dongeon tower 59

2918 Kata
Dongeon tower 59 Aku masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja aku dapatkan. Itu benar-benar luar biasa, dan tidak hanya itu saja. Coba lihat inti core yang dijatuhkan oleh Golem pasir ini. Sudah sangat lama aku tidak melihat into core seperti ini karena selama ini mereka selalu menjadi santapan untuk Loki dan juga Augus, mungkin karena ukuran inti core dari monster terlalu kecil maka, mereka akan menjadi santapan secara tidak langsung. Namun apa yang aku dapatkan sekarang sangatlah luar biasa. "Kamu lihat?" Aku tersenyum senang sembari berjalan ke arahnya, Augus dan juga Jess sudah berubah menjadi bentuk cincin lalu Loki, dia adalah Ego yang tidak memiliki wujud, jadi dia bisa pergi dan datang semuanya, tapi ketika aku memberikan sebuah perintah, maka dia tidak akan bisa berkutik. [Bagus, itu sangat bagus. Bukankah itu akan menjadi sangat sempurna untuk santapan ku?] "Hey, kamu kira aku akan memberikannya kepadamu? Jangan salah paham. Kamu sudah mendapatkan jatahmu dalam pertarungan tadi, jadi biarkan ini menjadi sesuatu yang berguna nantinya." [Cih! dasar pelit!] "Berhentilah menggerutu, kali ini bukan kamu saja yang berperan dalam pertarungan. Jadi setidaknya beri sedikit hadiah untuk rekan kita yang baru saja bangun." [Jess?] "Yup, aku memikirkan sesuatu yang bagus untuk dia, jadi berhentilah merengek dan mengalah lah!" (Al, sepertinya aku tidak terlalu membutuhkan apapun itu, aku sudah cukup dengan kekuatan yang kamu berikan.) "Tidak-tidak, itu tidak akan adil. Loki sudah mendapatkan jatahnya, Augus pun sama, dia sudah puas dan aku yakin saat ini dia sudah kenyang, jadi mungkin ketika kita kembali nanti. Ini akan menjadi giliran mu." (Tapi Al ... Aku baru saja bangun. Dan hal semacam itu sepertinya tidak pantas untuk ku.) "Tidak! Sekeras apapun kamu menolak aku akan tetap memaksa mu." Ku pikir Jess memiliki kontribusi lebih untuk keselamatan ku. Jadi memberinya sebuah pengharapan adalah sesuatu yang wajar. (Baiklah, terserah kamu saja.) Aku mengangguk pelan. Sejenak aku merasakan sesuatu yang aneh, hingga akhirnya aku mengambil Augus merubahnya menjadi pedang dan menggunakan bilah pedang hitam sebagai cermin untuk memeriksa mata ku, hal yang sejak lama mengganjal bagiku. Agak aneh memang saat melihat dua mata merah yang terlihat bagaikan monster di sana. Namun setelahnya aku bisa bernapas lega saat kita keduanya kembali hitam. Sejauh ini aku mampu mengendalikan keterampilan rakus sampai tingkat tertentu, dan bertahan dalam kondisi setengah kelaparan. Aku pikir itu kemajuan yang cukup besar. Berbeda saat pertama kali aku mendapatkannya, dan ini akan semakin baik ketika aku bisa menguasai sepenuhnya skill Gluttony. Karena kelaparan dari skill [Kerakusan] hanya bertambah buruk dari waktu ke waktu, diam-diam….Aku khawatir apakah aku akan mencapai Galia. Tetapi dengan ini, Aku pikir Aku akan dapat mengaturnya entah bagaimana caranya. Kurasa cahaya harapan telah terlihat. Aku mendengar seseorang memanggilku. Itu adalah anggota dari party besar dari sebelumnya. Tidak semua dari mereka ada di sini, tapi sepertinya mereka mengatur ulang party baru untuk menyelamatkanku, lalu kembali ke sini. Pemimpin itu benar-benar tercengang saat melihat gurun yang baru ditata ulang di depanku. "Apakah ini nyata? kamu melakukan semua ini … sendirian? apa yang sebenarnya …… di mana golem pasir itu?" Kemudian, sepasang mata itu melihat ke tangan kiri ku di mana inti core dari golem pasir itu berada tepat di sana, aku lupa menyimpannya hingga membuat mereka pasti akan tahu apa yang sudah aku lakukan, setidaknya jika mereka benar-benar mengamati apa yang sudah terjadi sebelumnya. Intinya retak parah, dan warnanya berubah dari merah menjadi biru. "Tunggu apakah itu ....?" Em dia benar-benar terkejut, dan aku sendiri tidak tahu harus berkata apa, ini tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya, dan karena hal ini juga aku merasa jika semua akan mengetahui yang sebenarnya. Nah, ada apa dengan itu? Ngomong-ngomong, aku harus melakukannya, bagaimana Greed mengatakannya? [Meratakan seluruh area] ke dalam praktik. Di dalam kondisi ini aku berusaha untuk mempertahankan ketenangan sebanyak mungkin, Aku segera menyimpan inti core yang aku dapatkan, lalu setelahnys aku mendekati puing dari Golem dan menepuknya dengan ringan. Sungguh di sayangkan, ini tidak seperti yang aku inginkan, sebenarnya jika Loki sudah mencapai level tertentu maka aku mungkin saja bisa menjadikan dia sebagai koleksi ku dan sengaja yang berguna di suatu hari. Sayangnya, Loki tidak sanggup untuk menjadikan Golem pasir sebagai prajurit bayangan. Mungkin juga karena Golem pasir tidak memiliki jika, dan inti yang dia miliki adalah sebuah jiwa buatan yang tidak memiliki pemikiran. Aku tidak bisa menyesali hal ini. Setidaknya apa yang aku dapatkan mampu membuat skill Gluttony kenyang. Melihat apa yang aku lakukan membuat para Hunter yang telah berkumpul untuk membantu penyelamatan ku seketika terkejut, seolah-olah mereka lupa cara bernapas. Err, apa yang harus Aku lakukan sekarang? Aku sedang ditatap oleh kelompok Hunter dengan tatapan penuh tanyam Dan dengan panas gurun yang masih membara di belakangku membuat semuanya jadi aneh. Sejujurnya, dengan apa yang sudah aku lakukan sekarang. Dan karena aku juga sudah mengalahkan Golem pasir seorang diri, itu sudah membuatku bisa dianggap sebagai monster. Aku tidak bisa berkata-kata, apa yang aku lakukan saat ini hanyalah diam dan menggaruk punggung ku yang tak gatal. Ini adalah situasi yang membuat ku merasa canggung. Ketika Aku baru saja akan mengatakan sesuatu, pemimpin kelompok tiba-tiba mengembangkan senyum lebar di wajahnya. "Apakah kami melakukan semua ini sendirian? Ini adalah sesuatu yang sangat gila. Bahkan selama ini aku belum pernah melihat Hunter lain yang bisa melakukan hal seperti ini. Kalian juga berpikiran sama, kan?" Dipengaruhi oleh pemimpin kelompok, Hunter lainnya hanya mengangguk secara serentak. Setelah itu, mereka mulai berkicau di sekitar ku. "Dia terlihat mencurigakan karena dia mengenakan topeng tengkorak itu, tapi siapa yang peduli dengan penampilan? Apa yang dia lakukan sangat berarti untuk kita." "Em ... Dan terima kasih telah menyelamatkanku beberapa saat yang lalu!" "Aku penasaran, sebenarnya Smsenjata jenis apa yang kamu gunakan. Bisakah kau memperlihatkannya kepadaku?" Aku menyaksikan situasi konyol itu terjadi. Saat aku bersama Roxy, semua Hunter yang kami temui selalu dalam keadaan tidak baik, jadi aku dikondisikan untuk berjaga-jaga di sekitar mereka. Sebaliknya, orang-orang ini benar-benar menghargai pasangan mereka, bahkan sampai mengkhawatirkanku, hingga membuat mereka kembali menyerang dan menyusul ku tanpa memperdulikan risiko kematian. Pemimpin menawari ku untuk berjabat tangan. "Aku Baldo, pemimpin party ini. Bolehkah aku tau nama Kamu?" Karena identitas asli aku tersembunyi di balik topeng tengkorak, Aku menjawab dengan alias yang telah Aku tentukan. "Panggil saja aku Mukuro. Dan bagaimana dengan orang-orang yang terluka di kelompok mu?" "Tentu saja, dan terima kasih juga, karena berkat mu hidup mereka bisa terselamatkan. Mereka semua telah berhasil kembali ke kota dengan bantuan beberapa orang lain. Ku pikir mereka harus pulih setelah menerima beberapa perawatan yang intensif." "Jadi begitu……" Itu terdengar baik. Aku tidak menyangka jika apa yang aku lakukan mampu membuat orang-orang bisa menjadi baik, dan tidak hanya itu saja. Mereka juga bisa berjuang kembali. Mungkin tujuan kami di dunia ini adalah untuk menyelesaikan lantai, tapi siapa yang menyangka jika di dalam kondisi tertentu masih ada orang-orang yang berusaha berjuang untuk mendapatkan suatu yang berarti untuk mereka. Setidaknya mereka memiliki sifat yang baik untuk dipertahankan. Jelas, orang-orang ini membutuhkan banyak biaya dan uang untuk bisa bertahan hidup. Lalu apa sekiranya yang bisa aku lakukan untuk mereka. Dan lagi, apa yang harus aku lakukan dengan inti golem pasir ini? Jika Aku membawanya kembali ke kota, itu pasti akan menjadi kabar yang besar dan membuat ku bisa mendapatkan sejumlah uang yang cukup besar. Hanya saja dana perjalanan akan ditingkatkan sedikit. Karena aku jadi ga harus menutupi biaya perjalanan Myne, tapi jika dipikir lagi, sepertinya aku bisa menggunakan penghasilan tambahan. Dan lagi, aku sudah menunjukkan diriku di depan orang banyak sebagai Mukuro sekarang, tidak ada jalan untuk kembali. Selain inti core, di tempat ini juga terdapat item drop yang menyerupai sebuah fosil kuno berukuran cukup besar. Bahkan tingginya saja hampir mencapai diriku. Dan karena bobotnya sangat berat, hanya dengan mengangkatnya saja akan membuat kaki mu tenggelam ke dalam pasir. Ku pikir ini akan konyol, aku berusaha untuk menyimpan apa yang aku dapatkan sekarang. Mungkin aku bisa mengangkatnya tanpa kesulitan, tapi hal itu malah membuat pijakanku jadi limbung karena tekstur pasir yang sulit untuk ditebak. Bahkan hanya dengan mengangkatnya saja membuatku harus berlutut di setiap langkah yang ku ambil. Hunter yang ada di sekitarku sampai tidak tahan melihat semua tingkah yang aku lakukan, sehingga tanpa berpikir panjang mereka menawarkan ku dengan sikap konyol ini. "Hey, Biarkan kami membantu. Dan tenang saja, aku tidak akan meminta biaya tambahan hanya untuk sekedar bantuan seperti ini!" "Hai teman-teman, mari kita bantu sahabat kita satu ini!" Suara sorak dan tertawa mulai te dengar, tapi tak lama setelahnya mereka mulai turun tangan untuk membantuku, dan hal itu membuatku terbebas dari pasir dan bisa bernapas lega. "Terima kasih" "Tidak masalah, bagaimana pun juga, Kamu adalah orang yang sudah membantu kami. Dan hanya ini yang bisa kami lakukan untukmu." Ini adalah sebuah penghargaan yang aku dapatkan ketika aku bersama dengan mereka. Sama halnya ketika aku bersama teman-teman ku. Dan keramahan yang mereka berikan membuat ku merasa rindu dengan keberadaan teman-teman lainnya. Tanpa banyak bicara, walau mereka mengisi beberapa celoteh dengan canda gurau yang mampu mencairkan suasana, kami mulai berjalan. Membawa fosil ini dengan mudah. Hingga kami berhasil mencapai fasilitas penginapan kota sebelum fajar. Aku beruntung mereka mau membantuku. Jika saja aku melakukannya sendiri, mungkin saat ini aku masih terkubur setinggi lutut di gurun pasir oru sekarang. Begitulah kerja tim. Begitu kami memasuki fasilitas penginapan, karyawan langsung berlarian. Fosil yang kami bawa menyebabkan keributan besar. Di antara kerumunan itu, karyawan yang bertanggung jawab untuk menangani ini membungkuk kepada kami dan mulai mengurus registrasi penjualan fosil dan hadiah yang akan kami dapatkan setelah melakukan kontribusi yang sangat bagus untuk kota. "Aku masih tidak menyangka ... mungkinkah … golem pasir itu akhirnya dikalahkan? ini benar-benar hari yang menyenangkan.* Golem pasir adalah monster tingkat mahkota dengan gelar yang sesuai namanya. Singkat cerita, itu adalah bos besar monster yang tinggal di gurun. Hanya untuk mengalahkan golem pasir ini, dikatakan bahwa ksatria suci kota ini telah bertarung selama bertahun-tahun tanpa hasil. Padahal rumor mengatakan jika kesatria suci yang terpilih adalah Hunter dengan gelar yang sangat bagus untuk melakukan perburuan monster. Namun dia tidak menunjukkan hasil hingga sekarang. Mungkin alasannya sama, ketika dia berhasil membuatnya sekarat, Golem pasti akan melarikan diri ke dalam pasir, dan membuatnya lolos dengan mudah. Itulah kesalahan yang mungkin dilakukan oleh Hunter dengan gelar kesatria suci pelindung kota ini. Seperti yang aku katakan sebelumnya, golem pasir benar-benar cepat dalam hal melarikan diri. Dia akan menghilang ke pasir ketika dia berada di titik yang sangat sekarat dan akan dikalahkan. Mungkin begitulah cara dia menghindari para ksatria suci selama bertahun-tahun. Berbeda dengan ku yang memiliki keterampilan yang akan berguna untuk berburu, maka aku sendiri tidak mengapa kesulitan dalam hal mengejar musuh. Walau harus ada begitu banyak yang dikorbankan. Beruntungnya Augus adalah ego yang memiliki sisi kerakusan sangat tinggi. Dia adalah pemilik dari skill Gluttony yang mana turun kepada Loki Danni ga diriku. Dan mungkin saja jika aku tidak menggunakan skill rahasia bentuk pertama Keserakahan, Mungkin saat ini aku juga akan berakhir dengan raut kesal di susul dengan menghentakkan kaki ku di pasir sambil berteriak "Sialan". Kabar ini juga menjadi keributan besar di kasir. Banyak orang berkumpul, membuat keributan, dan mungkin waktu terbaik untuk mempromosikan Mukuro sang warrior. Karena aku telah mengalahkan musuh terbesar di wilayah ini, orang-orang akan tetap menganggap Mukuro sebagai pihak yang baik meskipun aku selalu memakai topeng. Beberapa dari mereka masih menatapku dengan rasa ingin tahu, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Uang tunai akan dikirimkan di kemudian hari karena waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan jumlah yang begitu besar. Aku maklum akan hal itu, dan juga aku berpikir akan membagi hasil dengan kelompok party yang datang untuk membantuku. Walau kedatangan mereka tentu saja sedikit terlambat. "Maafkan Aku. Tapi kami tidak pernah mengira golem pasir akan dikalahkan oleh Hunter seperti anda …… Dan karena itu, kami harus menegosiasikan jumlah hadiah dengan manajemen puncak. Sampai saat itu, silakan istirahat di tempat yang sudah kami sediakan?" Pelayanan spesial, huh? Entahlah aku masih tidak paham. Hanya saja sebagai pembunuh Monster tingkat mahkota tentu akan membuatku menjadi orang yang memilikinya kontribusi lebih di tempat ini. "Aku mengerti. Kalau begitu, aku akan tidur untuk berisitirahat." Dari pada harus membuang waktu dengan sesuatu yang tidak jelas. Aku memutuskan untuk kembali tidur, setidaknya itu akan membuatku kembali pulih. Setelah mendapat kontak dari pemimpin party aku segera berpamitan untuk berisitirahat. Sedangkan para Hunter yang berada di tim party, mereka memutuskan untuk minum-minum di bar. "Bagaimana dengan mu? Mengambil tegukan setelah pertarungan yang melelahkan akan selalu menjadi momen yang menyenangkan. Selain itu, Kamu dapat memberi tahu kami bagaimana Kamu mengalahkan golem pasir itu." Tawaran minum memang menggiurkan. Tapi, mustahil untuk memberitahu mereka bagaimana carakku mengalahkan golem pasir. Kalau aku menceritakan semuanya, sama saja aku akan mengungkapkan diri ku sebagai seorang amatir, karena yang Aku lakukan hanyalah mengandalkan kemampuan ketiga egoku. Aku sudah berusaha untuk menyembunyikan level yang aku miliki. Karena ketika mereka menyadari levelku, maka mereka akan mengira aku seorang penipu. Aku cukup yakin bahwa semua hubter di sini adalah seorang pemburu berpengalaman. Karena aku tidak ingin mengecewakan mereka terlalu banyak, akhirnya dengan halus aku menolak ajakan sang ketua. "Begitu, itu terlalu buruk. Kami akan berburu sandmen cukup lama di kota ini. Jika Kamu butuh sesuatu, cukup hubungi kami. Setelah itu kami akan berusaha membantumu, Mukuro!" "Tentu saja. Terima kasih atas tawarannya." "Hem, baiklah sepertinya kita akan berpisah untum sementara waktu di sini." Aku mengangguk pelan, dan setelah mereka benar-benar pergi. Aku memutuskan untuk kembali ke kamar yang sudah di sediakan di lantai tiga. Sebelum aku benar-benar masuk. Aku memeriksa kembali apakah ada orang yang mengikuti ku. Sebenarnya aku bisa saja melepas topeng ku saat ini, tapi tidak ada salahnya untuk berhati-hati, bukan? "Ah sial! Kenapa harus ada begitu banyak kamar di tempat ini. Dan yang mana kamarku?" Karena ada sebanyak 500 kamar di setiap lantai, Aku tidak tahu persis yang mana kamar ku. Dari sini dan ke sana, semuanya terlihat sama. Auhus yang kagum buru-buru memberitahuku. [Kamar keempat belas dari sini, itu kamar mu.] "Ah aku lupa. Kamu memiliki ingatan yang sangat bagus di sini." [Jangan terlalu memuji. Aku adalah makhluk anorganik. Struktur tubuh ku berbeda dari manusia. Jadi daya ingat ku jauh lebih baik dari pada kalian!] "Setidaknya terima kasih untuk itu!" makhluk anorganik ini luar biasa. Sambil memikirkan itu, aku membuka kunci pintu dan masuk. Akhirnya istirahat….. Di salah satu dari dua tempat tidur, Myne yang masih dicat dengan kumis kucing masih tidur. Sepertinya dia belum menyadari coretan nakalku. Aku akan tidur sekarang. Aku lelah. Setelah duduk dan membereskan semua bawaanku, Aku segera melepas topeng tengkorak. Rasa kantuk segera menyerang ku begitu aku menyentuh tempat tidur. Sangat nyaman dan ngantuk… Bahkan jika nanti Myne mencoret-coret wajahku untuk membalas, aku terlalu mengantuk untuk bangun. Perlahan tatapanku ku dengan cepat memudar menjadi hitam. ===== Suara gemericik air membuat tidur nyenyak ku terganggu. Ketika aku membuka mata aku menyadari suatu hal yang konyol, aku dibangunkan oleh suara air mengalir. Myne tidak ada di sekitarku saat aku memeriksa sekeliling ruangan sambil menguap. Setelah suara air akhirnya berhenti, Myne, hanya dengan pakaian dalam, melangkah keluar dari kamar mandi!? "Hei dialah! Apa-apaan semua itu! kenapa kamu malah berpakaian seperti itu!! "Kenapa memangnya, Tidak memalukan jika anak seperti mu melihatku seperti ini, bukan?" "Tetap saja apa yang kamu lakukan itu jika, bagaimana kamu bisa terang-terangan memakai pakaian seperti itu dihadapan ku?" Dia menatapku sebentar sebelum akhirnya dia berlalu begitu saja Nn? Entah kenapa aku merasa jika dia sangat berbeda kali ini. Penampilannya tidak terlihat seperti saat dia berpakaian lengkap, tapi tatonya benar-benar menutupi area p******a dan perutnya. Dan aku bisa melihatnya sampai ke punggungnya ketika dia berbalik…. Ini hampir seperti tato seluruh tubuh. Hanya wajahnya yang tidak ditutupi. Saat mata kami bertemu, dia terkekeh pelan. "Apa kami terkejut? Ini adalah salah satu kejahatan kecil yang kamu lakukan …… itu cukup sulit untuk dicuci, kamu tahu?" "Nn... Itu adalah sesuatu yang Aku lakukan secara mendadak …… maaf." "Abaikan. Awalnya, Aku berpikir untuk membuang Augus ke luar saat Kamu masih tidur, tapi kemudian, Aku akan berada dalam masalah jika Kamu terluka. Jadi aku mengurungkan niat ku." Myne, masih hanya mengenakan pakaian dalam, menyerahkan cermin tangan kepadaku. Sialnya karena pakaian itu, aku jadi kesulitan untik memutuskan di mana harus mengarahkan mataku. "Lihat, karya agung ku. Tidak perlu berterima kasih padaku, aku sangat rela jika kamu bangga akan karena yang sudah aku buat khusus untuk mu." "Apa itu !" Karena penasaran aku mengambil cermin itu dan segera melihatnya. Apa yang yang aku lihat di cermin itu seperti wajah pria primitif. Sepasang alis tebal yang terhubung, janggut yang digambar di sekitar mulutku, menempel di cambang. Juga, "Glutton" besar tertulis di dahiku…. Ini kejam. Bahkan aku bisa membayangkan bahwa Keserakahan sedang tertawa terbahak-bahak sekarang. "Aku menggambar kumis kucing itu untuk membuatmu lebih manis. Namun, Kamu mengubah ku menjadi orang yang berbeda, kamu benar-benar curang!" "Ku pikir itu cocok untukmu. Bahkan sangat cocok untukmu." Mata merah Myne menyuruhku untuk tetap menatapnya. Hanya saja aku bertanggung ketika dia masih mengenakan pakaian dalam dan berdiri di hadapanku. "Baiklah, Aku mengerti. Aku salah. Maafkan aku. Dan sekarang tolong kenakan pakaianku." Meskipun Myne tidak terlihat seperti orang dewasa bagiku, mau tak mau aku masih terganggu oleh pemandangan itu. Lagipula aku berada di usia di mana aku tahu sesuatu yang menjurus ke sana. Aku segera melarikan diri ke kamar mandi. Mencuci apa yang disebut mahakarya Myne di wajahku. Ini sebenarnya digambar dengan cukup baik, tidak, tidak … apa yang aku pikirkan, ini sama sekali tidak baik. Seperti yang diharapkan dari pemilik skill [Wrath]. Ini seperti 10, tidak 20 kali lipat jumlah retribusi. Aku akan mengingat ini dengan baik karena Aku akan bepergian dengan Myne di masa depan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN