimbulkan kecurigaan, aku mendekat dengan tenang, perlahan namun pasti dari posisiku uang sekarang aku bisa menemukan lokasi pertempuran. Seketika itu juga mataku terbelalak saat melihat apa yang terjadi di depan. "tunggu, apakah itu … party yang Aku ikuti sebelumnya?" [Ini buruk! Aku tidak yakin mereka akan bertahan. Lawannya bukanlah monster yang bisa dihadapi dengan mudah, bahkan Mereka bisa dilenyapkan jika ini terus berlanjut!] Aku tak menjawab ucapan Augus, aku masih melihat dan memperhatikan dengan seksama, dari mataku aku bisa melihat jika di dalam party itu memiliki 6 orang yang terluka, dan kondisi ini tentu saja membuat mereks tidak mungkin untuk melarikan diri. Lima Hunter yang membawa perisai berdiri di depan untuk memblokir setiap serangan dari monster tingkat Mahkota. Namun, kekuatan yang besar tidak mampu dihalau oleh orang-orang itu. Hingga membuat perisai itu retak dan tak lama setelahnya hancur berkeping-keping. Pukulan dari monster tingkat Mahkota itu terlalu berat. Tampaknya kerusakan telah berkurang karena beberapa keterampilan, tetapi begitu perisai itu jatuh, itu akan menjadi akhir dari mereka. Melihat bagaimana pertarungan mereka membuat ku terdiam tanpa bisa berkata-kata lagi. Apalagi melihat perjuangan dari orang-orang di sana. Mereka terus berjuang tanpa meninggalkan yang terluka. Kalau saja mereka meninggalkan yang terluka, mungkin beberapa dari mereka pasti akan selamat. Itu adalah semacam situasi pertempuran yang tidak pernah terlintas di kepalaku. "Aku ... Tidak menyangkal jika mereka akan melakukan hal itu." [Apakah bagusnya dari cara bertarung mereka?] "Kamu tidak akan mengerti bahkan jika aku sudah menjelaskannya sekalipun." [Terserah kamu saja! Melihat mereka malah membuat ku merasa aneh, dan lagi. Apakah kamu iri dengan mereka?] "Entah, haruskah kita pergi?" [Membantu mereka?] "Tentu saja tidak ridak … tapi untuk mengisi perutku." Jika itu aku, aku tidak bisa bertarung bersama dengan orang lain. Aku dibuat sadar akan hal itu ketika aku melihat bagaimana mereka bertarung. Cara Aku bertarung menggunakan pedang keserakahan Augus dan skill [Gluttony] ku, tidak mungkin Aku bisa berbaur dan bekerja sama. Jika Aku bertarung dengan serius, mereka hanya akan ditelan oleh skill ku. Kalau dipikir-pikir, Myne memiliki skill Mortal Sin yang sama sepertiku. Itu sangat aneh ketika menyadari ada orang lain yang memiliki keterampilan yang sama seperti ku, aku sendiri tidak berpikir jika akan ada orang yang bisa memiliki keterampilan yang hampir menyerupai seperti mereka. Aku segera mengambil langkah. Setidaknya aku bisa membidik mereka dengan busur saat aku mendapatkan posisi yang tepat. Aku berpikir lagi sebelum akhirnya aku memutuskan untuk berlari ke area pertempuran, aku mengangkat busur tinggi-tinggi dan mulai membidik monster tingkat Mahkota dengan busur hitamku. Aku harus menarik monster itu menjauh dari prajurit perisai yang sekarat di sana terlebih dahulu. Setidaknya itu akan mengukur waktu agar mereka bisa segera berlari dari sana. Lima panah api melesat dan mendarat di kakinya. Secara bersamaan, kaki monster itu terbakar, menyebabkannya kehilangan pijakan. "Aku akan mengisi daya." [Gunakan bentuk pedang hitam untuk pertempuran jarak dekat!] "Tentu saja! kamu tidak perlu memberitahuku tentang hal itu!" Bentuk Augus berubah dari busur menjadi pedang saat aku mendekati monster tingkat Mahkota. Dan setelahnya aku langsung bertarung bersama mereka, berlari dengan cepat dan setelah jarak ku mulai mendekat. Aku bisa menggunakan skill Appraisal pada jarak ini. Jadi Aku langsung menggunakannya untuk memeriksa informasi musuh. Pelindung Pasir! Golem Pasir Lv60 Daya tahan: 450000 Kekuatan: 430000 Sihir: 245000 Semangat: 265000 Kelincahan: 115000 Kemampuan: Sihir Debu Itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa! Aku pikir itu hanya terlihat kuat karena faktanya dia tampak terbuat dari batu. Daya tahan dan kekuatannya sungguh luar biasa. Memikirkan prajurit perisai itu benar-benar menahan serangan pada tingkat kekuatan ini. Selain keterampilan mereka, pasti ada sesuatu tentang perisai yang mereka gunakan, karena tidak mungkin untuk bisa menerima serangan itu secara terang-terangan. Hal ini membuat ku merasa penasaran, dan aku berpikir ingin menanyakannya setelah pertarungan. Namun kembali lagi. Sepertinya hal itu tidak akan mungkin. Aku harus terlebih dahulu mematahkan momentum dari 5 prajurit perisai itu, dan menarik perhatian dari Golem pasir di sana. Setidaknya itu akan memberi mereka waktu agar mereka benar-benar bisa untuk bergerak mundur. "Apa …… UAAAaaa!" "Kamu …… Guaaaa?" "Eeeeetidak mungkin?" "Apa yang kamu lakukan! b******n! Kamu sialan!" "Kyaaaaaa" Huh sepertinya aku salah menduga, karena salah satu diantara meeeka… adalah seorang wanita. Apakah Aku terlalu kejam? Maaf. Bagaimanapun, ini menciptakan celah antara party besar dan golem pasir. Aku bisa mendengar suara dari belakangku. "Kamu terlihat seperti seorang Hunter meskipun dengan penampilan aneh …… mungkinkah kamu ingin bergabung dengan pertarungan kami?" Ah, sepertinya dia adalah pemimpin party ini. Dia memang berbicara kepada aku atas nama party ini, tetapi Aku menggelengkan kepala sebagai tanggapan. "Lalu untuk alasan apa …*" Alasan yang sebenarnya cukup memalukan. Aku sudah memutuskan sejak aku pertama kali tiba di gurun ini. Aku datang untuk mengisi perutku yang kosong. Dan mengumpulkan jiwa-jiwa yang aku inginkan. Aku bisa mendapatkan banyak prajurit bayangan saat melahap jiwa korban-korban ku. Dan semakin banyak prajurit yang aku miliki. Akan semakin kuat diriku kelak. "Untuk alasan pribadi. Aku akan menghadapi monster ini. Jadi ku pikir kalian bisa meninggalkan tempat ini secepat yang kalian bisa." "Tidak, aku yakin bukan itu maksudmu. Katakan saja dengan jujur ​​bahwa kamu ingin membantu kami… kamu bisa menebaknya bukan jika benda itu terlalu kuat. Sebaiknya kamu bertarung dengan kami." Yah, aku bisa memahaminya. Mereka semua adalah sahabat yang mencoba menghadapi situasi ini. Aku agak berharap dia akan mengatakan sesuatu seperti itu. Meski begitu, mereka menjadi penghalang. Dari apa yang aku temukan ketika melawan gargoyle, Aku memiliki kekurangan, yang mana aku tidak terlalu pandai melindungi banyak orang. Mungkin jika hanya ada beberapa saja Aku bisa mengatur dan memberi arahan untuk mereka. Tapi ceritanya akan berbeda jika 10 atau 20 orang berada dalam satu party. Aku tidak mampu melakukan pertarungan yang begitu terampil. Ada 20 orang di belakangku. 6 dari mereka terluka dan tidak bisa bergerak. Dengan asumsi golem memiliki serangan jarak jauh, mereka tidak akan bertahan kecuali mereka yang berdiri tepat di belakangku. Sementara masih menghadapi golem, aku melihat ke belakang sedikit. "Aku menghargai pemikiran itu tetapi kalian hanya akan mengganggu pertarungan ku, jika Kamu tidak ingin terjebak, maka silakan segera pergi atau rekan-rekanmu akan berakhir di tempat ini dan terkubur di dalam pasti!" Saat aku melihat kembali ke arah golem untuk mencari pergerakan, pemimpin party bergumam di belakangku. "……BegituTapi, tapi aku harap kamu tidak terlalu memaksakan diri." Golem Pasir mulai bergerak setelah pulih dari mati rasa. Itu mengguncang lengannya dan menyerang ku. Melirik ke samping, Aku melihat bahwa rombongan sudah mulai mengungsi. Dengan ini, Aku bisa bertarung dengan bebas. Sekarang, mari kita selesaikan ini dengan cepat. Aku harus kembali ke kota sebelum Myne bangun. Aku menurunkan Augus, dan melemparkan diriku ke d**a golem.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN