Dongeon tower 60
Ketika aku berada di kamar mandi, aku terdiam beberapa saat, melihat semua coretan yang ada di wajah, ini mengingatkan ku ketika aku masih kecil dan sering bermain dengan teman-teman, kenangan yang indah kala itu membuat ku merasa sedih untuk beberapa waktu.
Sayang. Andai saja mereka semua masih ada, aku yakin saat ini mereka pasti akan bangga melihat bagaimana perkembangan ku.
Tap sudahlah, mengenang memang adalah cara yang terbaik agar tidak mudah untuk dilupakan.
Aku mengangkat tanganku, berusaha untuk mencuci seluruh wajah dari coretan yang ada, hanya saja selang beberapa lama aku berada di kamar mandi. Felix tiba-tiba menghubungi ku, aku segera mengangkatnya.
"Ya?"
"Sialan! Hey bodoh! Di mana kami sekarang huh?"
"Ck, bukankah aku sudah mengatakannya lewat pesan? Saat ini aku sedang menuju Gallia. Aku sudah mengatakan semuanya di pesan!"
"Itu tidak memberikan ku sebuah alasan. Katakan, apa tujuanmu pergi ke tempat berbahaya itu? Bahkan seorang pemburu suci pun pasti Kan berpikir ulang untuk pergi ke tempat itu."
Yah, ku pikir semua kesatria suci dan para pemburu pasti akan berpikir bagaimana berbahaya lokasi itu. Kecuali Roxy, di memang tidak pernah berpikir panjang untuk melakukan apa yang menurutnya baik. Baginya kehormatan keluarga adalah sesuatu yang harus di usahakan.
Aku menghela napas. Setidaknya aku harus membuat alasan di tempat ini.
"Aku akan berburu dan mencari bidak kuat, kamu tahu. Melawan bos lantai tiga bukanlah sesuatu buang mudah, aku perlu kekuatan lebih. Dan Gallia adalah tempat yang menurut ku cocok."
"Jangan gila! Kamu hanya akan mengantarkan nyata di tempat ini. Segera kembali secepatnya!"
"Maaf aku tidak bisa!"
"Kamu!"
"Hey, dengar Felix. Kamu seharusnya tahu bagaimana kondisiku saat ini. Dan lagi. Kamu sudah melihat semua keterampilan yang aku miliki, jadi, jangan khawatirkan aku, oke?"
"Tap-"
"Dengar, dengan prajurit bayangan yang aku miliki. Setidaknya aku memiliki lebih dari 100 bayangan yang siap menjadi garda terdepan untuk pertarungan. Mereka akan sangat bisa diandalkan, jadi tenanglah, aku akan kembali dengan membawa prajurit yang lebih kuat, dan tubuh yang lebih kuat juga, aku berjanji, ketika aku datang. Aku bukan lagi sebuah beban."
Felix tidak menjawab untuk beberapa saat. Dia hanya terdiam sebelum akhirnya aku bisa mendengar helaan napas darinya, itu terdengar seperti suara orang frustasi.
"Baiklah ...." Aku tersenyum ketika mendengar jawaban itu.
"Dua bulan, aku memberimu waktu dua bulan, jika kamu tidak memberi kabar atau kembali saat itu, aku sendiri yang akan menyeret mu."
Seketika mataku membelak. "Lagi?"
"Tidak ada alasan!"
Dan setelahnya panggilan diakhiri tanpa aku bisa memberikan sebuah alasan. Dia benar-benar egois. Dengan semua ancaman yang dia miliki. Felix memang orang yang tidak bisa diajak bekerja sama.
Aku mendengkus pelan, lalu kembali membersihkan semua coretan di wajah ku. Hingga entah bagaimana, setidaknya aku berhasil menghapus coretan di wajah ku. Meskipun ketika aku melihat ke cermin, Aku masih bisa melihat jejak tulisan besar di dahi ku.
Yah, aku masih bisa menyembunyikannya dengan poniku, dan topeng tengkorak yang menutupi wajahku. Ini pasti akan hilang setelah beberapa hari.
Memasuki kamar mandi setelah awal yang merepotkan itu, aku memutuskan untuk mencuci pasir yang berserakan di tubuhku dari pertempuran kemarin.
Setidaknya aku bisa bersantai di sini. Membersikan diri dari semua kondisi buruk yang aku dapatkan. Pasir buang hampir memenuhi seluruh kakiku, dan lagi. Aku melihat peralatan yang cukup lengkap di tempat ini. Setidaknya itu akan baik untuk sekedar bersantai.
Huh, bersantai dan membersihkan diri setelah pertarungan yang panjang adalah sesuatu kenikmatan yang tidak bisa dipatahkan, aku harap aku masih akan memiliki waktu panjang untuk bisa menikmati semua kemewahan ini. Yah paling tidak setiap kali aku selesai berburu, aku bisa menghabiskan hari dengan kenyamanan ini.
Ketika asik mencuci tubuh dengan sabun yang ada. Tanpa sengaja mataku menemukan sesuatu yang lucu, itu seperti sebuah sampo karakter yang memiliki aroma khas.
Tunggu, jangan bilang ... Aku ingat, ketika Myne mendekatiku, dia berbau harum dan manis, mungkinkah karena dia mencuci rambutnya dengan sampo ini?
Aku mengambil botol berisi sampo ke tanganku. Kemudian perhatikan bahwa ada sesuatu seperti kertas di botol.
'Akan dianggap sebagai pembelian untuk 1 emas saat digunakan'
Yah tidak heran, karena, sampo adalah barang mewah di dalam lantai. Jadi mereka pasti memiliki sesuatu yang bagus untuk dijadikan uang.
Tunggu jika ini sudah terbuka, maka ... Aku yakin Myne pasti sudah menggunakan.
"Sial!"
Myne sudah menggunakannya, jadi itu sudah dianggap sebagai pembelian. Bahkan jika aku memprotes ini pada Myne sendiri, dia hanya akan menjawab bahwa itu untuk membersihkan coretan dari wajahnya.
Yah, semuanya tampak menjadi lebih buruk setelah aku dengan santai menggambar kumis di pipi Myne. Jika saja aku bisa kembali ke masa lalu, aku akan mencegah hal itu terjadi dengan sekuat tenaga.
Aku telah menerima pembalasan baik secara fisik maupun finansial. Tidak ada pilihan selain menutupi kerugianku dengan uang hadiah dari fosil golem pasir. Aku berasumsi bahwa uang yang aku dapatkan akan cukup banyak. Tentunya itu akan cukup untuk menutupi biaya koin emas ini.
Menghela napas pelan, sebenarnya masalah keuangan tidak ada masalah untuk, apalagi dengan apa yang aku dapatkan sebelum-sebelumnya. Namun, ketika aku mengelus begitu banyak uang. Maka akan banyak orang yang akan curiga dengan ku, itu tidak akan baik untuk kedepannya.
"Huft.... Terserahlah." Aku tidak ingin terlalu banyak memikirkan hal itu. Dan rasanya begitu nyaman dan malas untuk keluar dari tempat ini. Bahkan sekarang aku malah memikirkan makanan enak yang bisa aku nikmati di tempat ini. Roti panggang yang masih hangat. Juga sup dengan banyak daging di dalamnya. Sepertinya mereka akan benar-benae lezat. Aku tidak sabar untuk menikmati semua itu.
Larut dalam lamunan aku merasa begitu nyaman, di dalam kamar mandi. Menatap tubuh yang mulai berotot dengan segala gurat yang indah.
Hoo aku tampan juga ternyata.
Huh? Jangan mentertawakan ku. Aku hanya berusaha mencintai diriku sendiri, karena bagiku mencintai diri sendiri adalah sesuatu yang nikmat, dan aku suka melakukan hal itu.
"Apakah kamu belum selesai, cepatlah. Aku ingin segera pergi dari sini!"
Aku hampir saja terkejut ketika mendengar suara gedoran pintu yang cukup kuat dari arah luar, sepertinya itu Myne, dia mungkin terlalu bosan menunggu ku keluar.
"Sudah berapa lama kamu di dalam! Apakah kamu akan selama itu di dalam sana? Sebenarnya apa yang kamu lakukan? Apakah kamu akan menghabiskan sabun untuk bersenang-senang."
Lagi-lagi suara yang tidak patut untuk di dengar, entah kenapa aku malah merasa kesal, padahal jika dilihat sepertinya dialah yang lebih kesal karena menunggu.
Aku mendengkus kasar. Bahkan waktu santai ku harus Terenggut karena kehadirannya. Kalian tahu Ini bukan sesuatu yang harus diburu-buru, karena aku tidak tahu kapan aku bisa merasakannya lagi. Aku terlalu sering terjun ke dalam pertarungan dan karena itu aku tidak memiliki waktu senggang untuk memberi penghargaan untuk diriku sendiri.
Sialan!
Dengan pemikiran itu, aku bergegas untuk membasuh kepala ku. Dan, ah ini…. bagus. Sampo ini, terlalu luar biasa! Ini sangat berharga untuk setiap koin perak yang Aku habiskan untuk itu.
Aku bisa gila jika tidak segera keluar, kenyamanan ini seolah menarik diriku untuk tetap tinggal, hanya saja aku tidak akan bisa pergi jika seperti ini.
Baiklah aku segera menyelesaikan urusan ku di kamar mandi. Lalu Ketika aku akhirnya keluar dengan wajah segar, aku melihat Myne sudah bersiap untuk perjalanan berikutnya, dan dia sekarang sedang berbaring di tempat tidur.
"Sangat lambat … aku bosan menunggu!"
Aku terperanjat hanya dengan tatapan mata merah miliknya, apakah ini nyata? rasa intimidasi yang luar biasa ini?
Hanya dengan tatapan saja dia berhasil mengeluarkan aura yang sangat kuat dan itu mampu membuat ku tersentak.
Entah sejauh mana kekuatannya, aku tidak mau terlalu memikirkannya, dan memilih untuk menghindari kontak mata secara langsung darinya.
"Tidak bisakah kamu bersabar sedikit saja?" Aku berjalan ke arahnya lalu meletakkan sampo yang aku beli di perut Myne. "Nggak saja permintaan maaf dariku."
"Hah? Kamu serius? Un, Al, ini sangat bagus! Baiklah untuk kali ini aku akan memaafkanmu!"
"Bagus! Aku senang jika kamu menyukainya! Lalu, apakah sudah waktunya untuk pergi?"
Mine mengangguk pelan lalu turun dari tempat tidur. "kamu pergi terlalu lama dan itu membuat mu tidak menyadari waktu telah berlalu dengan cepat."
"Ah sepertinya aku memang melupakan waktu, maafkan aku?" Aku yakin jika ini semua karena aku terlalu lama berburu dan itu membuatku melewati banyak waktu dengan cepat. Dan baiklah tidak.ada waktu untuk mengeluh, saatnya perjalanan akan di lakukan lagi.
Myne sudah keluar dan aku segera meraih perlengkapan yang kami bawa, dan itu tentu saja hampir semua milik gadis kecil itu. Karena barang bawaan ku sudah ku simpan dalam ruang penyimpanan.
Dan kenapa aku tidak memasukkan milik Myne juga? Em jawabannya sederhana, karena Myne tidak ingin barang-barangnya di simpan di dalam ruang penyimpanan. Rasa-rasanya dia ingin memberi hukuman untukku kali ini.
Terserahlah, aku tidak terlalu ingin memikirkannya, aku segera keluar menyusul gadis itu. Lalu aku teringat akan sesuatu.
"Hampir saja aku melupakannya!, Aku harus memakai ini sebelumnya."
Aku mengeluarkan topeng tengkorak dan memakainya. Sudah diputuskan sejak awal bahwa aku akan berjalan di sekitar kota sebagai Hunter dengan nama Mukuro.
Ketika Myne melihat penampilanku, dia menyipitkan matanya lalu tersenyum.
"Apakah ini benar-benar kamu? Hem ... Kamu terlihat jantan."
"Jangan mengolok ku. Aku hanya memakai ini untuk menyembunyikan identitas ku …"
"Hahaha terserah kamu saja, sekarang lebih baik kita pergi Al!"
"Ah! Satu hal lagi! Jika aku mengenakan topeng ini, tolong panggil aku sebagai Mukuro!"
Aku pikir Myne akan menjadi ancaman terbesar untuk menyebarkan identitas asli ku. Hanya saja apa yang aku katakan tidak membuat Myne mengangguk ataupun mengerti. Dia bahkan mengabaikanku dan berlalu begitu saja.
Dan apa yang dia katakan sebelumnya? Dia menganggap aku sebagai pria hanya karena aku menggunakan topeng? Apakah dia bercanda? Huh! Ini membuatku merasa jika dia hanya main-main.
Mendengarkan grutuan ku di dalam kepala, Augus yang mendengar langsung tertawa terbahak-bahak.
"Aku senang mengetahui bahwa seseorang benar-benar memuji penampilan mu ... Fuhahahahaha"
"Diam!."
Dan yang jadi masalah adalah, kenapa dia memujiku sejak awal? Astaga….ini hanya membuatku semakin ragu apakah aku benar-benar bisa bergaul dengan Myne atau tidak.
Sementara aku sibuk mengkhawatirkan semua hal konyol itu, Myne memanggilku keluar dari lantai pertama.
"Dokuro! Cepat!"
"Mukuro, Myne!, bukan Dokuro!!"
Aku merasa kesal, ku pikir dia hanya bermain-main dengan ku. Ketika Aku akan membayar penginapan, Myne pergi ke depan dan hendak meninggalkan penginapan. Aku menghentikannya dengan tergesa-gesa, karena masih ada yang harus dilakukan.
"Hey berhentilah di sana, jangan pergi terlalu cepat! Aku masih ada keperluan lain di tempat ini!"
"Apa itu?"
"Tadi malam, Aku mengalahkan golem pasir di daerah ini. Jadi tolong tunggu sebentar jika memungkinkan, karena Aku harus mengambil uang hadiah terlebih dahulu."
"Golem pasir !? Itu adalah monster tingkat mahkota yang menyebabkan padang pasir melebar … Sayang sekali, Aku berencana untuk mengalahkannya dalam perjalanan, tetapi Kamu malah mendahului ku."
Aku terdiam sejenak. Jadi Myne sudah memiliki rencana untuk pergi ke gurun dan membunuh golem pasir. Aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan karena itu adalah makhluk nokturnal. Pikiran itu terasa mengganggu
Aku mencoba bertanya tentang hal itu, tetapi dia tidak mau memberikan jawaban. Sepertinya dia merahasiakan untuk beberapa saat.
"hey! Kantor pertukaran ada di sana."
"Aku tahu itu, jadi diamlah, dan aku ikut masuk dengan mu."
Dia mengatakan ingin mengikuti ku, tapi pada kenyataannya akulah yang mengikuti dirinya, dasar gadis aneh!
Walau aku bisa melihat raut wajah kesal di sana. sepertinya dia tampak sangat kecewa dengan kabar yang aku beritahukan padanya. Mungkin skill Wrath miliknya akan diperkuat dengan mengalahkan monster dan melahap esensi seperti skill Gluttony milikku. Jika itu masalahnya, kehilangan satu tingkat mahkota akan benar-benar dihitung sebagai kerugian besar.
Maafkan aku, karena aku juga ingin tumbuh menjadi lebih kuat. Lain kali, kurasa aku akan membawa Myne untuk bergabung bersama partyku. Namun sebelum itu, aku harus tumbuh lebih kuat dari sekarang. Karena aku tidak ingin menjadi beban untuk dirinya.
Sesampainya di kantor penukaran, pegawai yang kemarin ternyata sudah menungguku.
"Selamat datang kembali, tuan Mukuro. Ini adalah hadiah atas mengalahkan golem pasir."
Aku tidak bisa membayangkan jika apa yang aku dapatkan lebih banyak dari apa yang aku dapatkan dari pelelangan, ini bahkan dua kali lipat dari uang yang aku miliki sekarang.
Setidaknya, aku memiliki uang untuk beberapa bulan ke depan, dan cukup untuk membiayai perjalanan kami.
Dan 100 emas adalah uang yang banyak. Di tambah dengan tabungan yang ada, Aku bahkan tidak tahu bagaimana Aku akan menghabiskan semua uang ini.
"Terima kasih?" Aku mengambilnya dengan senyum kecil, lalu segera menyimpan sejumlah uang itu ke dalam ruang penyimpanan agar tidak menimbulkan perhatian untuk banyak orang.
Ketika aku menyimpan semua uang ku, Aku melihat bagaimana Myne menatap bungkusan yang dengan tatapan yang tak terbaca seperti seorang yang menginginkan sesuatu.
"Myne, apakah Kamu mengincar hadiah yang diberikan ketika mengalahkan monster tingkat mahkota?"
Aku yakin dia pasti memiliki sebuah keinginan di sana, seperti kebanyakan Hunter yang menjalankan misi untuk hadiah yang diberikan, tapi aku tidak tahu apa motifnya.
"Un, itu benar. Salah satu tujuan ku melakukan perjalanan ku adalah untuk mengumpulkan uang. Kami tahu Desa tempat ku tinggal adalah desa yang miskin, jadi aku memutuskan untuk pergi berburu monster tingkat mahkota. Tentu saja untuk mendapatkan hadiah mereka, jadi Aku bisa menutupi pengeluaran desa."
Aku terdiam, itu adalah tujuan yang mulia, dan itulah kenapa aku selalu tidak bisa menolaknya.
"Jadi begitu. Mau setengah?"
"Tentu saja!"
Aku tersenyum karena Melihat raut menggemaskan dari Myne, dia terlihat seperti gadis pada umumnya saat tersenyum dan bersemangat. Namun akan berbeda saat dia masuk ke dalam mode serius atau menjengkelkan.
"baiklah aku akan memberi setengahnya untuk mu. Dan tidak udah khawatir. 50 emas lebih dari cukup bagi ku dan perjalanan kita."
"Apakah kamu serius?"
"Tentu saja."
Ketika Myne menerima uang itu, dia memperlakukannya seperti barang berharga. Bahkan dia langsung menyimpannya ke dalam ruang penyimpanannya. Itu akan lebih aman dari pada di simpan ke dalam tas. Setelah itu, aku tahu bahwa ekspresinya sedikit melunak. Jadi sepertinya, dia akan menjadi lebih baik padaku jika aku membantunya mengumpulkan uang…. baiklah sepertinya tidak masalah untuk membantu Myne mengumpulkan banyak uang selama perjalanan ini.
"Aku telah menerima uangnya, bisakah kami pergi sekarang?" Aku bertanya pada petugas yang memberikan hadiah.
"Tentu saja, terima kasih karena sudah membantu kami dan memberikan harapan untuk kota kami."
Aku mengangguk, lalu setelahnya aku memutuskan untuk keluar.
Kami keluar dari fasilitas penginapan dengan keuntungan yang cukup dan wajah yang sangat tenang. Pun dengan Myne yang menunjukkan gurat bahagia di sana.
Siapa yang menyangka jika gadis kecil sepertinya memiliki tanggung jawab yang cukup besar untuk para warga di desanya.
Namun, saat setengah perjalanan, langkah kami terhenti saat seseorang mencegah kami.
Ada seorang pria berdiri di tengah, dengan armor full plate emas, dan mantel merah. Kehadirannya membuat orang-orang di sekitar langsung menjaga jarak. Di belakangnya ada lebih dari 50 Prajurit. Penampilan mereka menunjukkan jika mereka adalah para ksatria suci yang terpilih.
Yah, setidaknya itu adalah set perlengkapan paling mencolok yang pernah aku lihat sejauh ini, Aku pikir.
Melihat bagaimana penampilan membuatku sedikit penasaran, aku menggunakan Appraisal untuk mengetahui keterampilan yang dia miliki.
Rudolf Lanchester – lv 120
Daya tahan: 1454000
Kekuatan: 1698000
Sihir: 1576000
Semangat: 1327000
Kelincahan: 1495000
Kemampuan: Skill Holy Lance, Penguatan Kekuatan (Besar), Penguatan Sihir (Besar)
Ooh! Ini buruk. Semua statistiknya lebih dari 1 juta. Penampilannya mengkhianati kehebatannya yang sebenarnya. Dia adalah Ksatria Suci yang sebenarnya.
Ksatria Suci Rudolf mendekatiku, lalu bertanya dengan nada mencemooh.
"Apakah Kamu prajurit yang telah mengalahkan golem pasir?"
"Ya, itu benar."
Lalu dia melihat sekelilingku dengan tatapan yang sepertinya akan menjilat wajahku. Sejujurnya, itu menjijikkan.
"Jadi begitu. Yah, kamu memang terlihat cukup kuat. Bagus, Fukuro kan?"
"Maaf ... Namaku Mukuro."
"Ah, benar. Mukuro, mulai sekarang kamu akan menjadi bawahanku. Dan izinkan Aku memberi tahu Kamu, apa yang aku katakan tidak bisa dibantah."
Apa aku tidak salah mendengar, jadi begitu, Ksatria Suci di wilayah ini memperhatikanku karena berhasil membunuh Golem Pasir yang telah menghindari mereka selama bertahun-tahun. Dan untuk itu mereka telah memutuskan untuk menghadiahi Aku dengan merekrut Aku ke dalam barisan mereka.
"Tapi maaf karena aku harus menolaknya, Aku masih punya tempat untuk dikunjungi"
"Apa yang kamu katakan? Sudah diputuskan bahwa kamu akan menjadi Ksatria Suci, jadi tunduk dan ikuti saja. Sekarang, tunjukkan kepalamu. Aku akan mengukir tato lambang kota ini."
Bahkan di ibukota kerajaan, otoritas Ksatria Suci luar biasa. Terlebih lagi di kota ini yang hanya diperintah oleh mereka. Apa yang harus Aku lakukan sekarang …. Dengan ragu-ragu aku mengepalkan tangan dan mempersiapkan Augus untuk segala kemungkinan terburuk.
Ksatria Suci ini bukanlah seseorang yang bisa kita ajak bicara. Mata itu sangat memandang rendah orang lain. Mungkin, jika aku benar-benar menjadi bawahannya, itu akan lebih seperti menjadi peliharaannya.
Ksatria Suci mendekatiku, mendekat dalam hitungan detik.
"Sekarang, jadilah bawahanku. Jika Kamu mengikuti dengan patuh, Aku akan membuat hidup mu lebih mudah."
Aku benar-benar harus menarik Augus keluar sekarang… atau begitulah menurutku, saat aku memikirkan hal yang tidak masuk akal.
Myne sudah berdiri di antara kami berdua.
"Maaf saja tapi keinginan ku sepertinya tidak bisa di wujudkan. Mukuro memiliki janji temu sebelumnya denganku."
Huh? Situasi macam apa ini. situasinya berubah menjadi liar dalam sekejap. Aku tahu ini tidak akan baik.
Jika ksatria suci tidak pergi dari tempat ini, aku punya firasat bahwa situasinya akan lebih konyol dari sebelumnya.
Namun, Ksatria Suci tidak tahu apa-apa, dan malah mengejek Myne.
"Kamu anak yang belum dewasa sebaiknya pulang saja, tidur nyenyak dengan ibumu. Lalu … Guaaaaaaaaaaa!"
Haaa…… apa? Apa yang terjadi? Semuanya terjadi dalam sekejap.
Myne dengan cepat menarik kapak hitam yang dia ikat di pinggangnya. Kemudian, memukul perut Ksatria Suci dengan kapak hitam, membuatnya terbang ke langit.
Ksatria Suci yang memiliki statistik lebih dari 1 juta dengan mudah terlempar, menembus atap fasilitas. Momentumnya tidak berkurang sama sekali, karena mengirimnya melewati tembok kota sebelum dia menghilang dari pandangan.
Apakah Ksatria Suci itu mati? Yah, dia memiliki statistik yang sangat tinggi. Jadi tidak mungkin dia mati karena itu… bukan?
Myne kemudian berkata kepadaku dengan wajah santainya.
"Sebaiknya kita pergi sebelum Ksatria Suci itu kembali ke sini."
"Ah, ya!"
Aku ingin tersenyum kecut …… tapi aku tidak bisa.
Para Prajurit yang dibawa oleh Ksatria Suci mulai panik saat melihat sang tuan yang terlempar cukup jauh, sementara para warga terlihat sangat tenang… dalam arti tertentu, sepertinya mereka telah pergi dan melihat apa sebenarnya neraka itu.
Dari sini aku bisa memetik sebuah pelajaran, jika sebaiknya aku tidak pernah mempermainkan anak kecil. Apalagi meledek Myne jika aku tidak ingin mendapatkan masalah seperti itu.
Yah. Itu penting untuk diketahui.