Dongeon tower 58
Posisiku saat ini benar-benar membuatku sangat mudah untuk melancarkan serangan, tidak ada lagi yang perlu aku khawatirkan, karena pada kenyataannya aku bisa bergerak dengan bebas setelah orang-orang sebelumnya pergi. Kini aku bisa mengeluarkan seluruh kemampuan ku. Bakan serangan pertamaku berhasil melukai d**a Golem di sana. Tidak hanya itu saja, bahkan Augus berhasil menyebabkan luka yang cukup dalam di tubuhnya. Itu membuat Golem meraung kuat dan mulai serius dalam melihatku.
Ini adalah pertarungan yang aku nantikan. Bagaimana aku bisa menguasai jalannya pertarungan dengan kecepatan, ketepatan dan seluruh potensi yang aku miliki.
Dalam diam aku tersenyum.
Luka yang diperbuat oleh Augus membuat pergerakan golem pasir agak lambat. Namun walau pergerakannya melambat sekalipun, tetap saja pukulan dari lengannya adalah ancaman yang berbahaya, akan sangat fatal jika aku terkena langsung oleh serangan itu. Aku memilih untuk menjaga jarak walau sebenarnya aku bisa menghindari setiap serangan yang ada. Aku membuka mata merah ku, menatapnya dengan intimidasi uang ada sembari membuatnya tersentak. Ketika pergerakan melambat, aku mengambil Augus laku merbahnya menjadi pedang satu tangan.
"Loki!"
Segera itu juga Loki melapisi bilah Augus dengan cepat, dan dengan kecepatan serta kondisi setengah kelaparan yang membuat pergerakan ku semakin meningkat, aku terus mengukir tubuhnya dengan sayatan kecil yang mana bayangan Loki langsung mengisi tiap sayatan yang ada. Setelahnya aku memanggil prajurit tikus bayangan untuk menyusup masuk, menyerang dari dalam dan luar adalah cara terbaik untuk mengalahkan monster tingkat mahkota, dia memiliki daya serang yang luar biasa, tapi lemah terhadap serangan dalam.
Aku terus memberi luka sayatan, tidak berhenti sampai di sana, aku juga mulai menggunakan sihir api yang sepertinya tidak akan berguna kali ini.
Ketika Golem pasir berusaha menyerangku, aku segera melompat ke atas tangannya, lalu setelah itu aku berlari untuk mencapai punggungnya.
Setelah sampai ke punggungnya aku segera menusuknya dengan pedang hitam. Hal itu aku lakukan terus menerus tanpa berhenti, hal yang berhasil membuat Golem itu meraung kencang dan berusaha mengguncangkan tubuhnya, hal itu membuat ku limbung, tapi dengan cepat aku menancapkan pedang dan berpeganhan dengan kuat. Setelah cukup lama dia mengguncang tubuhnya, perlahan dia berhenti lalu kesempatan kecil itu tidak akan aku sia-siakan. Aku segera melompat, merubah Augus menjadi pedang dua tangan dan setelahnya aku mulai menyerang punggungnya, dan Loki dengan kabut hitamnya mulai memberikan dampak di setiap luka yang aku berikan.
Aku melakukan hal itu terus menerus, mengikuti pola dengan tebasan horizontal.
Aku terus melakukan serangan hingga beberapa saat aku merasakannya sesuatu yang aneh. Hal itu membuatku segera melompat turun dan mundur agak jauh, ada sesuatu yang tidak biasa terjadi di tempat ini.
Jika itu monster normal, gerakan mereka akan melambat setelah menerima serangan yang aku lancarkan tanpa henti. Namun, golem pasir tidak menunjukkan tanda-tanda menerima kerusakan.
Aku terdiam sembari memperhatikan setiap pergerakan yang dilakukan oleh Golem pasir, bahkan tikus bayangan yang aku lancarkan tidak memberikan banyak manfaat di sana, aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Sebelum aku mengingat suatu hal.
"Mungkinkah, golem pasir ini memiliki inti di dalam tubuhnya seperti para sandman?"
[Cukup aneh. Jika memang dia emang memiliki sebuah inti, maka itu adalah alasan yang tepat untuk menjelaskan kenapa dia masih tetap berdiri di sana dan bertahan dari serangan mu.]
"Aku benar-benar bingung! Andai saja Jess sudah hanging. Aku yakin ini akan menjadi mudah."
[Sepertinya kamu harus mencari tahu sendiri. Jika benar, maka kamu bisa menggunakan prajurit bayangan untuk melakukan semua serangan itu.]
"Aku pikir demikian. Dan anehnya, dari sekian banyak pengalaman yang aku dapatkan, kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal!"
[Jangan terlalu mengeluh. Lakukan saja apa yang bisa kamu lakukan!"
Aku mendengus pelan. Menatap Golem pasir yang terus meregenerasi tubuh yang sudah aku lukai tadi. Dan itu membuktikan jika dia memang memiliki inti di dalamnya.
Dengan kata lain, intinya mengubah pasir alami menjadi batu, dan membentuknya menjadi bentuk humanoid. Itu sebabnya tidak peduli seberapa keras aku menyerang kulit terluar, dia tidak menerima kerusakan karena serangan itu tidak mencapai intinya. Hanya serangan yang langsung merusak inti yang akan menjatuhkan tubuh.
Tapi serangan dari dalam pun akan sangat sulit, karena ketika aku berusaha mengambil penglihatan dari tikus bayangan, mereka sudah tidak ada. Uang berarti, pasir yang berubah menjadi batu secara tidak langsung menghancurkan prajurit bayangan ku.
Ini akan sangat sulit, aku juga tidak akan bisa melihat di mana intinya beras, karena ketika aku berusaha mencarinya dengan tikus bayangan. Dia malah menghancurkan mereka dengan mudah.
Sial! Dimana sebenarnya intinya berada? Aku segera memikirkan solusi, tetapi Aku tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya sendiri.
Lagi-lagi, jika saat ini Jess ada diantara kami, semua akan terasa mudah. Dan lagi keterampilan Jess akan membuat semuanya menjadi mudah. Dia bahkan akan dengan mudah mengetahui di mana keberadaan dari inti itu hanya dengan sekali lihat.
Lalu apa yang harus aku lakukan? Jika aku memotongnya terus menerus mungkin itu akan membuatnya menjadi lebih kecil, tapi aku tidak yakin karena regenerasi dari Monster itu sangatlah cepat.
Ini akan sulit jika terus di bayangkan, aku mengangkat kepala, sembari memikirkan semua rencana yang ada di kepalaku, aku mulai bergerak.
Tidak ada waktu hanya untuk memikirkannya saja, aku harus segera bergegas jika aku tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi.
Selain itu, Aku memiliki tujuan lain dalam pikiran. Itu untuk meningkatkan pengalamanku dalam duel satu lawan satu.
Sebelumnya, ketika aku melawan monster tingkat Mahkota pertama ku, The Wailing One Assault Kobold, Aku merasakan perbedaan dalam pengalaman pertempuran dan dengan demikian menghindari konfrontasi langsung. Oleh karena itu, Aku menggunakan taktik tabrak lari dengan memanfaatkan peringkat pertama Augus dari busur hitam.
Kurasa saat itu, karena ada orang-orang dari wilayah Heart yang dipertaruhkan, aku tidak boleh kalah dalam pertempuran itu. Namun, jika Aku terus bertarung seperti itu, Aku bertanya-tanya apakah Aku bisa bertahan sampai pagi datang?
Aku tidak yakin, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, dari pada memikirkannya kenapa tidak langsung eksekusi saja.
Aku segera melompat mundur, merubah Augus menjadi jurus dan meminta Loki untuk ikut dalam p*********n ini. Aku pikir Loki akan bisa menyelinap masuk dan melihat serta mencari tahu keberadaan dari inti Golem pasir ini.
[Ku pikir kamu sudah menguasainya, bahkan dalam kondisi seperti ini pun kamu bisa tenang dan menggunakan ini sebagai latihan Namun, jangan meremehkannya … ini adalah tingkat Mahkota.]
"bukankah akhir-akhir ini terlalu peduli? Hah, apa kamu mulai cemas? Tapi terima kasih atas saran mu, aku pikir kamu tidak perlu memberitahuku akan hal itu."
Seperti biasa, Agus selalu memiliki ide yang sama. Walau dia suka bercanda. Namun ketika datang ke pertempuran, dia selalu memperhatikan ku sebagai penggunanya. Meski cara bicaranya tetap menyebalkan seperti biasanya…
Aku merubah Augus menjadi bentuk busur, meminta Loki untuk melapisi anak panah dan setelahnya aku melesatkan tembakan. Aku membidik bagian dadanya karena bagiku di sana adalah lokasi inti yang sering disembunyikan.
Setelah anak panah melesat. Loki mulai bekerja, dengan kabut asap hitam dia mulai menyusup masuk melalui celah bebatuan di tubuh Golem.
Tak ingin menunggu terlalu lama, aku segera merubah Augus menjadi pedang satu tangan, menggenggam pedang itu erat-erat sebelum aku memutuskan untuk menyerangnya sekali lagi.
Golem pasir yang menyadsei ketika aku melakukan serangan langsung bereaksi. Dia mengangkat kedua tangannya untuk menghalau dan melakukan p*********n.
Terlalu lambat.
Aku bisa melihat pergerakan dari monster itu, bahkan dengan pedang ku aku bisa dengan mudah memotong kedua lengan itu menggunakan pedang hitam dan menghindari serangannya. Lalu aku menggunakan kesempatan itu untuk meretas lengannya.
Saat aku melihat kedua lengan yang melayang di udara, sebuah pikiran muncul di kepalaku. Ini terlalu mudah, bukankah ini seharusnya pertarungan melawan monster tingkat Mahkota? Yang Aku lawan sebelumnya jauh lebih sulit, ini seperti memotong daging dan itu seperti menghancurkan tulang.
Entah karena aku memiliki pengalaman bertarung yang cukup, atau karena golem pasir terlalu pasif. Pada saat itu, saat aku menanyai diriku sendiri, Keserakahan memperingatkanku dengan tegas.
[Al! mundur sejauh mungkin!!]
Golem pasir segera bertindak. Aku mengikuti saran Augus dan sebelum semuanya terlambat, aku menarik Loki untuk kembali.
tak lama setelahnua tubuh Golem pasir mulai mengembang, lalu mengeluarkan batu yang tak terhitung jumlahnya dari tubuhnya ke segala arah sekaligus dengan kecepatan yang tidak bisa aku hindari.
Loki dengan siaga merubah dirinya menjadi kabut kegelapan yang menyerupai mantel yang mana itu akan sedikit membantu menghalau serangan langsung dari Golem pasir di sana.
"Loki kembali!"
Aku pikir ini tidak akan baik, jika Loki terus melakukan hal itu untuk melindungi ku, maka dia tidak akan bisa bertahan lebih lama.
Tepat ketika Loki kembali. Sebuah batu yang lebih besar dari tubuhku bergerak ke arahku dengan kecepatan yang sangat cepat. Aku melompat ke udara agar tidak bertabrakan dengannya
Sayangnya, ketika aku berpikir aku bisa menghindari serangan itu. Aku malah terkena gelombang kejut yang kuat, dan Aku akhirnya terdorong jauh dari yang aku harapkan.
Bahkan setelah Aku mendarat, Aku masih berguling cukup keras di tanah.
Loki mengambil inisiatif untuk merubah dirinya menjadi mantel hitam dan menghentikan pergerakan dari tubuhku.
{Tuan kamu baik-baik saja?}
"Aku baik-baik saja, dan terima kasih!"
Aku segera duduk untuk mengambil napas. Setelahnya aku mengangkat kepala, melihat bagaimana perkembangan dari Golem pasir itu sendiri.
"Aku tidak menyangka itu sama sekali! Bahkan seluruh tubuhnya adalah senjata."
[Itulah alasan mengapa aku memintamu untuk lebih berhati-hati!]
"Aku tahu itu adalah kecerobohan, ku.!"
ketika aku akan berdiri. Aku terbatuk dan seketika darah yang telah terkumpul di dalam mulutku ke luar secara bersamaan. Sekali lagi. Gelombang kejutnya adalah serangan yang tidak bisa aku tebak. Dia memiliki serangan yang liar biasa, aku berdiri, menyeka darah yang ada di mulut ku sambil menonton golem pasir dari kejauhan.
Melihat aku mendarat, aku yakin jika tubuhku terlempar cukup jauh. Mungkin, jika aku tidak memblokir serangan itu dengan pedang hitam, dan Loki yang melindungi tubuh ku dengan tubunya, mungkin aku akan mendapat luka di mana aku tidak akan bisa bangkit lagi. Itu terlalu kuat dan sangat berbahaya.
Baiklah kalau begitu. Kurasa aku mengerti bagaimana golem pasir bertarung cukup lama. Ini adalah pelatihan yang bagus
[jangan terlalu lama bengong! Ayo pergi! Dan hancurkan semua batu itu, ini adalah kesempatan kita untuk membidik inti!]
"Berhentilah mengoceh! Kau tahu, ini bahkan lebih sulit dari dugaan ku!"
[Kamu saja yang terlalu bodoh, sekarang lakukan dengan baik dan gunakan aku seperti yang kami pikirkan sebelumnya!]
Dari sini. Aku bisa melihat semuanya, Golem Paris memang memiliki daya serang yang sangat kuat bahkan dengan serangan itu mampu membuat tubuhku terhempas, tapi ada satu kelemahan yang sangat terlihat di sana.
Untuk persekian detik setelah dia melemparkan semua harinya, inti dari tubuhnya benar+yang terlihat, sebelum akhirnya Inti yang mengambang dari golem pasir mulai menarik batu yang tak terhitung jumlahnya kembali untuk membentuk tubuhnya kembali. Itu mulai mereformasi dirinya sendiri.
Ini adalah kesempatan ku. Walau regenerasi tubuhnya sangat cepat tapi aku sudah melihat inti itu sendiri dan ini akan sangat mudah.
Aku mengubah pedang menjadi busur, lalu memulai menarik anak panah dengan bidikan awal yang sudah terlihat.
"Loki!"
Ini akan mudah ketika Loki bisa mencapai inti, walau anak panah tidak bisa menembus, setidaknya Loki akan tertinggal di sana untuk beberapa waktu.
Aku melesatkan satu tembakan yang berhasil menancapkan anak panah pada hari di dekat ini. Loki segera merayap masuk.
Sembari mengalihkan perhatian, aku mulai berlari melintasi pasir sambil menembakkan panah api. Semuanya ditujukan pada intinya, tetapi batu-batu itu bertindak seperti perisai dan memblokir segalanya.
Tidak masalah, itu bukan tujuan sebenarnya. Pasir yang berkelok-kelok dan nyala api yang meledak menghalangi pandangan.
Loki sudah mulai bekerja, bentuk yang tak utuh membuat Loki mampu masuk dan menyelimuti inti itu dengan tubuhnya.
Hal itu membuat semuanya terlihat kacau, batu yang datang mulai berkurang. Dan perlahan itu menjadi momentum yang bagus untuk melakukan serangan.
Pada saat itulah, aku benar-benar membidik inti golem pasir.
Sebelum bentuknya selesai, Aku harus memotong intinya. dengan segera aku membantu Loki. Bentuk Augus berubah menjadi pedang hitam sekali lagi dan aku segera melemparkan Augus dengan kuat, Loki dengan bayangan yang menyadari itu langsung menangkap Augus dan membantu menancapkannya pada inti yang saat ini dia selimuti.
Aku pikir itu akan berhasil. Namun setelah beberapa saat aku bertahan. Golem pasir tampak seperti akan meledak sebagian tubuhnya. Ini akan sangat berbahaya, Augus dan Loki sudah jauh dari jangkauan, dan ini akan menjadi erangan fatal bagiku.
Benar-benar sialan! Aku selalu saja dihambat dengan kekuatan yang merepotkan ini.
Tapi karena aku sudah melihat serangan ini sebelumnya,. Makandengan Maya merah yang pernah melihat pola serangan sebelumnya, membuat mataku sudah terbiasa, aku seharusnya bisa melakukan sesuatu dengan kelincahanku.
Batu-batu beterbangan satu demi satu, tetapi Aku hanya mele artinya dan melompat dari satu baru ke baru lainnya atau bahkan aku menendang untuk merobohkan apa pun yang menghalangi ku.
Sekali lagi, serangannya mencoba melukaiku ketika Loki dan juga Augus bertugas untuk menyelesaikan tugasnya.
Ketika aku melompat untuk menjauh. Pasir berkumpul di bawah kakiku.
Ku pikir ini adalah keterampilan Sihir Debu dari Golem Pasir. Itu menciptakan badai pasir, yang perlahan membawa ku bersamanya, aku berusaha untuk menjauh lalu mencoba menghancurkannya, hanya saja apa yang aku lakukan tidak membuahkan hasil. Debu pasir dengan bebatuan yang melayang di udara membawaku di dalamnya.
[Al! Ambil aku!] Augus berteriak dengan kuat ketika melihatku mulai kritis.
Augus benar-benar menanggapi situasi ini dengan serius, hanya saja aku tidak bisa menarik Augus dengan segera karena aku pikir dia adalah kunci utama untuk keberhasilan ini.
"Tidak! Lakukan tugasmu! Dan Loki! Kerjakan tugasmu dengan kuat!"
[Al! Dengarkan aku!]
"Kamu yang harus mendengarkan ku, lakukan saja tugasmu dengan cepat. Hancurkan inti itu, aku akan menangani masalah ini!"
[Tidak! Itu adalah tindakan gila!]
"Diamlah!"
Aku berusaha sekuat tenaga untuk tetap bertahan dari debu pasir yang mulai menutup penglihatan ku, ini akan menjadi sulit.
Sebelum akhirnya sebuah cahaya muncul dan hal itu membuatku sedikit terkejut.
(Maafkan aku jika aku te lambat!)
Sebuah gelombang putih menutupi tubuhku. Dan itu membuat debu pasir tidak mampu menjangkau tubuhku.
"Jess! Kau kembali!"
(Sepertinya bukan saatnya untuk merayakan kedatanganku.)
"Ah kau benar!"
Aku mengangkat kepalaku, kondisi masih sulit untuk melihat, tapi aku masih bisa berkomunikasi dengan Augus.
"Hey! Kamu dengar itu? Jangan pedulikan ku karena Jess sudah kembali!"
[Ck sialan! Ku pikir kamu akan mati!]
"Diamlah dan fokus dengan tugasmu!"
[Baiklah baiklah!]
Jess benar-benar memberikan efek yang bagus untuk itu, aku tidak menyangka jika kehadirannya akan memberikan sebuah dobrakan yang bagus untuk sebuah hasil.
Efek dari skill Jess mampu menghalau debu dan batu yang membukungkus tubuhku. Lalu tak lama setelah itu Jess mengeluarkan sebuah ledakan yang mampu membuat batu di sekitarku meledak dan terpental menjauh..
Hal itu membuatku berhasil terbebas dari belenggu. Aku segera melompat mundur.
"Itu sangat bagus Jess!"
Aku merubah Jess menjadi pedang satu tangan lalu mendingan ke atas melihat Loki dan juga Augus yang masih berusaha di atas sana, sepertinya mereka sudah berusaha dengan sekuat hati.
"Sepertinya kita harus membantu mereka."
(Kamu benar.)
Loki dan Augus melakukan tugasnya apa yang terjadi setelahnya adalah hal yang tak terduga, dengan skill yang dimiliki merek berdua. Keduanya mampu melahap sihir milik Golem pasir hingga pasir yang berubah menjadi batu mulai berjatuhan.
Yang tersisa hanyalah inti golem pasir. Bahkan jika itu menggunakan sihir debunya lagi, Augus dan Loki hanya akan melahap sihir itu lagi. Sepertinya golem pasir kehabisan trik dia hanya bisa berteriak dengan suara gelombang yang tidak jelas.
(Sekarang!)
Aku mengangguk, lalu setelahnya aku melompat untuk meraih Augus. Menariknya dengan kuat dan setelahnya aku membuat ayunan besar ke arah inti. Di susul dengan Jess yang aku tancapkan dengan kuat ke arah inti.
Mengetahui bahwa itu tidak bisa menang, inti itu melepaskan diri dan berusaha melarikan diri. Aku tercengang oleh pelarian itu.
Tapi, Kamu tidak akan bisa melarikan diri dariku. Golem Pasir asalah hidangan utama hari ini. Aku sudah memikirkannya, aku akan kenyang ketika melahapnya. Dan tidak hanya itu saja, jika Aku membiarkannya lolos, kelompok Hunter lain pada akhirnya akan menemukannya, dan mereka akan mendapatkan keuntungan itu.
Jangan kira aku akan melepaskan mu.
Aku merubah Augus menjadi busur lalu membidiknya.
"Aku akan mengorbankan 10% dari statistik ku. Jadi lakukan dengan benar kali ini!"
[10%? Itu tidak akan cukup. Aku bahkan tidak tahu di mana golem pasir itu. Mungkin, bahkan bisa saja dia tersembunyi di dasar pasir. Aku pikir aku akan membutuhkan 20% untuk menembus sedalam itu.]
Tidak masuk akal, seperti biasa. Namun, jika Aku tidak melakukannya sekarang golem pasir hanya akan pergi lebih jauh. Tidak ada waktu untuk ragu.
"Baiklah, jadi lakukan itu dengan cepat!"
[Maka berikan aku 20% pengorbanan!]
Kekuatan mulai terkuras dari tubuhku dan memasuki busur hitam. Meskipun merasa lemah, Aku terus menggenggam busur di tangan.
Itu berubah menjadi senjata yang jauh lebih besar dan jahat.
Aku menarik tali dan membentuk panah. Tidak lupa menambahkan Loki ke dalamnya.
Aku membidik di mana inti telah melepaskan dirinya sendiri dan membuat lubang di tanah….lalu melepaskan anak panah dengan cepat.
Lesatan panah besar mencipta efek yang luar biasa seperti biasa ketika aku melepaskannya, busur menembakkan panah dengan aura kegelapan yang menyala mengerikan. Itu menembus tanah, melalui bebatuan keras, sampai ke bagian terdalam.
Di jalurnya, area gurun itu benar-benar terbagi menjadi 2 lembah besar
Dan kemudian, dasar jurang berubah menjadi lautan kegelapan. Karena mengeluarkan kabut dalam jumlah besar, sulit untuk bernapas untuk sementara waktu.
Sambil bertanya-tanya apakah itu berhasil membunuhnya atau tidak, sebuah suara notifikasi terdengar di kepala aku.
Keterampilan Kerakusan diaktifkan!
Durability+538000, Strength+494500, Magic+311500, Spirit+353000, Agility+120000 akan diterapkan ke statistikmu.
Sihir Debu ditambahkan ke daftar keahlian mu.
Tunggu, ini? Apakah mungkin? Bukan hanya golem pasir saja. Semua sandmen yang dilewati panah juga ikut terbunuh. Beruntung!
Skill Gluttony juga sangat puas setelah memakan monster tingkat Crown lainnya. Saatnya untuk menunjukkan hasil hari ini. Aku tidak tenggelam oleh kejutan yang mengalir langsung ke hati ku, Aku bertahan dan bertahan.
"Gugu! Bagaimana itu? Apa kamu melihatnya!"
[Jangan terlalu sombong. Itu semua juga berkat kami!]
"Setidaknya aku tidak membuat kesalahan bukan?"
[Cih! Dasar besar kepala]